Setitik optimisme Garuda di grup neraka

Rabu, 10 Oktober 2012 - 23:45 WIB
Setitik optimisme Garuda...
Setitik optimisme Garuda di grup neraka
A A A
Sindonews.com - Piala Asia Qatar 2011 adalah fase terburuk sepanjang perjalanan tim nasional (timnas) Indonesia di ajang Piala Asia. Saat itu, Boaz Salossa dkk untuk kali pertama gagal lolos dari babak kualifikasi sejak ambil bagian di Piala Asia 1996, Lebanon. Melihat hasil undian di babak kualifikasi Piala Asia 2015, Australia, bukan tidak mungkin hal itu kembali terulang.

Tergabung bersama Arab Saudi, China, dan Irak di Grup C, membuat peluang timnas Garuda lolos dari fase grup terasa berat. Apa lagi, setelah melihat status ketiga negara di atas berlabel tim juara. Arab Saudi misalnya, tim yang saat ini diasuh legenda sepak bola Belanda, Frank Rijkaard, adalah tim yang sudah tiga kali meraih gelar juara Piala Asia.

The Green Falcons, julukan timnas Arab Saudi, berhasil mencatatkannya masing-masing pada tahun 1984, 1988, dan 1996. Tidak hanya Arab Saudi, Irak pun berstatus sebagai negara yang pernah membawa pulang supremasi tertinggi negara-negara di benua Asia tersebut. Irak keluar sebagai jawara pada tahun 2007, dimana saat itu Indonesia bersama Vietnam, Thailand, Malaysia ditunjuk sebagai tuan rumah bersama.

Sedangkan China, memang belum pernah mencatatkan diri sebagai yang terbaik sepanjang digelarnya event empat tahunan ini. Akan tetapi, negara yang turut berpartisipasi di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, sempat dua kali keluar sebagai runner up. Catatan tersebut terjadi pada tahun 1984 dan 2004. Di dua partai final tersebut, China dipaksa menyerah oleh Arab Saudi dan Jepang.

Melihat kualitas calon-calon lawan timnas Garuda di babak kualifikasi, bayang-bayang kegagalan di fase kualifisikasi Piala Asia Qatar 2011 memang kembali terlihat. Walau dinilai sulit Indonesia lolos dari babak kualifikasi, ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin, tetap optimis atas langkah skuad asuhan Nilmaizar.

"Semua grup sama beratnya. Memang pembagiannya sesuai dengan peringkat dari masing-masing negara. Walaupun peluangnya lumayan berat, tidak ada alasan bagi kita untuk mengendorkan semangat. Ini saatnya kita berjuang, walau kita juga paham lawan-lawan yang dihadapi punya peringkat jauh di atas kita,''ungkap Djohar.

"Perjalanan akan berjalan panjang, masih ada tiga tahun lagi sebelum Piala Asia digelar. Untuk itulah segala persiapan harusnya lebih dimatangkan lagi. Kita juga sangat berharap, timnas Indonesia akan memiliki kekuatan berbeda di tiga tahun kedepan. Untuk itulah kita wajib serius dan lebih berkerja keras lagi," sambung pria berusia 62 tahun tersebut.

Wajib serius dan lebih bekerja keras lagi untuk mempersiapkan tim, memang bukanlah jadi hal yang mudah jika melihat konflik berkepanjangan dipersepakbolaan Indonesia saat ini. Melihat kondisi sepak bola Tanah Air saat ini, jangankan mempersiapkan tim dibabak kualifikasi Piala Asia 2015, mendapatkan tim yang solid di ajang Piala AFF 2012, November mendatang saja, rasanya jauh dari harapan.

Indonesia sendiri saat ini direcoki dengan adanya dualisme timnas. Selain PSSI yang membentuk timnas, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) juga melakukan hal yang sama seperti PSSI. Timnas bentukan KPSI di bawah Alfred Riedl, juga menyatakan kesiapannya mewakili Indonesia dikancah sepak bola internasional.

Kalau sudah seperti ini, apa iya masih ada peluang Indonesia untuk lolos. Mungkin jangan dulu bicara lolos. Pertanyaan mendasar yang saat ini membayangi para pecinta sepak bola Indonesia adalah, apa iya Indonesia bisa mengikuti event-event tersebut jika konflik tidak kunjung terselesaikan?

Nil yang ditugaskan untuk membentuk timnas yang solid, sangat berharap jika sepak bola Indonesia bisa benar-benar dibenahi dalam waktu dekat. Mengedepankan kepentingan negara di atas segala-segalanya, begitu diharapkan mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut.

''Kita sama-sama tahu jika negara-negara yang akan kami hadapi di babak kualifikasi Piala Asia 2015 adalah negara yang pernah berlaga di Piala Dunia. Tidak perlu ditanya lagi seperti apa peluang timnas Indonesia. Tapi segala kemungkinan pasti ada, jika kita bisa satukan hati demi memberikan prestasi tertinggi untuk bangsa dan negara,” harap Nil.
(aww)
Berita Terkait
Tundukkan Palestina,...
Tundukkan Palestina, Timnas Indonesia Selangkah Lagi ke Putaran Final Piala Asia
Timnas Indonesia Siap...
Timnas Indonesia Siap Sambut Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
Kualifikasi Piala Asia...
Kualifikasi Piala Asia U23 2022, Indonesia Bergabung di Grup Berat
Timnas Indonesia Incar...
Timnas Indonesia Incar Kemenangan Besar Lawan Hong Kong di Kualifikasi Piala Asia U-20 2023
Kualifikasi Piala Asia...
Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 : Vietnam Ngamuk Bantai Hongkong 5-1
Timnas Indonesia U-20...
Timnas Indonesia U-20 Bantai Maladewa 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2025
Berita Terkini
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
4 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tekuk...
Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026
4 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
4 jam yang lalu
Ion Water Gandeng Hyrox...
Ion Water Gandeng Hyrox Jakarta, Buka Jalan Atlet Fitness Indonesia ke Panggung Global
7 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin ke Perempat Final!
8 jam yang lalu
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved