Horee, bonus atlet Jatim cair
Kamis, 18 Oktober 2012 - 21:17 WIB
Horee, bonus atlet Jatim cair
A
A
A
Sindonews.com - Para atlet Jawa Timur peraih medali di PON XVIII/2012 Riau akhirnya bisa tersenyum lega. Mereka bisa segera menerima pencairan bonus dengan total nilai sebesar Rp 21,5 miliar.
''Sebelum gubernur berangkat haji sudah tidak ada ganggungan. Bagi yang mau mengambil silakan mulai minggu depan,” kata Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhiman Abror saat ditemui di Kantor KONI Jawa Timur, Kamis (19/10).
Seperti janji awal, peraih medali emas perorangan mendapat Rp150 juta, medali emas beregu beranggotakan 2 orang masing-masing Rp90 juta, beregu beranggotakan tiga orang masing-masing Rp75 juta, dan beregu beranggotakan lima orang ke atas masing-masing Rp65 juta.
Sedangkan peraih medali perak perorangan akan mendapat Rp75 juta, dan peraih medali perunggu perorangan berhak mendaptkan Rp25 juta. ''Untuk perak dan perunggu yang beregu sudah pasti di bawah itu, tapi saya tidak hapal satu persatu nilainya,” ucapnya.
Diakui, Abror proses pencairan bonus kepada atlet maupun ofisial cabang olahraga (cabor) memang tergolong lambat. Ini dikarenakan proses penghitungannya yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tak sebatas bonus kepada peraih medali, baik emas, perak ataupun perunggu. "KONI Jawa Timur juga memberikan bonus lain seperti bonus over target, itu juga akan kita berikan, " ujarnya.
Setelah proses pencairan bonus kepada atlet tuntas, selanjutnya baru dilakukan proses pencairan kepada pelatih, manager ataupun ofisial tim lainnya. Sengaja proses pencairannya tidak dilakukan bersamaan dengan bonus atlet semata-mata karena kepentingan administrasi.
Sebenarnya, dana bonus bagi pelatih maupun official tim lainnya sudah cair. “Untuk manajer dan pelatih sabar dulu, uang sudah turun tapi yang didahulukan atlet. Semoga minggu depan untuk manajer dan pelatih sudah bisa dicairkan, kita tuntaskan dulu yang untuk atlet,” terangnya.
Besarnya bonus pelatih lanjut Dhimam Abror, setara dengan bonus atlet peraih medali emas perorangan. Hanya saja, nilai tersebut tidak dikalikan lagi dengan jumlah medali emas yang didapat. “Meskipun atletnya dapat lebih dari emas, bonus pelatih dan manajer tetap satu.
Nilainya setara dengan emas perorangan,” pungkasnya.
''Sebelum gubernur berangkat haji sudah tidak ada ganggungan. Bagi yang mau mengambil silakan mulai minggu depan,” kata Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhiman Abror saat ditemui di Kantor KONI Jawa Timur, Kamis (19/10).
Seperti janji awal, peraih medali emas perorangan mendapat Rp150 juta, medali emas beregu beranggotakan 2 orang masing-masing Rp90 juta, beregu beranggotakan tiga orang masing-masing Rp75 juta, dan beregu beranggotakan lima orang ke atas masing-masing Rp65 juta.
Sedangkan peraih medali perak perorangan akan mendapat Rp75 juta, dan peraih medali perunggu perorangan berhak mendaptkan Rp25 juta. ''Untuk perak dan perunggu yang beregu sudah pasti di bawah itu, tapi saya tidak hapal satu persatu nilainya,” ucapnya.
Diakui, Abror proses pencairan bonus kepada atlet maupun ofisial cabang olahraga (cabor) memang tergolong lambat. Ini dikarenakan proses penghitungannya yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tak sebatas bonus kepada peraih medali, baik emas, perak ataupun perunggu. "KONI Jawa Timur juga memberikan bonus lain seperti bonus over target, itu juga akan kita berikan, " ujarnya.
Setelah proses pencairan bonus kepada atlet tuntas, selanjutnya baru dilakukan proses pencairan kepada pelatih, manager ataupun ofisial tim lainnya. Sengaja proses pencairannya tidak dilakukan bersamaan dengan bonus atlet semata-mata karena kepentingan administrasi.
Sebenarnya, dana bonus bagi pelatih maupun official tim lainnya sudah cair. “Untuk manajer dan pelatih sabar dulu, uang sudah turun tapi yang didahulukan atlet. Semoga minggu depan untuk manajer dan pelatih sudah bisa dicairkan, kita tuntaskan dulu yang untuk atlet,” terangnya.
Besarnya bonus pelatih lanjut Dhimam Abror, setara dengan bonus atlet peraih medali emas perorangan. Hanya saja, nilai tersebut tidak dikalikan lagi dengan jumlah medali emas yang didapat. “Meskipun atletnya dapat lebih dari emas, bonus pelatih dan manajer tetap satu.
Nilainya setara dengan emas perorangan,” pungkasnya.
(aww)