KONI Sumsel tunggu laporan evaluasi
Senin, 15 Oktober 2012 - 17:50 WIB
KONI Sumsel tunggu laporan evaluasi
A
A
A
Sindonews.com - KONI Sumsel mengimbau Pengprov yang atletnya turun di PON XVIII segera merampungkan evaluasi dan menyerahkannya ke KONI. Laporan itu akan dijadikan bahan pembahasan pada Rakor KONI mendatang.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel Djumadin Syafril mengatakan, pasca setiap event maka seluruh Pengprov yang atletnya berlaga diwajibkan membuat laporan. Materi yang disampaikan seputar evaluasi cabang olahraga tersebut. Apakah atlet yang diturunkan memenuhi target atau meleset dari target yang ditetapkan.
''Membuat evaluasi itu tidak terlalu sulit, tinggal melaporkan saja apa yang dialami selama event dan kendala yang menghambat tercapainya prestasi maksimal. Kalau melampaui target ya disampaikan sejauh mana, dan sebaliknya juga demikian, kalau meleset targetnya ya sejauh apa melesetnya,” ujar Djumadin, Senin (15/10/2012).
Menurut dosen FKIP Unsri tersebut, dari 32 cabang olahraga yang lolos ke PON XVIII, hampir semuanya telah menyerahkan evaluasi kepada KONI. Tinggal beberapa cabang olahraga saja yang hingga kini belum menyampaikan laporannya.
Meski demikian, KONI tidak akan memaksa Pengprov cabang olahraga yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan laporannya. Sebab laporan yang dibuat dengan desakan dikhawatirkan tidak akurat dan kurang mengena isinya.
''Tinggal dua atau tiga cabor lagi yang belum nyerahkan evaluasinya. Kami tidak akan menetapkan deadline. Tapi kami mengimbau segera diselesaikan dan diserahkan ke KONI sebelum Rapat Koordinasi digelar awal bulan November mendatang,” tuturnya.
Diterangkan Djumadin, setelah Pengprov menyampaikan laporannya ke KONI, maka hasilnya akan dibahas satu persatu pada rapat pleno di Rakor KONI Sumsel mendatang. Pada forum tersebut, akan dibahas dan dikupas tuntas mengenai persoalan yang membuat prestasi Sumsel di ajang empat tahunan itu meleset jauh dari target yang dicanangkan sebelumnya.
Pada PON XVIII yang berlangsung September lalu di Riau, kontingen Sumsel finish di peringkat 13 dengan raihan 10 medali emas, 14 perak dan 29 perunggu. Kondisi tersebut jauh dari target sebelumnya yaitu menempati posisi lima besar.
Meski secara peringkat meningkat dari PON XVII Kalimantan Timur, di mana Sumsel finish di peringkat 14, namun perolehan medali mengalami penurunan. Pada PON tahun 2008 itu Sumsel meraih 12 medali emas, 11 perak dan 17 perunggu. Prestasi terbaik Sumsel pada gelaran PON terjadi pada tahun 2004 saat menjadi tuan rumah.
Kala itu, Sumsel sukses finish di peringkat lima klasemen akhir dengan raihan 30 medali emas, 41 perak dan 40 perunggu. Yang membanggakan, Sumsel saat itu merupakan daerah teratas di luar provinsi dari Pulau Jawa.
''Nanti di Rakor dibahas semuanya. Yang dibilang selama ini hasil PON meleset ya akan dicari melesetnya dimana dan penyebabnya apa. Jadi pada Rakor nanti dicari solusi terbaik bagaimana pembinaan olahraga prestasi di Sumsel ke depan,” terang Djumadin.
Wakil Ketua II Biro Humas dan Media KONI Sumsel M Darmansa menerangkan, Rakor KONI Sumsel dijadwalkan berlangsung di Muara Dua yang merupakan ibukota Kabupaten OKU Selatan. Kegiatan tersebut direncanakan dihelat 8-10 November mendatang.
