Ini alasan Titus Bonai indisipliner
Selasa, 16 Oktober 2012 - 19:04 WIB
Ini alasan Titus Bonai indisipliner
A
A
A
Sindonews.com - Masalah keluarga kembali jadi alasan Titus ‘Tibo’ Bonai, terkait sikap indisipliner di tubuh tim nasional (timnas) Indonesia. Nasib Tibo pun kini seolah terancam. Setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berencana mencoret pemain asal Papua tersebut di skuad Piala AFF 2012, November mendatang.
Sikap ceroboh kembali ditunjukkan Tibo, jelang keberangkatan timnas Garuda menjalani laga uji coba di Hanoi, Vietnam, Selasa (16/10). Akibat tidak membawa paspor ke bandara, mantan penyerang Persipura Jayapura tersebut menjadi satu-satunya pemain yang tidak diboyong ke Vietnam.
Apa yang dilakukan penyerang berusia 23 tahun tersebut sebenarnya sudah acap kali terulang. Sebelum kasus yang membuatnya tidak dibawa ke Vietnam, Tibo pun sebenarnya menjadi pemain terakhir yang tiba dalam pelatihan nasional (pelatnas) tahap ke tiga timnas Garuda.
Alasan keluarga yang sedang bermasalah pun, kembali dijadikan tameng pemain dengan nama lengkap Titus Jhon Londouw Bonai tersebut. Tibo seolah tidak pernah bosan-bosannya, mengedepankan adanya permasalahan keluarga sebagai alasan dibeberapa tindak idisipliner yang pernah dirinya lakukan.
''Saya sedang memiliki masalah dengan keluarga saya,” ungkap Tibo singkat, saat coba dikonfirmasi soal tindak indisipliner yang kembali dilakukannya kali ini.
Ancaman sanksi atas apa yang dilakukan Tibo, memang secara tegas diutarakan ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong. Pria yang juga menjabat sebagai penanggung jawab timnas Indonesia tersebut, mengaku sudah tidak sanggup lagi mengikuti kebiasaan buruk sang pemain.
''Saya sudah stres soal Tibo. Kami sudah berikan semua hak dia mulai dari bonus dan lain-lain, tapi apa yang dia lakukan? Kami akan menguhukum dia dan mungkin dicoret dari skuad timnas di AFF nanti. Kami tidak ingin adanya Tibo malah akan merusak kekompakamn tim,” papar Limbong.
“Kami tidak mau ada anak emas di dalam tubuh timnas. Kami menggap semua pemain sama. Yang tidak disiplin yang harus ditindak, supaya ada efek jera disana. Untuk menghukum Tibo, saya memiliki hak tersebut sebagai ketua Komdis PSSI,” sambungnya.
Sementara itu, kemungkinan besar Tibo tidak akan dibawa saat timnas berlaga di Piala AFF, tidak dirisaukan League sebagai produsen alat-alat olahraga yang saat ini menjalin kerja sama dengan Tibo. Bagi League, kontra dengan Tibo akan terus berjalan sampai akhir tahun ini.
“Kontrak dengan Tibo sampai tahun depan, jadi kami akan terus lanjutkan itu. Untuk apakah ada pernalti dari tidak bermainnya Tibo di timnas, saya rasa sampai saat ini belum ada. Kami hanya ingin bersikap profesional, karena semua kesepakatan sudah tertuang dalam kontrak,” papar perwakilan League, Riris.
“Kami sebenarnya juga sedang menguhungi Tibo, karena kami berencana untuk menggelar sesi pemotretan dengan dirinya. Untuk lebih lanjutnya, saya tidak usah banyak berbicara dulu,” sambungnya.
Sikap ceroboh kembali ditunjukkan Tibo, jelang keberangkatan timnas Garuda menjalani laga uji coba di Hanoi, Vietnam, Selasa (16/10). Akibat tidak membawa paspor ke bandara, mantan penyerang Persipura Jayapura tersebut menjadi satu-satunya pemain yang tidak diboyong ke Vietnam.
Apa yang dilakukan penyerang berusia 23 tahun tersebut sebenarnya sudah acap kali terulang. Sebelum kasus yang membuatnya tidak dibawa ke Vietnam, Tibo pun sebenarnya menjadi pemain terakhir yang tiba dalam pelatihan nasional (pelatnas) tahap ke tiga timnas Garuda.
Alasan keluarga yang sedang bermasalah pun, kembali dijadikan tameng pemain dengan nama lengkap Titus Jhon Londouw Bonai tersebut. Tibo seolah tidak pernah bosan-bosannya, mengedepankan adanya permasalahan keluarga sebagai alasan dibeberapa tindak idisipliner yang pernah dirinya lakukan.
''Saya sedang memiliki masalah dengan keluarga saya,” ungkap Tibo singkat, saat coba dikonfirmasi soal tindak indisipliner yang kembali dilakukannya kali ini.
Ancaman sanksi atas apa yang dilakukan Tibo, memang secara tegas diutarakan ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong. Pria yang juga menjabat sebagai penanggung jawab timnas Indonesia tersebut, mengaku sudah tidak sanggup lagi mengikuti kebiasaan buruk sang pemain.
''Saya sudah stres soal Tibo. Kami sudah berikan semua hak dia mulai dari bonus dan lain-lain, tapi apa yang dia lakukan? Kami akan menguhukum dia dan mungkin dicoret dari skuad timnas di AFF nanti. Kami tidak ingin adanya Tibo malah akan merusak kekompakamn tim,” papar Limbong.
“Kami tidak mau ada anak emas di dalam tubuh timnas. Kami menggap semua pemain sama. Yang tidak disiplin yang harus ditindak, supaya ada efek jera disana. Untuk menghukum Tibo, saya memiliki hak tersebut sebagai ketua Komdis PSSI,” sambungnya.
Sementara itu, kemungkinan besar Tibo tidak akan dibawa saat timnas berlaga di Piala AFF, tidak dirisaukan League sebagai produsen alat-alat olahraga yang saat ini menjalin kerja sama dengan Tibo. Bagi League, kontra dengan Tibo akan terus berjalan sampai akhir tahun ini.
“Kontrak dengan Tibo sampai tahun depan, jadi kami akan terus lanjutkan itu. Untuk apakah ada pernalti dari tidak bermainnya Tibo di timnas, saya rasa sampai saat ini belum ada. Kami hanya ingin bersikap profesional, karena semua kesepakatan sudah tertuang dalam kontrak,” papar perwakilan League, Riris.
“Kami sebenarnya juga sedang menguhungi Tibo, karena kami berencana untuk menggelar sesi pemotretan dengan dirinya. Untuk lebih lanjutnya, saya tidak usah banyak berbicara dulu,” sambungnya.
(aww)