Frank Bruno versus sakit jiwa
Minggu, 14 Oktober 2012 - 17:12 WIB
Frank Bruno versus sakit jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Pahlawan tinju Inggris, Frank Bruno, mengungkapkan jika dia berjuang untuk sembuh dari gangguan kesehatan mental. Dalam enam bulan belakangan ini, mantan juara kelas berat WBC itu sudah dua kali keluar masuk rumah sakit.
Bruno, yang kini sudah berusia 50 tahun, mengakui bahwa ia dirawat di rumah sakit untuk melawan kehendaknya sendiri. Pada 13 April, ia dibawa ke unit spesialis kesehatan mental di Basildon, Essex, namun enam minggu kemudian keluar. Kemudian pada 6 Mei, ia kembali dirawat di rumah sakit Northampton selama lima minggu.
"Penyakit mental merupakan penyakit yang sangat kuat," ujar Bruno, yang mengidap gangguan saraf sejak 2003, seperti dikutip The Sun, Sabtu (14/10). "Jika penyakit itu menghinggapi anda, mungkin penyakit itu akan bersama anda sampai anda mati."
Gangguan jiwa yang dialami oleh pemilik rekor 40 menang (38KO) dan lima kali kalah itu diklaim berawal pada 16 Maret 1996, ketika ia gantung sarung tinju setelah kalah dari Mike Tyson. Tidak lagi bertarung, maka Bruno pun tidak memiliki kegiatan rutin lagi seperti berlari, skipping, maupun sparring. Sejak itu, menurut dokter yang merawat, gangguan jiwa Bruno mulai muncul meskipun tidak disadarinya. Keadaan semakin memburuk ketika Bruno bercerai dengan istrinya pada 2001.
Dengan demikian, di masa pensiunnya, Frank Bruno pun masih harus tetap bertarung. Namun bukan bertarung di atas ring melainkan bertarung dengan penyakit mentalnya. "Ini mungkin menjadi pertarungan terberat dalam hidup saya, tetapi saya akan melakukan segalanya agar saya bisa menang."
Saat masih aktif bertinju, Bruno juga pernah berjuang untuk melepaskan diri dari ketergantungan kokain. Ia juga dirobohkan "Si Leher Beton" Mike Tyson, hingga dua kali.
Bruno, yang kini sudah berusia 50 tahun, mengakui bahwa ia dirawat di rumah sakit untuk melawan kehendaknya sendiri. Pada 13 April, ia dibawa ke unit spesialis kesehatan mental di Basildon, Essex, namun enam minggu kemudian keluar. Kemudian pada 6 Mei, ia kembali dirawat di rumah sakit Northampton selama lima minggu.
"Penyakit mental merupakan penyakit yang sangat kuat," ujar Bruno, yang mengidap gangguan saraf sejak 2003, seperti dikutip The Sun, Sabtu (14/10). "Jika penyakit itu menghinggapi anda, mungkin penyakit itu akan bersama anda sampai anda mati."
Gangguan jiwa yang dialami oleh pemilik rekor 40 menang (38KO) dan lima kali kalah itu diklaim berawal pada 16 Maret 1996, ketika ia gantung sarung tinju setelah kalah dari Mike Tyson. Tidak lagi bertarung, maka Bruno pun tidak memiliki kegiatan rutin lagi seperti berlari, skipping, maupun sparring. Sejak itu, menurut dokter yang merawat, gangguan jiwa Bruno mulai muncul meskipun tidak disadarinya. Keadaan semakin memburuk ketika Bruno bercerai dengan istrinya pada 2001.
Dengan demikian, di masa pensiunnya, Frank Bruno pun masih harus tetap bertarung. Namun bukan bertarung di atas ring melainkan bertarung dengan penyakit mentalnya. "Ini mungkin menjadi pertarungan terberat dalam hidup saya, tetapi saya akan melakukan segalanya agar saya bisa menang."
Saat masih aktif bertinju, Bruno juga pernah berjuang untuk melepaskan diri dari ketergantungan kokain. Ia juga dirobohkan "Si Leher Beton" Mike Tyson, hingga dua kali.
(aww)