Lifter DIY pecah rekor nasional
Kamis, 11 Oktober 2012 - 20:18 WIB
Lifter DIY pecah rekor nasional
A
A
A
Sindonews.com - Kontingen DIY dalam Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2012 di Riau tampil gemilang. Di cabang angkat berat, atlet DIY mampu memecahkan rekor nasional (rekornas). Sedangkan di cabang panahan, atlet DIY mampu mendominasi dari nomor yang dilombakan dalam pesta olahraga atlet difabel terbesar di Tanah Air itu.
Di cabang angkat berat, memang banyak rekor nasional berhasil dipecahkan para atlet. Hal ini menunjukkan kualitas Peparnas Riau mengalami peningkatan dibanding ajang yang sama empat tahun lalu. Hampir setiap kontingen memecahkan mampu rekor nasional, salah satunya dari Kontingen DIY atas nama Untung Subagyo.
Untung yang turun di kelas 67,5 kg putra berhasil memecahkan rekor nasional dari 140 ke 145 kilogram (Kg). Rekor nasional sebelumnya hanya 141 Kg. Torehan gemilang Untung ini mampu mengantarkannya naik podium dengan menyabet medali emas untuk DIY.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Yogyakarta Memet Lesmana mengatakan, hasil yang dicapai Untung dalam Peparnas 2012 ini sangat luar biasa. Dia tidak menduha atletnya bisa meraih medali emas, bahkan sampai memecahkan rekor nasional. "Sebelumnya kami tidak memberikan target atau beban apa pun kepada para atlet. Namun, pencapaian Untung di cabang angkat berat ini sungguh luar biasa," katanya, kemarin.
Kontingen DIY juga berjaya di cabang panahan. Dari cabang ini, Kontingen DIY membukukan dua medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dua medali emas cabang ini dipersembambahkan oleh Ninik Umardhani yang bertanding di nomor FITA berdiri putri dan Tuwariyah di nomor FITA duduk putri. Sedangkan 1 perak diraih oleh Kartini di nomor FITA berdiri, 1 perunggu direbut oleh Slamet di nomor FITA duduk putra.
Pelatih Penahan Peparnas DIY Budi Widayanto mengatakan, para anak didiknya bisa memberikan yang terbaik kepada Kontingen DIY. "Sebelumnya kami memang sudah memprediksi, atlet panahan kita bisa memberikan hasil maksimal. Ternyata itu terbukti dengan sejumlah medali yang berhasil kita raih," ungkapnya.
Peraihan medali emas Kontingen DIY pada Peparnas 2012 ini sudah melampaui target. Awalnya, Kontingen DIY ditarget 5 medali emas, namun sampai saat ini sudah membukukan 6 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu.
Hasil ini menempatkan Kontingen DIY menduduki posisi 13 klasemen sementara perolehan medali. Sementara kontingen tetangga, Jawa Tengah tampil perkasa sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 45 emas, 27 perak dan 21 perunggu. Hasil Kontingen Jateng ini jauh melebihi runner-up Jawa Barat yang baru menorehkan 25 emas, 23 perak dan 8 perunggu.
Di cabang angkat berat, memang banyak rekor nasional berhasil dipecahkan para atlet. Hal ini menunjukkan kualitas Peparnas Riau mengalami peningkatan dibanding ajang yang sama empat tahun lalu. Hampir setiap kontingen memecahkan mampu rekor nasional, salah satunya dari Kontingen DIY atas nama Untung Subagyo.
Untung yang turun di kelas 67,5 kg putra berhasil memecahkan rekor nasional dari 140 ke 145 kilogram (Kg). Rekor nasional sebelumnya hanya 141 Kg. Torehan gemilang Untung ini mampu mengantarkannya naik podium dengan menyabet medali emas untuk DIY.
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Yogyakarta Memet Lesmana mengatakan, hasil yang dicapai Untung dalam Peparnas 2012 ini sangat luar biasa. Dia tidak menduha atletnya bisa meraih medali emas, bahkan sampai memecahkan rekor nasional. "Sebelumnya kami tidak memberikan target atau beban apa pun kepada para atlet. Namun, pencapaian Untung di cabang angkat berat ini sungguh luar biasa," katanya, kemarin.
Kontingen DIY juga berjaya di cabang panahan. Dari cabang ini, Kontingen DIY membukukan dua medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Dua medali emas cabang ini dipersembambahkan oleh Ninik Umardhani yang bertanding di nomor FITA berdiri putri dan Tuwariyah di nomor FITA duduk putri. Sedangkan 1 perak diraih oleh Kartini di nomor FITA berdiri, 1 perunggu direbut oleh Slamet di nomor FITA duduk putra.
Pelatih Penahan Peparnas DIY Budi Widayanto mengatakan, para anak didiknya bisa memberikan yang terbaik kepada Kontingen DIY. "Sebelumnya kami memang sudah memprediksi, atlet panahan kita bisa memberikan hasil maksimal. Ternyata itu terbukti dengan sejumlah medali yang berhasil kita raih," ungkapnya.
Peraihan medali emas Kontingen DIY pada Peparnas 2012 ini sudah melampaui target. Awalnya, Kontingen DIY ditarget 5 medali emas, namun sampai saat ini sudah membukukan 6 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu.
Hasil ini menempatkan Kontingen DIY menduduki posisi 13 klasemen sementara perolehan medali. Sementara kontingen tetangga, Jawa Tengah tampil perkasa sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 45 emas, 27 perak dan 21 perunggu. Hasil Kontingen Jateng ini jauh melebihi runner-up Jawa Barat yang baru menorehkan 25 emas, 23 perak dan 8 perunggu.
(aww)