''Namun jadwalnya masih tentative. Pasalnya masih disesuaikan dengan jadwal Gubernur Sumsel dan Ketua Umum KONI Sumsel. Sebab dijadwalkan Rakor KONI tersebut dibuka langsung Gubernur dan dipimpin langsung Ketua Umum KONI,” tukas Darmansa.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumsel Djumadin Syafril mengatakan, pasca setiap event maka seluruh Pengprov yang atletnya berlaga diwajibkan membuat laporan. Materi yang disampaikan seputar evaluasi cabang olahraga tersebut. Apakah atlet yang diturunkan memenuhi target atau meleset dari target yang ditetapkan.
''Membuat evaluasi itu tidak terlalu sulit, tinggal melaporkan saja apa yang dialami selama event dan kendala yang menghambat tercapainya prestasi maksimal. Kalau melampaui target ya disampaikan sejauh mana, dan sebaliknya juga demikian, kalau meleset targetnya ya sejauh apa melesetnya,” ujar Djumadin, Senin (15/10/2012).
Menurut dosen FKIP Unsri tersebut, dari 32 cabang olahraga yang lolos ke PON XVIII, hampir semuanya telah menyerahkan evaluasi kepada KONI. Tinggal beberapa cabang olahraga saja yang hingga kini belum menyampaikan laporannya.
Meski demikian, KONI tidak akan memaksa Pengprov cabang olahraga yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan laporannya. Sebab laporan yang dibuat dengan desakan dikhawatirkan tidak akurat dan kurang mengena isinya.
''Tinggal dua atau tiga cabor lagi yang belum nyerahkan evaluasinya. Kami tidak akan menetapkan deadline. Tapi kami mengimbau segera diselesaikan dan diserahkan ke KONI sebelum Rapat Koordinasi digelar awal bulan November mendatang,” tuturnya.
Diterangkan Djumadin, setelah Pengprov menyampaikan laporannya ke KONI, maka hasilnya akan dibahas satu persatu pada rapat pleno di Rakor KONI Sumsel mendatang. Pada forum tersebut, akan dibahas dan dikupas tuntas mengenai persoalan yang membuat prestasi Sumsel di ajang empat tahunan itu meleset jauh dari target yang dicanangkan sebelumnya.
Pada PON XVIII yang berlangsung September lalu di Riau, kontingen Sumsel finish di peringkat 13 dengan raihan 10 medali emas, 14 perak dan 29 perunggu. Kondisi tersebut jauh dari target sebelumnya yaitu menempati posisi lima besar.
Meski secara peringkat meningkat dari PON XVII Kalimantan Timur, di mana Sumsel finish di peringkat 14, namun perolehan medali mengalami penurunan. Pada PON tahun 2008 itu Sumsel meraih 12 medali emas, 11 perak dan 17 perunggu. Prestasi terbaik Sumsel pada gelaran PON terjadi pada tahun 2004 saat menjadi tuan rumah.
Kala itu, Sumsel sukses finish di peringkat lima klasemen akhir dengan raihan 30 medali emas, 41 perak dan 40 perunggu. Yang membanggakan, Sumsel saat itu merupakan daerah teratas di luar provinsi dari Pulau Jawa.
''Nanti di Rakor dibahas semuanya. Yang dibilang selama ini hasil PON meleset ya akan dicari melesetnya dimana dan penyebabnya apa. Jadi pada Rakor nanti dicari solusi terbaik bagaimana pembinaan olahraga prestasi di Sumsel ke depan,” terang Djumadin.
Wakil Ketua II Biro Humas dan Media KONI Sumsel M Darmansa menerangkan, Rakor KONI Sumsel dijadwalkan berlangsung di Muara Dua yang merupakan ibukota Kabupaten OKU Selatan. Kegiatan tersebut direncanakan dihelat 8-10 November mendatang.
''Namun jadwalnya masih tentative. Pasalnya masih disesuaikan dengan jadwal Gubernur Sumsel dan Ketua Umum KONI Sumsel. Sebab dijadwalkan Rakor KONI tersebut dibuka langsung Gubernur dan dipimpin langsung Ketua Umum KONI,” tukas Darmansa.
(aww)