3 pelatih asing lamar Persiba
Selasa, 16 Oktober 2012 - 16:22 WIB
3 pelatih asing lamar Persiba
A
A
A
Sindonews.com – Persiba Bantul menjadi daya tarik tersendiri bagi pelatih asing. Sampai saat ini sudah ada tiga pelatih yang ingin menukangi klub berjuluk Laskar Sultan Agung untuk kompetisi musim depan. Ketiga pelatih asing yang kepincut kepada Persiba itu yakni Arcan Iurie asal Moldova, Carlos de Mello (Brazil) dan Velizar Popov (Bulgaria).
Wakil Manajer Persiba Bantul Bagus Nur Edy Wijaya mengatakan, sampai saat ini sudah ada 12 pelatih yang melamar ingin menjadi nakhoda Persiba musim depan. Dari jumlah itu, 9 pelatih merupakan pelatih domestik, sedangkan 3 pelatih lainnya tercatat sebagai warga asing. "Sudah ada 12 pelatih yang melamar, 3 di antaranya pelatih asing," katanya, Selasa (16/10/2012).
Dari 3 pelatih asing itu, mungkin yang lebih berpengalaman di kompetisi Indonesia hanya Arcan Iurie yang pernah membesut tim di negeri ini. Sedangkan Carlos de Mello menjajakkan kakinya di Indonesia sebagai pemain, sebagai pelatih belum teruji. Sedangkan Velizar Popov sama sekali belum merasakan iklim kompetisi di Indonesia. Popov tercatat menangani sejumlah klub di Eropa seperti FC Costuleni (Moldova), FC Liberika-Horsens (Norwegia) dan Chermo More Varna (Bulgaria).
"Pelatih asing Carlos de Mello asal Brasil dan Velizar Popov asal Bulgaria menyatakan kesiapan melatih Persiba. Carlos de Mello pernah memperkuat Persebaya dan PSM Makassar sebagai sebagai pemain, sedangkan sebagai pelatih belum teruji. Sedangkan Velizar Popov belum pernah merasakan melatih di Indonesia," jelas Bagus.
Dia mengaku, sampai saat ini belum mengantongi figur yang akan menukangi Nopendi dkk. Namun, managemen saat ini lebih memprioritaskan pelatih domestik dibanding asing. Pertimbangannya dari segi gaji lebih terjangkau serta ingin menunjukkan sisi nasionalisme. "Prioritasnya memang (pelatih) lokal. Namun, kalau pelatih asing sesuai dengan finansial kita, maka menjadi pertimbangan juga," ungkapnya.
Bagus mengatakan, meski Persiba belum memiliki pelatih kepala, namun latihan resmi serta seleksi pemain untuk memperkuat Persiba musim depan tetap dilakukan. Program tersebut dipercayakan kepada Asisten Pelatih Sajuri Syahid dan Pelatih Kiper Benny Van Brekeulen. "Latihan dipimpin Pak Sajuri dan Benny, sekalian menunggu keputusan managemen soal pelatih kepala untuk Persiba," ujarnya.
Sebenarnya, jika Sajuri sudah memiliki lisensi kepelatihan bersertikat A nasional, klub kebanggaan publik Bantul itu tidak perlu repot-repot memilih pelatih. Sayangnya syarat tersebut tidak dimiliki Sajuri yang tercatat sebagai guru olah raga SMAN 1 Pajangan Bantul. Namun, Sajuri siap mengikuti kursus kepelatihan untuk meningkatkan lisensinya. "Saya siap mengejar lisensi yang disaratkan untuk menjadi pelatih kepala klub di kompetisi kasta tertinggi," kata Sajuri.
Wakil Manajer Persiba Bantul Bagus Nur Edy Wijaya mengatakan, sampai saat ini sudah ada 12 pelatih yang melamar ingin menjadi nakhoda Persiba musim depan. Dari jumlah itu, 9 pelatih merupakan pelatih domestik, sedangkan 3 pelatih lainnya tercatat sebagai warga asing. "Sudah ada 12 pelatih yang melamar, 3 di antaranya pelatih asing," katanya, Selasa (16/10/2012).
Dari 3 pelatih asing itu, mungkin yang lebih berpengalaman di kompetisi Indonesia hanya Arcan Iurie yang pernah membesut tim di negeri ini. Sedangkan Carlos de Mello menjajakkan kakinya di Indonesia sebagai pemain, sebagai pelatih belum teruji. Sedangkan Velizar Popov sama sekali belum merasakan iklim kompetisi di Indonesia. Popov tercatat menangani sejumlah klub di Eropa seperti FC Costuleni (Moldova), FC Liberika-Horsens (Norwegia) dan Chermo More Varna (Bulgaria).
"Pelatih asing Carlos de Mello asal Brasil dan Velizar Popov asal Bulgaria menyatakan kesiapan melatih Persiba. Carlos de Mello pernah memperkuat Persebaya dan PSM Makassar sebagai sebagai pemain, sedangkan sebagai pelatih belum teruji. Sedangkan Velizar Popov belum pernah merasakan melatih di Indonesia," jelas Bagus.
Dia mengaku, sampai saat ini belum mengantongi figur yang akan menukangi Nopendi dkk. Namun, managemen saat ini lebih memprioritaskan pelatih domestik dibanding asing. Pertimbangannya dari segi gaji lebih terjangkau serta ingin menunjukkan sisi nasionalisme. "Prioritasnya memang (pelatih) lokal. Namun, kalau pelatih asing sesuai dengan finansial kita, maka menjadi pertimbangan juga," ungkapnya.
Bagus mengatakan, meski Persiba belum memiliki pelatih kepala, namun latihan resmi serta seleksi pemain untuk memperkuat Persiba musim depan tetap dilakukan. Program tersebut dipercayakan kepada Asisten Pelatih Sajuri Syahid dan Pelatih Kiper Benny Van Brekeulen. "Latihan dipimpin Pak Sajuri dan Benny, sekalian menunggu keputusan managemen soal pelatih kepala untuk Persiba," ujarnya.
Sebenarnya, jika Sajuri sudah memiliki lisensi kepelatihan bersertikat A nasional, klub kebanggaan publik Bantul itu tidak perlu repot-repot memilih pelatih. Sayangnya syarat tersebut tidak dimiliki Sajuri yang tercatat sebagai guru olah raga SMAN 1 Pajangan Bantul. Namun, Sajuri siap mengikuti kursus kepelatihan untuk meningkatkan lisensinya. "Saya siap mengejar lisensi yang disaratkan untuk menjadi pelatih kepala klub di kompetisi kasta tertinggi," kata Sajuri.
(wbs)