Bos Dorna respons dingin ancaman mundur Honda
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 17:15 WIB
Bos Dorna respons dingin ancaman mundur Honda
A
A
A
Sindonews.com - Bos Dorna, Carmelo Ezpeleta mengaku tak risau dengan segala kemungkinan bakal ditinggalkan tim Honda di kejuaraan MotoGP. Pasalnya, perusahaan berlogo sayap terbang itu sempat mengancam mundur setelah Dorna selaku penyelenggara telah berencana menerapkan penggunaan ECU spesifikasi baru pada 2014 mendatang.
Ezpeleta selaku CEO perusahaan pemegang hak siar dan komersial ajang balap motor paling bergensi itu mengaku siap melakukan dialog terbuka dengan Honda maupun dengan tim lain untuk menjelaskan rencana besar tersebut.
’’Dengan Honda selalu mudah untuk berbicara. Kami tidak punya masalah untuk berbicara dengan Honda, Yamaha dan Ducati, yang merupakan tiga produsen yang terlibat dalam Kejuaraan Dunia MotoGP dan kami akan terus berbicara dengan mereka,”ujarnya dikutip Autosport, Jumat (12/10/2012)
Menurut Ezpeleta keputusan untuk menjalankan ECU kontrol dan batas revs, semata karena dalam upaya untuk memotong biaya produksi yang akhir-akhir ini meningkat tajam.”Lagi pula, kami tidak membatasi teknologi ECU atau batas revs atau apa pun. Kami ingin mendukung mengurangi biaya dan meningkatkan pertunjukan MotoGP,”terangnya.
Sebelumnya, Principal Tim HRC Shuhei Nakamoto sontak berujar mengancam mengundurkan diri dari MotoGP. Honda menilai bila kesepakatan ini terealisasi bisa membatasi kebebasan mereka dalam menggunakan teknologi yang telah mereka terapkan selama ini.
Ezpeleta selaku CEO perusahaan pemegang hak siar dan komersial ajang balap motor paling bergensi itu mengaku siap melakukan dialog terbuka dengan Honda maupun dengan tim lain untuk menjelaskan rencana besar tersebut.
’’Dengan Honda selalu mudah untuk berbicara. Kami tidak punya masalah untuk berbicara dengan Honda, Yamaha dan Ducati, yang merupakan tiga produsen yang terlibat dalam Kejuaraan Dunia MotoGP dan kami akan terus berbicara dengan mereka,”ujarnya dikutip Autosport, Jumat (12/10/2012)
Menurut Ezpeleta keputusan untuk menjalankan ECU kontrol dan batas revs, semata karena dalam upaya untuk memotong biaya produksi yang akhir-akhir ini meningkat tajam.”Lagi pula, kami tidak membatasi teknologi ECU atau batas revs atau apa pun. Kami ingin mendukung mengurangi biaya dan meningkatkan pertunjukan MotoGP,”terangnya.
Sebelumnya, Principal Tim HRC Shuhei Nakamoto sontak berujar mengancam mengundurkan diri dari MotoGP. Honda menilai bila kesepakatan ini terealisasi bisa membatasi kebebasan mereka dalam menggunakan teknologi yang telah mereka terapkan selama ini.
(aww)