Moratti pilih Stramaccioni dibanding Guardiola
Senin, 15 Oktober 2012 - 16:05 WIB
Moratti pilih Stramaccioni dibanding Guardiola
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, menegaskan bahwa timnya tak berminat untuk mendatangkan mantan pelatih Barcelona, Joseph “Pep” Guardiola. Ketegasan Moratti itu sekaligus menepis isu bakal digantinya Andrea Stramaccioni dengan Guardiola di kursi kepelatihan.
Meski Stramaccioni belum memberikan prestasi apapun bagi Il Nerazzurri. Namun, Moratti mengaku senang dengan gaya kepemimpinan allenatore berusia 36 tahun itu. Ia yakin Stramaccioni bakal membawa timnya kembali ke jalur juara. “Guardiola? Sejauh ini yang kami ketahui, kami telah memiliki pelatih yang luar biasa,” ungkap Moratti seperti dikutip Goal, Senin (15/10/2012)
Bukan hanya itu, Moratti pun menyandingkan nama Stramaccionin dengan Jose Mourinho, mantan pelatih Inter yang pernah memberikan gelar Scudetto dan Liga Champions. Di mata Moratti dua pelatih tersebut memiliki etos kerja yang sama. Saya membandingkan mereka berdua dengan etos kerja yang mereka miliki, sebab itu merupakan aset yang berharga bagi setiap pelatih yang professional.”
“Terkadang anda merasa terganggu dengan fans dan popularitas yang anda peroleh sehingga itu membuat anda sulit untuk menunjukan dedikasi anda. Tapi dia memiliki itu secara alami. Sekarang dia melatih agar mendapatkan hasil yang bagus,” pungkasnya.
Meski Stramaccioni belum memberikan prestasi apapun bagi Il Nerazzurri. Namun, Moratti mengaku senang dengan gaya kepemimpinan allenatore berusia 36 tahun itu. Ia yakin Stramaccioni bakal membawa timnya kembali ke jalur juara. “Guardiola? Sejauh ini yang kami ketahui, kami telah memiliki pelatih yang luar biasa,” ungkap Moratti seperti dikutip Goal, Senin (15/10/2012)
Bukan hanya itu, Moratti pun menyandingkan nama Stramaccionin dengan Jose Mourinho, mantan pelatih Inter yang pernah memberikan gelar Scudetto dan Liga Champions. Di mata Moratti dua pelatih tersebut memiliki etos kerja yang sama. Saya membandingkan mereka berdua dengan etos kerja yang mereka miliki, sebab itu merupakan aset yang berharga bagi setiap pelatih yang professional.”
“Terkadang anda merasa terganggu dengan fans dan popularitas yang anda peroleh sehingga itu membuat anda sulit untuk menunjukan dedikasi anda. Tapi dia memiliki itu secara alami. Sekarang dia melatih agar mendapatkan hasil yang bagus,” pungkasnya.
(wbs)