MNC komitmen selamatkan Piala Widjojo Soejono
Selasa, 09 Oktober 2012 - 23:23 WIB
MNC komitmen selamatkan Piala Widjojo Soejono
A
A
A
Sindonews.com - Komitmen MNC Group tehadap pembinaan olahraga, khususnya tenis belum surut. Untuk kedua kalinya, MNC Group menjadi sponsor utama satu-satunya kejuaran internasional tenis di Indonesia, ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group XXXI/2012 yang digelar di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya, Surabaya.
Bahkan di tahun kedua, mengalami peningkatan jumlah peserta terutama pemain asing. "Tahun ini ada sekitar 150 petenis asing dari 30 negara. Sedangkan tahun lalu hanya sekitar 100 petenis dari 25 negara," ujar Direktur turnamen Widjojo Soedjono XXXI, Didik Utomo Pribadi, usai acara pembukaan, Selasa (9/10).
Meningkatnya jumlah peserta ini, lanjut Didik, sebagai bukti jika turnamen tenis ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group XXXI/2012 menjadi perhatian dunia internasional. "Tingginya animo peserta memang cukup membanggakan kita. Artinya mereka memang menaruh perhatian besar terhadap turnamen yang menjadi kalender resmi ITF, " ujarnya.
Ditambahkan Didik, pihak MNC Group sangat berperan membantu terselenggaranya turnamen grade emapat ITF. Sebab, tanpa MNC bisa jadi satu-satunya turnamen tenis internasional di Indonesia itu akan berpindah tempat. "Jujur saya kalau tidak ada MNC, even Widjojo Soejono ini akan berhenti. Bisa pindah dari Surabaya atau ke negara lain," ucapnya.
Ironisnya, meski even ini menjadi kebanggaan Indonesia dan Jawa Timur, perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terhadap kegiatan berkelas internasional sangat minim.
''Dari dulu Pemprov memang tidak pernah membantu baik anggaran maupun dukungan lainnya. Penyelenggaraan tahun ini, kita juga sudah menghadap Gubernur Jatim Soekarwo. Tapi, tetap saja tidak direspons,” keluhnya.
Menurutnya, biaya penyelenggaraan Widjojo Soejono Cup sangat besar. Tahun ini, biayanya mencapai 350 juta-400 juta. Biasa sebesar itu diperoleh dari berbagai kalangan, seperti sponsor dan para pecinta tenis. ''Kita juga dibantu oleh wali kota Surabaya untuk kegiatan city tour dan welcome dinner,” cetusnya.
Bantuan dari Pemprov Jatim dirasakan Didik sangat perlu. Ini demi kelestarian dari turnamen junior internasional ini. Pihaknya khawatir jika anggaran tidak mencukupi, even yang sudah berjalan 31 tahun ini bisa bubar. Padahal, Piala Widjojo Soejono merupakan satu-satunya even junior internasional yang ada di Jatim.
''Apa rela nanti even ini pindah ke Singapura. Atau diambil alih orang Jakarta. Bisa saja Piala Widjojo Soejono pindah ke DKI, karena pak Widjojo sekarang tinggal di DKI Jakarta. Tapi, beliau tidak mau dan ngotot tetap digelar di Surabaya,” ungkapnya.
Jika sampai Piala Widjojo Soejono bubar, memang patut disayangkan. Selain satu-satunya even internasional junior yang dimiliki Surabaya, even ini sudah terkenal di luar negeri. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta asing yang mengikuti Piala Widjojo Soejono meningkat.
Pada penyelenggaraan ke 31 tahun ini, total jumlah peserta sebanyak 350 petenis. Lebih dari separuh petenis berasal dari luar negeri. Seperti Korea Selatan, India, Rusia, Kanada, Pilipina, Jerman, Thailand, Turki, Singapura, Kamboja, Hongkong, Malaysia,Syria, China, Belanda, Australia, Malaysia dan China Taipei.
''Rata-rata petenis asing merasa enjoy bermain di sini. Meski cuaca panas, mereka tidak pernah mengeluh. Bukan mustahil tahun depan, mereka akan datang ke sini lagi. Apalagi, Piala Widjojo Soejono ini sudah dikenal di luar negeri,” jelasnya.
