Peluang petenis putri lebih besar
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 18:36 WIB
Peluang petenis putri lebih besar
A
A
A
Sindonews.com - Beban berat dipikul dua petenis Indonesia, Nuradim Ramdani dan Efriliya Herlina. Keduanya menjadi satu-satunya harapan Indonesia bisa menjuarai turnamen tenis internasional ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group 2012.
Di atas kertas, peluang Nuradim Ramdani yang tampil di sektor tunggal putra memang lebih berat. Sebab, di babak semifinal yang akan digelar di Lapangan Kodam V Brawijaya, besok siang, Ramdani yang menjadi unggulan empat harus bersua melawan unggulan pertama asal Korea Selatan, Lee Duck Hee.
Selama ajang ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group 2012 digelar Lee menjadi hantu menekutkan bagi petenis Indonesa. Di babak sebelumnya, empat wakil Indonesia sudah merasakan keganasan sabetan raket remaja 14 tahun itu.
Jeremy Nahor menjadi korban pertama setelah kalah telak dua set langsung 6-1, 6-1. Di babak 16 besar giliran petenis tuan rumah Surabaya, Ibrahim Unggulaga di hancurkan 6-4, 6-1. Terakhir sebelum lolos ke semifinal Lee mengalahkan petenis Surabaya lainnya, M Rizky Widianto dengan skor sama, 6-4, 6-1. Akankah Nuradim menjadi korban kelima?
Dari sisi peringkat memang susah bagi Nuradim mengimbangi kekuatan Lee. Apalagi di empat pertandingan sebelumnya, Nuradim juga belum teruji karena tiga diantaranya hanya mengalahkan petenis Indonesia non unggulan. Di awal kemenangan mudah atas Mulyo, 6-0,6-0. Setelah itu menghadapi Anggy Pradika menang 6-3, 6-2 dan mengalahkan Wiguna Prambudi, 6-3,6-3.
Di babak delapan besar, Nuradim baru menghadapi lawan agak berat petenis dari Thailand Juprang Atikan yang menduduki peringkat 10. Laga sendiri berakhir dengan kemenangan meyakinkan Nuradim 6-2 dan 6-0, "Jika Nuradim bisa tampil konsisten bukan tidak mungkin bisa membuat kejutan besok,"ujar Bonit Wiryawan, pelatih tenis nasional.
Sementara itu di sektor putri, peluang melaju ke babak final lebih terbuka. Sebab, Efriliya Herlina akan berjumpa petenis Belanda Arienne Hartono. Sedangkan di partai lain, unggulan pertama asal Korea Selatan Kim Dabin akan menantang Suetrong Thanthita dari Thailand.
Jika dilihat dari peringkat, Herlina yang menempati unggulan kedua seharusnya bisa menang atas Arrienne. Selain itu, tenaga Arienne juga sudah terkuras ketika dipaksa bermain tiga set di babak perempat final menghadapi petenis non unggulan dari Indonesia, Rifanty Khaifani, 6-4, 4-6 dan 6-3. "Saya tidak akan anggap enteng, sebisa mungkin saya akan berusaha ke final, " ujar Herlina.
Bagi petenis keliharan Trenggalek Jawa Timur ini, bisa tampil di laga final menjadi impiannya. Apalagi, sudah cukup lama tidak ada petenis Indonesia yang menjadi juara di ITF Wijojo Soejono-MNC Group, "Mudah-mudahan saya bisa memenuhi harapan pecinta tenis Indonesia, " ucapnya.
Di atas kertas, peluang Nuradim Ramdani yang tampil di sektor tunggal putra memang lebih berat. Sebab, di babak semifinal yang akan digelar di Lapangan Kodam V Brawijaya, besok siang, Ramdani yang menjadi unggulan empat harus bersua melawan unggulan pertama asal Korea Selatan, Lee Duck Hee.
Selama ajang ITF Junior Widjojo Soejono-MNC Group 2012 digelar Lee menjadi hantu menekutkan bagi petenis Indonesa. Di babak sebelumnya, empat wakil Indonesia sudah merasakan keganasan sabetan raket remaja 14 tahun itu.
Jeremy Nahor menjadi korban pertama setelah kalah telak dua set langsung 6-1, 6-1. Di babak 16 besar giliran petenis tuan rumah Surabaya, Ibrahim Unggulaga di hancurkan 6-4, 6-1. Terakhir sebelum lolos ke semifinal Lee mengalahkan petenis Surabaya lainnya, M Rizky Widianto dengan skor sama, 6-4, 6-1. Akankah Nuradim menjadi korban kelima?
Dari sisi peringkat memang susah bagi Nuradim mengimbangi kekuatan Lee. Apalagi di empat pertandingan sebelumnya, Nuradim juga belum teruji karena tiga diantaranya hanya mengalahkan petenis Indonesia non unggulan. Di awal kemenangan mudah atas Mulyo, 6-0,6-0. Setelah itu menghadapi Anggy Pradika menang 6-3, 6-2 dan mengalahkan Wiguna Prambudi, 6-3,6-3.
Di babak delapan besar, Nuradim baru menghadapi lawan agak berat petenis dari Thailand Juprang Atikan yang menduduki peringkat 10. Laga sendiri berakhir dengan kemenangan meyakinkan Nuradim 6-2 dan 6-0, "Jika Nuradim bisa tampil konsisten bukan tidak mungkin bisa membuat kejutan besok,"ujar Bonit Wiryawan, pelatih tenis nasional.
Sementara itu di sektor putri, peluang melaju ke babak final lebih terbuka. Sebab, Efriliya Herlina akan berjumpa petenis Belanda Arienne Hartono. Sedangkan di partai lain, unggulan pertama asal Korea Selatan Kim Dabin akan menantang Suetrong Thanthita dari Thailand.
Jika dilihat dari peringkat, Herlina yang menempati unggulan kedua seharusnya bisa menang atas Arrienne. Selain itu, tenaga Arienne juga sudah terkuras ketika dipaksa bermain tiga set di babak perempat final menghadapi petenis non unggulan dari Indonesia, Rifanty Khaifani, 6-4, 4-6 dan 6-3. "Saya tidak akan anggap enteng, sebisa mungkin saya akan berusaha ke final, " ujar Herlina.
Bagi petenis keliharan Trenggalek Jawa Timur ini, bisa tampil di laga final menjadi impiannya. Apalagi, sudah cukup lama tidak ada petenis Indonesia yang menjadi juara di ITF Wijojo Soejono-MNC Group, "Mudah-mudahan saya bisa memenuhi harapan pecinta tenis Indonesia, " ucapnya.
(aww)