Watson akhiri penantian 24 tahun Britania Raya
Minggu, 14 Oktober 2012 - 21:42 WIB
Watson akhiri penantian 24 tahun Britania Raya
A
A
A
Sindonews.com - Heather Watson menjadi petenis Britania Raya pertama sejak 1988 yang berhasil menjuarai gelar tunggal tur WTA setelah mengalahkan Chang Kai-chen dari Taiwan 7-5, 5-7, 7-6 (7/4) di HP Terbuka, Osaka, Minggu (14/10). Petenis Britania Raya yang terakhir memenangi gelar WTA adalah Sara Gomer.
Dua tahun lalu, Britania Raya sempat berpeluang mengakhiri penantian tersebut, ketika Laura Robson menembus final di Guangzhou, China. Namun sayang, dia gagal membawa pulang gelar juara.
Petenis berusia 20 tahun itu membuang kesempatan menyelesaikan permainan di set kedua ketika dalam posisi unggul 5-3, karena sering melakukan kesalahan akhirnya dia menyerah 5-7. Tidak mau mengulangi kesalahan, di set penentuan, Robson menunjukkan tekadnya untuk memenangi turnamen ini. Secara dramatis ia mampu menyelematkan empat match point sebelum menutup pertandingan berdurasi tiga jam 11 menit itu.
Sebelum meraih gelar di sini, Watson pernah memenangi gelar-gelar ITF, di Wrexham dan Toronto pada 2010 dan di Frinton pada 2009.
Namun, Watson, yang menerima hadiah 37 ribu dolar AS (atau sekitar Rp356,15 juta), gagal mengulang prestasi Anne Hobbs di turnamen ini pada 1985. Pada saat itu Hobbs menjadi Britania Raya terakhir yang mampu memenangi gelar di nomor tunggal dan ganda. Berpasangan dengan Kimiko Date-Krumm dari Jepang, Watson kalah 6-1, 6-4 dari unggulan teratas Raquel Kops-Jones dan Abigail Spears di final nomor ganda, Minggu malam.
Dua tahun lalu, Britania Raya sempat berpeluang mengakhiri penantian tersebut, ketika Laura Robson menembus final di Guangzhou, China. Namun sayang, dia gagal membawa pulang gelar juara.
Petenis berusia 20 tahun itu membuang kesempatan menyelesaikan permainan di set kedua ketika dalam posisi unggul 5-3, karena sering melakukan kesalahan akhirnya dia menyerah 5-7. Tidak mau mengulangi kesalahan, di set penentuan, Robson menunjukkan tekadnya untuk memenangi turnamen ini. Secara dramatis ia mampu menyelematkan empat match point sebelum menutup pertandingan berdurasi tiga jam 11 menit itu.
Sebelum meraih gelar di sini, Watson pernah memenangi gelar-gelar ITF, di Wrexham dan Toronto pada 2010 dan di Frinton pada 2009.
Namun, Watson, yang menerima hadiah 37 ribu dolar AS (atau sekitar Rp356,15 juta), gagal mengulang prestasi Anne Hobbs di turnamen ini pada 1985. Pada saat itu Hobbs menjadi Britania Raya terakhir yang mampu memenangi gelar di nomor tunggal dan ganda. Berpasangan dengan Kimiko Date-Krumm dari Jepang, Watson kalah 6-1, 6-4 dari unggulan teratas Raquel Kops-Jones dan Abigail Spears di final nomor ganda, Minggu malam.
(aww)