Sementara itu, acara seremonial kemarin berlangsung lancar. Hampir semua peserta mengikuti upacara pembukaan. Berbagai atraksi hiburan cukup membuat para petenis asing terkesima. Salah satunya aksi memanah balon yang ditunjukan atlet panahan Jatim, Diananda Khoirunisah. Selain itu juga ada pertunjukan marching band dan karate.
Bahkan di tahun kedua, mengalami peningkatan jumlah peserta terutama pemain asing. "Tahun ini ada sekitar 150 petenis asing dari 30 negara. Sedangkan tahun lalu hanya sekitar 100 petenis dari 25 negara," ujar Direktur turnamen Widjojo Soedjono XXXI, Didik Utomo Pribadi, usai acara pembukaan, Selasa (9/10).
Meningkatnya jumlah peserta ini, lanjut Didik, sebagai bukti jika turnamen tenis ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group XXXI/2012 menjadi perhatian dunia internasional. "Tingginya animo peserta memang cukup membanggakan kita. Artinya mereka memang menaruh perhatian besar terhadap turnamen yang menjadi kalender resmi ITF, " ujarnya.
Ditambahkan Didik, pihak MNC Group sangat berperan membantu terselenggaranya turnamen grade emapat ITF. Sebab, tanpa MNC bisa jadi satu-satunya turnamen tenis internasional di Indonesia itu akan berpindah tempat. "Jujur saya kalau tidak ada MNC, even Widjojo Soejono ini akan berhenti. Bisa pindah dari Surabaya atau ke negara lain," ucapnya.
Ironisnya, meski even ini menjadi kebanggaan Indonesia dan Jawa Timur, perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terhadap kegiatan berkelas internasional sangat minim.
''Dari dulu Pemprov memang tidak pernah membantu baik anggaran maupun dukungan lainnya. Penyelenggaraan tahun ini, kita juga sudah menghadap Gubernur Jatim Soekarwo. Tapi, tetap saja tidak direspons,” keluhnya.
Menurutnya, biaya penyelenggaraan Widjojo Soejono Cup sangat besar. Tahun ini, biayanya mencapai 350 juta-400 juta. Biasa sebesar itu diperoleh dari berbagai kalangan, seperti sponsor dan para pecinta tenis. ''Kita juga dibantu oleh wali kota Surabaya untuk kegiatan city tour dan welcome dinner,” cetusnya.
Bantuan dari Pemprov Jatim dirasakan Didik sangat perlu. Ini demi kelestarian dari turnamen junior internasional ini. Pihaknya khawatir jika anggaran tidak mencukupi, even yang sudah berjalan 31 tahun ini bisa bubar. Padahal, Piala Widjojo Soejono merupakan satu-satunya even junior internasional yang ada di Jatim.
''Apa rela nanti even ini pindah ke Singapura. Atau diambil alih orang Jakarta. Bisa saja Piala Widjojo Soejono pindah ke DKI, karena pak Widjojo sekarang tinggal di DKI Jakarta. Tapi, beliau tidak mau dan ngotot tetap digelar di Surabaya,” ungkapnya.
Jika sampai Piala Widjojo Soejono bubar, memang patut disayangkan. Selain satu-satunya even internasional junior yang dimiliki Surabaya, even ini sudah terkenal di luar negeri. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta asing yang mengikuti Piala Widjojo Soejono meningkat.
Pada penyelenggaraan ke 31 tahun ini, total jumlah peserta sebanyak 350 petenis. Lebih dari separuh petenis berasal dari luar negeri. Seperti Korea Selatan, India, Rusia, Kanada, Pilipina, Jerman, Thailand, Turki, Singapura, Kamboja, Hongkong, Malaysia,Syria, China, Belanda, Australia, Malaysia dan China Taipei.
''Rata-rata petenis asing merasa enjoy bermain di sini. Meski cuaca panas, mereka tidak pernah mengeluh. Bukan mustahil tahun depan, mereka akan datang ke sini lagi. Apalagi, Piala Widjojo Soejono ini sudah dikenal di luar negeri,” jelasnya.
Sementara itu, acara seremonial kemarin berlangsung lancar. Hampir semua peserta mengikuti upacara pembukaan. Berbagai atraksi hiburan cukup membuat para petenis asing terkesima. Salah satunya aksi memanah balon yang ditunjukan atlet panahan Jatim, Diananda Khoirunisah. Selain itu juga ada pertunjukan marching band dan karate.
(aww)