Persib cuek dicap klub ilegal
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 17:41 WIB
Persib cuek dicap klub ilegal
A
A
A
Sindonews.com - Sikap PSSI tetap tegas terhadap klub yang mbalela. Kendati hasil rapat Joint Committee (JC) di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu menyepakati kompetisi IPL dan ISL berada di bawah kontrol PSSI hingga terjadinya penyatuan kedua kompetisi paling lambat 2015, PSSI tetap memuat daftar 32 klub sepak bola ilegal.
Di antara 32 klub yang dicap hitam PSSI, salah satu di antaranya adalah Persib Bandung yang musim lalu memutuskan hijrah dari IPL ke ISL. Kendati Maung Bandung sudah menjalani laga pembuka melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
Manajer Persib, Umuh Muchtar secara tegas menyatakan tidak mau ambil pusing dengan keputusan yang diambil PSSI dengan memasukan Persib ke dalam daftar hitam. Dengan atau tanpa restu PSSI, Umuh menegaskan Persib akan tetap mengambil keputusan berlaga di ISL sesuai kesepakatan yang dicapai direksi PT. PBB.
''Itu terserah mereka (PSSI) mau menilai kami seperti apa. Yang penting di mana pun Persib bermain kita harap bisa memberikan hiburan yang bisa dinikmati Bobotoh,”ujar Umuh.
Umuh mengungkapkan tidak ingin memberikan penilaian maupun menanggapi keputusan PSSI terlalu jauh. Dia lebih suka menyerahkan penilaian kepada masyarakat. ''Biar masyarakat yang menilainya. Mana yang lebih berkualitas dan mana yang tidak. Keputusan ini tidak akan mengganggu persiapan kita. Semuanya akan berjalan sesuai program,” tegas Umuh.
Seperti diketahui, Kamis (11/10) lalu, PSSI mengumumkan daftar klub-klub di Indonesia yang dicap ilegal. Dampaknya lumayan cukup terasa hingga Malaysia. Kabarnya, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memilih untuk tidak memanggil striker andalan mereka Safee Sali yang bermain di Pelita Jaya Karawang.
Karena Pelita Jaya termasuk di antara klub-klub yang di cap hitam oleh PSSI sebagai organisasi sepak bola yang resmi di akui FIFA. Malaysia sepertinya waswas bakal diprotes negara lain karena menggunakan pemain yang membela klub yang oleh organisasi sepak bola negara bersangkutan dicap ilegal.
''PSSI mengirim surat bukan semata-mata untuk membalas surat dari FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia). Sebab, sebelumnya FAM pun telah berkirim surat kepada Pelita Jaya, dan kami mendapat tembusan. Mereka menanyakan status Safee Sali di Pelita Jaya,” jelas Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
Halim menambahkan PSSI sebagai federasi yang sah menjelaskan kepada FAM bahwa Pelita Jaya merupakan klub yang sedang dihukum karena bermain di ISL. “Kalau mengacu pada MoU (hasil rapat JC), itu jelas berbeda. MoU adalah acuan untuk kedua belah pihak sebagai proses unifikasi liga. Keputusan mengenai status suspended dari klub-klub yang ada di ISL akan diputuskan pada kongres selanjutnya,” tandas Halim.
Di antara 32 klub yang dicap hitam PSSI, salah satu di antaranya adalah Persib Bandung yang musim lalu memutuskan hijrah dari IPL ke ISL. Kendati Maung Bandung sudah menjalani laga pembuka melawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.
Manajer Persib, Umuh Muchtar secara tegas menyatakan tidak mau ambil pusing dengan keputusan yang diambil PSSI dengan memasukan Persib ke dalam daftar hitam. Dengan atau tanpa restu PSSI, Umuh menegaskan Persib akan tetap mengambil keputusan berlaga di ISL sesuai kesepakatan yang dicapai direksi PT. PBB.
''Itu terserah mereka (PSSI) mau menilai kami seperti apa. Yang penting di mana pun Persib bermain kita harap bisa memberikan hiburan yang bisa dinikmati Bobotoh,”ujar Umuh.
Umuh mengungkapkan tidak ingin memberikan penilaian maupun menanggapi keputusan PSSI terlalu jauh. Dia lebih suka menyerahkan penilaian kepada masyarakat. ''Biar masyarakat yang menilainya. Mana yang lebih berkualitas dan mana yang tidak. Keputusan ini tidak akan mengganggu persiapan kita. Semuanya akan berjalan sesuai program,” tegas Umuh.
Seperti diketahui, Kamis (11/10) lalu, PSSI mengumumkan daftar klub-klub di Indonesia yang dicap ilegal. Dampaknya lumayan cukup terasa hingga Malaysia. Kabarnya, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memilih untuk tidak memanggil striker andalan mereka Safee Sali yang bermain di Pelita Jaya Karawang.
Karena Pelita Jaya termasuk di antara klub-klub yang di cap hitam oleh PSSI sebagai organisasi sepak bola yang resmi di akui FIFA. Malaysia sepertinya waswas bakal diprotes negara lain karena menggunakan pemain yang membela klub yang oleh organisasi sepak bola negara bersangkutan dicap ilegal.
''PSSI mengirim surat bukan semata-mata untuk membalas surat dari FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia). Sebab, sebelumnya FAM pun telah berkirim surat kepada Pelita Jaya, dan kami mendapat tembusan. Mereka menanyakan status Safee Sali di Pelita Jaya,” jelas Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
Halim menambahkan PSSI sebagai federasi yang sah menjelaskan kepada FAM bahwa Pelita Jaya merupakan klub yang sedang dihukum karena bermain di ISL. “Kalau mengacu pada MoU (hasil rapat JC), itu jelas berbeda. MoU adalah acuan untuk kedua belah pihak sebagai proses unifikasi liga. Keputusan mengenai status suspended dari klub-klub yang ada di ISL akan diputuskan pada kongres selanjutnya,” tandas Halim.
(aww)