Markas Liverpool tetap di Anfield
Senin, 15 Oktober 2012 - 22:05 WIB
Markas Liverpool tetap di Anfield
A
A
A
Sindonews.com - Liverpool mengonfirmasi akan meneruskan komitmen mereka untuk tetap menggunakan Anfield sebagai markas. Sebelumnya pembicaraan panjang telah terjadi antara Liverpool dan dewan kota yang berkeinginan membangun stadion baru di Stanley Park atau merenovasi Stadion Anfield.
Akhirnya kesepakatan terjadi di antara keduanya, di mana mereka memutuskan untuk merenovasi besar Stadion Anfield saat ini. Hal tersebut diumumkan oleh dewan kota Liverpool bersama Direktur Liverpool Ian Ayre. Dia juga menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan dewan untuk melakukan investasi dalam pengembangan stadion.
"Hari ini merupakan langkah besar untuk kemajuan Anfield. Semua orang di klub tahu seberapa penting hari ini. Kami menyambut kerjasama ini dengan senang dan kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Liverpool Joe Anderson atas dukungannya agar menghasilkan keputusan yang tepat," jelas Ayre seperti dilansir Soccerway, Senin (15/10/2012).
"Liverpool telah merayakan ulang tahun ke 120 pada tahun 2012 di Anfield. Serta tidak diragukan lagi Anfield memiliki arti sangat penting bagi klub ini, dan kami akan selalu tetap di Anfield," sambungnya.
"Ini adalah langkah awal dengan rencana kami untuk renovasi disetujui, ini adalah momen penting. Sedangkan terkait tentang kapasitas stadion nantinya dan biaya yang harus dikeluarkan tidak dibicarakan hari ini, sampai kami mendapatkan kepastian," ungkap Ayre.
Ayre juga menambahkan pihaknya sejak awal memang telah memilih untuk bertahan di Anfield karena menurutnya apabila dilihat dari segi finansial membangun stadion di tempat baru tidak terlalu menguntungkan.
Untuk membangun stadion dengan kapasitas 60.000 tempat duduk dibutuhkan biaya sedikitnya 300 juta euro atau sekira Rp4,8 triliun sementara jumlah kursi baru yang didapat hanya 15.000 karena Anfield saat ini bisa menampung 45.276 orang.
"Dalam dua tahun terakhir kami membahas apa yang bisa kami lakukan dan apa yang tidak bisa kami lakukan. Jika kami membangun stadion baru, yang kami dapat bukan 60.000 kursi tapi selisih antara kapasitas stadion baru dan stadion lama di Anfield," terangnya.
"Berbagai sejarah penting dan kemenangan fenomenal diraih Liverpool di Anfield. Jadi, saya rasa keputusan untuk tetap berada di Anfield adalah keputusan yang tepat," tandasnya.
Akhirnya kesepakatan terjadi di antara keduanya, di mana mereka memutuskan untuk merenovasi besar Stadion Anfield saat ini. Hal tersebut diumumkan oleh dewan kota Liverpool bersama Direktur Liverpool Ian Ayre. Dia juga menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan dewan untuk melakukan investasi dalam pengembangan stadion.
"Hari ini merupakan langkah besar untuk kemajuan Anfield. Semua orang di klub tahu seberapa penting hari ini. Kami menyambut kerjasama ini dengan senang dan kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Liverpool Joe Anderson atas dukungannya agar menghasilkan keputusan yang tepat," jelas Ayre seperti dilansir Soccerway, Senin (15/10/2012).
"Liverpool telah merayakan ulang tahun ke 120 pada tahun 2012 di Anfield. Serta tidak diragukan lagi Anfield memiliki arti sangat penting bagi klub ini, dan kami akan selalu tetap di Anfield," sambungnya.
"Ini adalah langkah awal dengan rencana kami untuk renovasi disetujui, ini adalah momen penting. Sedangkan terkait tentang kapasitas stadion nantinya dan biaya yang harus dikeluarkan tidak dibicarakan hari ini, sampai kami mendapatkan kepastian," ungkap Ayre.
Ayre juga menambahkan pihaknya sejak awal memang telah memilih untuk bertahan di Anfield karena menurutnya apabila dilihat dari segi finansial membangun stadion di tempat baru tidak terlalu menguntungkan.
Untuk membangun stadion dengan kapasitas 60.000 tempat duduk dibutuhkan biaya sedikitnya 300 juta euro atau sekira Rp4,8 triliun sementara jumlah kursi baru yang didapat hanya 15.000 karena Anfield saat ini bisa menampung 45.276 orang.
"Dalam dua tahun terakhir kami membahas apa yang bisa kami lakukan dan apa yang tidak bisa kami lakukan. Jika kami membangun stadion baru, yang kami dapat bukan 60.000 kursi tapi selisih antara kapasitas stadion baru dan stadion lama di Anfield," terangnya.
"Berbagai sejarah penting dan kemenangan fenomenal diraih Liverpool di Anfield. Jadi, saya rasa keputusan untuk tetap berada di Anfield adalah keputusan yang tepat," tandasnya.
(akr)