Hayden kesakitan saat mengerem

Senin, 15 Oktober 2012 - 19:22 WIB
Hayden kesakitan saat...
Hayden kesakitan saat mengerem
A A A
Sindonews.com - Nicky Hayden mengklaim saat menempati posisi kedelapan di Grand Prix Jepang (14/10), dirinya merasa sakit di bagian pergelangan tangan kanan. Selain masalah cedera yang dialaminya itu, dia juga merasa ada kendala di bagian motornya. Sehingga membuatnya tidak tampil maksimal dalam balapan tersebut.

Pembalap Ducati itu sepertinya tidak berpikir masalah cederanya dapat menjadi penghalang serius di GP Jepang akhir pekan lalu. Justru beberapa hari yang lalu, Hayden mengatakan siap kembali ke lintasan meski rasa sakit tersebut masih dirasakannya. Tapi, kenyataannya malah menjadi bencana baginya.

"Itu bukan lintasan yang bagus bagi saya. Sebab, saya harus kembali merasa sakit di bagian pergelangan tangan kanan saya ketika melakukan pengereman," kata Hayden seperti dilansir Crash, Senin (15/10/2012).

"Selain itu, saya juga punya masalah dengan adanya getaran dari belakang motor dan motor tidak memiliki kecepatan yang sangat baik. Padahal, biasanya motor selalu dalam kondisi baik. "Kami akan mencoba untuk mengembalikan performa terbaik saya ketika beraksi di Sirkuit Sepang akhir pekan ini," pungkasnya.

Saat ini pembalap Amerika Serikat tersebut masih berada di peringkat ke sembilan dengan raihan 101 poin.
(aww)
Berita Terkini
VAR Untungkan Argentina?...
VAR Untungkan Argentina? Pakar Soroti Inkonsistensi Wasit
1 jam yang lalu
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
2 jam yang lalu
Profil Francois Letexier,...
Profil Francois Letexier, Wasit Terbaik Diterpa Skandal VAR Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Mesir Laporkan Wasit...
Mesir Laporkan Wasit ke FIFA dan Minta Investigasi Keputusan Francois Letexier
3 jam yang lalu
Tangis Messi di Malam...
Tangis Messi di Malam Penuh Keajaiban
4 jam yang lalu
Drama 6 Gol Injury Time...
Drama 6 Gol Injury Time Bikin Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Sulit Dilupakan
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved