Petenis Indonesia jaga kans juara
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 18:17 WIB
Petenis Indonesia jaga kans juara
A
A
A
Sindonews.com - Peluang petenis Indonesia untuk merebut gelar juara turnamen tenis internasional ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group 2012 semakin menipis. Di partai semifinal tunggal putra maupun putri yang digelar di Lapangan Tenis Kodam V Brawijaya, Sabtu (12/10), Indonesia hanya meyisakan satu wakil.
Di tunggal putra, Nuradim Ramdani menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak semifinal setelah mengalahkan petenis asal Jepang Juprang Atikan, 6-2, 6-0. Sedangkan langkah petenis asal Surabaya, Mohammad Rizky Widianto terhenti d delapan besar usai ditumbangkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Lee Duck Hee, 4-6,1-6.
Sebelumnya Lee juga mengalahkan petenis asal Surabaya lainnya, Ibrahim Unggulaga. Meski usia Lee baru 14 tahun, namun dia memiliki keunggulan baik stamina maupun teknik pukulan. Rizky hanya bisa memberikan perlawanan sepadan di set pertama. Bahkan sempat unggul 3-2, meski akhirnya harus menelan kekalahan 4-6.
Sedangkan di set kedua, Rizky seperti sudah kehabisan napas. Pemain yang terpanggil dalam Pelatnas SEA Games 2013 itu hanya bisa merebut satu angka. Sebaliknya, Lee masih tampil konsisten. Akurasi maupun kerasnya pukulan sama sekali tidak menurun. "Usianya memang masih muda, tapi staminanya bagus. Saya sudah berusaha maksimal, " ujar Kiki, panggilan Rizky usai pertandingan.
Di sektor putri, tiga dari wakil Indonesia di babak delapan besar hanya satu yang berhasil lolos ke babak semifinal. Unggulan kedua Efriliya Herlina kelahiran Trenggalek Jawa Timur itu menjadi penyelamat setelah mengalahkan unggulan delapan Tamachan Momkoonthod Tamacan dari Thailand, 6-2, 7-6 (2).
Dua petenis Indonesia lainnya gagal mengikuti jejak Herlina. Menempati unggulan empat, Deria Nur Halizah harus mengakui keunggulan petenia asal Thailand yang menempati unggulan lima, Suetrong Thanthita melalui pertarungan keras selama tiga set.
Meski sempat unggul di set pertam 6-4, namun diset berikutnya kalah 4-6. Di set ketiga yang menjadi penetuan, lagi-lagi Thantita berhasil unggul 6-4. Hasil serupa juga diraih satu petenis Indonesia lainnya, Rifanty Khaifani yang menderita kekalahan dari petenis Belanda berdarah Indonesia, Arienne Hartono, 6-4, 4-6, 6-3.
Meski kalah, perjuangan Rifanty patut diacungi jempol. Meski berstatus non unggulan, Rifanty memaksa Arienne bekerja keras. Bahkan dari empat partai tunggal putri, menjadi pertandingan paling lama.
Rifanty, nyaris membuat kejutan dengan merebut set kedua, 6-4 setalah di set pertama kalah 4-6. Sayangnya, di set penuntuan faktor pengalaman membuat Arrienne unggul 6-3 sekaligus memastikan tiket semifinal.
Di tunggal putra, Nuradim Ramdani menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak semifinal setelah mengalahkan petenis asal Jepang Juprang Atikan, 6-2, 6-0. Sedangkan langkah petenis asal Surabaya, Mohammad Rizky Widianto terhenti d delapan besar usai ditumbangkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Lee Duck Hee, 4-6,1-6.
Sebelumnya Lee juga mengalahkan petenis asal Surabaya lainnya, Ibrahim Unggulaga. Meski usia Lee baru 14 tahun, namun dia memiliki keunggulan baik stamina maupun teknik pukulan. Rizky hanya bisa memberikan perlawanan sepadan di set pertama. Bahkan sempat unggul 3-2, meski akhirnya harus menelan kekalahan 4-6.
Sedangkan di set kedua, Rizky seperti sudah kehabisan napas. Pemain yang terpanggil dalam Pelatnas SEA Games 2013 itu hanya bisa merebut satu angka. Sebaliknya, Lee masih tampil konsisten. Akurasi maupun kerasnya pukulan sama sekali tidak menurun. "Usianya memang masih muda, tapi staminanya bagus. Saya sudah berusaha maksimal, " ujar Kiki, panggilan Rizky usai pertandingan.
Di sektor putri, tiga dari wakil Indonesia di babak delapan besar hanya satu yang berhasil lolos ke babak semifinal. Unggulan kedua Efriliya Herlina kelahiran Trenggalek Jawa Timur itu menjadi penyelamat setelah mengalahkan unggulan delapan Tamachan Momkoonthod Tamacan dari Thailand, 6-2, 7-6 (2).
Dua petenis Indonesia lainnya gagal mengikuti jejak Herlina. Menempati unggulan empat, Deria Nur Halizah harus mengakui keunggulan petenia asal Thailand yang menempati unggulan lima, Suetrong Thanthita melalui pertarungan keras selama tiga set.
Meski sempat unggul di set pertam 6-4, namun diset berikutnya kalah 4-6. Di set ketiga yang menjadi penetuan, lagi-lagi Thantita berhasil unggul 6-4. Hasil serupa juga diraih satu petenis Indonesia lainnya, Rifanty Khaifani yang menderita kekalahan dari petenis Belanda berdarah Indonesia, Arienne Hartono, 6-4, 4-6, 6-3.
Meski kalah, perjuangan Rifanty patut diacungi jempol. Meski berstatus non unggulan, Rifanty memaksa Arienne bekerja keras. Bahkan dari empat partai tunggal putri, menjadi pertandingan paling lama.
Rifanty, nyaris membuat kejutan dengan merebut set kedua, 6-4 setalah di set pertama kalah 4-6. Sayangnya, di set penuntuan faktor pengalaman membuat Arrienne unggul 6-3 sekaligus memastikan tiket semifinal.
(aww)