Edu ingin tebus penyesalan
Minggu, 14 Oktober 2012 - 13:45 WIB
Edu ingin tebus penyesalan
A
A
A
Sindonews.com – Mantan Pelatih Persiba Bantul 2010 Eduard Tjong sangat berhasrat bisa kembali menukangi klub kebanggan publik Bantul tersebut. Meski dua tim Indonesian Super League (ISL) meliriknya untuk menjadi pelatih, namun bagi Edu -sapaan akrab Eduard Tjong- Persiba tetap menjadi prioritasnya sebagai biduk musim depan.
Edu mengaku keinginannya untuk kembali membesut tim berjuluk Laskar Sultan Agung itu karena pada musim 2010 lalu belum tuntas. Saat itu, Persiba masih berkutat di Divisi Utama PSSI. Pada suatu laga, Edu terlibat pelanggaran di pinggir lapangan sehingga membuatnya disanksi oleh PSSI sampai akhir musim. Asisten Sajuri Syahid yang didaulat menjadi nakhodai Persiba akhirnya membawa Nopendi dkk promosi ke kasta tertinggi.
"Tugas saya di Bantul waktu itu (musim 2010) belum tuntas. Saya ingin menebus rasa penyesalan di mata publik Bantul. Saya ingin kembali ke Bantul sekaligus memberi gelar musim depan," papar Edu, Minggu (14/10/2012).
Legenda Arseto Solo ini mengaku optimistis Persiba menjadi lebih baik di bawah kepelatihannya. Pasalnya, komposisi pemain Persiba saat dibesutnya (2010) sampai saat ini tidak banyak perubahan. Jajaran managemen klub yang berdiri sejak 21 September 1967 ini tidak banyak berubah, sehingga memudahkan berkomunikasi lebih solid. "Materi pemain yang pernah saya berikan tidak banyak dirubah. Kemungkinan besar musim depan juga tidak akan banyak perubahan personel jadi tinggal memantapkan saja,” kata Mantan Pelatih Persela Lamongan.
Selain itu, ada faktor lain yang membuat Edu ingin kembali ke Persiba. Edu mengaku memiliki ikatan emosional dengan publik Bantul, khususnya loyalis Persiba, Paserbumi. "Dengan Paserbumi saya sudah sangat dekat. Mereka menjadi bagian kami yang kadang menilai kekurangan yang tidak dapat saya lihat,” ujarnya.
Keseriusannya menukangi Persiba ini juga sudah dilaluinya dengan melamar secara resmi sebagai pelatih musim depan. Edu menjadi salah satu dari 10 pelatih yang melamar Persiba. Sampai saat ini managemen belum menentukan pelatih kepala karena masih konsen menggaet sponsor dan pendanaan. "Saya sudah bertemu dengan bapak (Idham Samawi, Dirut Bantul Indonesia Goalsport selaku pengelola Persiba, red) pas pertandingan, ya intinya saya ingin menebus rasa sesal,” ungkapnya.
Di bagian lain, Manager Persiba Bantul Briyanto mengatakan, saat ini sudah ada 10 pelatih yang melamar baik asing maupun domestik yang ingin menakhodai Persiba musim depan. Dia enggan menyebutkan siapa yang punya kans paling besar membesut Persiba. Namun, prioritasnya tetap dari tenaga domestik. "Banyak (pelatih) yang sudah melamar, namun prioritasnya adalah pelatih lokal," katanya.
Edu mengaku keinginannya untuk kembali membesut tim berjuluk Laskar Sultan Agung itu karena pada musim 2010 lalu belum tuntas. Saat itu, Persiba masih berkutat di Divisi Utama PSSI. Pada suatu laga, Edu terlibat pelanggaran di pinggir lapangan sehingga membuatnya disanksi oleh PSSI sampai akhir musim. Asisten Sajuri Syahid yang didaulat menjadi nakhodai Persiba akhirnya membawa Nopendi dkk promosi ke kasta tertinggi.
"Tugas saya di Bantul waktu itu (musim 2010) belum tuntas. Saya ingin menebus rasa penyesalan di mata publik Bantul. Saya ingin kembali ke Bantul sekaligus memberi gelar musim depan," papar Edu, Minggu (14/10/2012).
Legenda Arseto Solo ini mengaku optimistis Persiba menjadi lebih baik di bawah kepelatihannya. Pasalnya, komposisi pemain Persiba saat dibesutnya (2010) sampai saat ini tidak banyak perubahan. Jajaran managemen klub yang berdiri sejak 21 September 1967 ini tidak banyak berubah, sehingga memudahkan berkomunikasi lebih solid. "Materi pemain yang pernah saya berikan tidak banyak dirubah. Kemungkinan besar musim depan juga tidak akan banyak perubahan personel jadi tinggal memantapkan saja,” kata Mantan Pelatih Persela Lamongan.
Selain itu, ada faktor lain yang membuat Edu ingin kembali ke Persiba. Edu mengaku memiliki ikatan emosional dengan publik Bantul, khususnya loyalis Persiba, Paserbumi. "Dengan Paserbumi saya sudah sangat dekat. Mereka menjadi bagian kami yang kadang menilai kekurangan yang tidak dapat saya lihat,” ujarnya.
Keseriusannya menukangi Persiba ini juga sudah dilaluinya dengan melamar secara resmi sebagai pelatih musim depan. Edu menjadi salah satu dari 10 pelatih yang melamar Persiba. Sampai saat ini managemen belum menentukan pelatih kepala karena masih konsen menggaet sponsor dan pendanaan. "Saya sudah bertemu dengan bapak (Idham Samawi, Dirut Bantul Indonesia Goalsport selaku pengelola Persiba, red) pas pertandingan, ya intinya saya ingin menebus rasa sesal,” ungkapnya.
Di bagian lain, Manager Persiba Bantul Briyanto mengatakan, saat ini sudah ada 10 pelatih yang melamar baik asing maupun domestik yang ingin menakhodai Persiba musim depan. Dia enggan menyebutkan siapa yang punya kans paling besar membesut Persiba. Namun, prioritasnya tetap dari tenaga domestik. "Banyak (pelatih) yang sudah melamar, namun prioritasnya adalah pelatih lokal," katanya.
(wbs)