SMPN 12 Jambi berpeluang juara grup A
Kamis, 18 Oktober 2012 - 22:10 WIB
SMPN 12 Jambi berpeluang juara grup A
A
A
A
Sindonews.com - Tim sepak bola SMPN 12 Meringin, Jambi, kembali meraih poin sempurna pada laga kedua Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2012. Enam poin berhasil dikumpulkan Roby Andi Purnomo dkk setelah menggasak SMPN 1 Tebing Tinggi, Sumatra Utara (Sumut), 2-1, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (18/10).
Kemenangan itu memperbesar peluang tim SMPN 12 Meringin untuk keluar sebagai juara Grup A wilayah Jambi. Bermodal kemenangan 0-1 pada laga perdana dari SMPN Pangkalan Kerinci, Riau, usaha untuk membuka peluang lebih lebar langsung ditunjukan anak-anak Jambi.
Mereka kembali menurunkan duet Roby dan Candra Wijaya, Jambi kembali tunjukan dominasinya.
Gol kemenangan Jambi pun dibuka pada menit ke-31 lewat sepakan Ari Royandi sebelum turun minum. Memasuki jalannya babak kedua, Jambi kembali memperlebar jarak.
Kali ini giliran Candra yang jadi motor keunggulan Jambi, leat eksekusi penalti. Adapun gol balasan Sumut, juga lahir dari titik penalti melalui sepakan Muhammad Jodi Azhar.
''Sebenarnya pemain-pemain kami terlihat sangat grogi dalam menjalani pertandingan ini. Tapi kami sangat bersukur kembali mampu meraih kemenangan dan membuka peluang lolos untuk melaju ke babak selanjutnya,” ungkap pelatih Jambi, Karno Dwiyatno.
Hasil maksimal yang diraih Jambi, membuat mereka tinggal menunggu siapa saingan terdekat. Tapi hal itu sepertinya akan mudah diprediksi. SMPN 1 Peusangan yang jadi wakil Aceh, berpeluang besar jadi pesaing Jambi setelah menggunduli Sumut dengan kedudukan, 10-2, pada partai perdana.
Aceh dan Jambi jadi dua kandidat utama yang akan jadi perwakilan Grup A di babak delapan besar nantinya. Kedua tim sendiri akan saling ‘bunuh’ untuk keluar sebagai yang terbaik, pada pertandingan terakhir, Jum’at (19/10).
“Saat bertemu Aceh, kami akan berusaha mencari celah. Kami melihat tim Aceh mempunyai pemain-pemain yang bagus baik sisi kanan ataupun kiri. Kemampuan itu semakin berbahaya, karena Aceh memiliki penyerang berpostur tinggi,” papar Karno.
“Untuk berbicara peluang, saya rasa kami memiliki peluang yang sama. Secara kualitas kami juga melihat Aceh memiliki kualitas yang lebih baik. Tapi kami akan tetap optimis, karena kami juga layak untuk melaju kebabak selanjutnya,” lanjutnya.
Sementara Sumut, terpaksa menjadi tim pertama yang sudah memastikan diri tersingkir. Selain tidak mampu melanjutkan perjalanan kebabak selanjutnya, Sumut menjadi tim terburuk dalam jumlah kemasukan. Dari dua laga yang telah dimainkan, gawang Sumut sudah kemasukan 12 gol.
Kemenangan itu memperbesar peluang tim SMPN 12 Meringin untuk keluar sebagai juara Grup A wilayah Jambi. Bermodal kemenangan 0-1 pada laga perdana dari SMPN Pangkalan Kerinci, Riau, usaha untuk membuka peluang lebih lebar langsung ditunjukan anak-anak Jambi.
Mereka kembali menurunkan duet Roby dan Candra Wijaya, Jambi kembali tunjukan dominasinya.
Gol kemenangan Jambi pun dibuka pada menit ke-31 lewat sepakan Ari Royandi sebelum turun minum. Memasuki jalannya babak kedua, Jambi kembali memperlebar jarak.
Kali ini giliran Candra yang jadi motor keunggulan Jambi, leat eksekusi penalti. Adapun gol balasan Sumut, juga lahir dari titik penalti melalui sepakan Muhammad Jodi Azhar.
''Sebenarnya pemain-pemain kami terlihat sangat grogi dalam menjalani pertandingan ini. Tapi kami sangat bersukur kembali mampu meraih kemenangan dan membuka peluang lolos untuk melaju ke babak selanjutnya,” ungkap pelatih Jambi, Karno Dwiyatno.
Hasil maksimal yang diraih Jambi, membuat mereka tinggal menunggu siapa saingan terdekat. Tapi hal itu sepertinya akan mudah diprediksi. SMPN 1 Peusangan yang jadi wakil Aceh, berpeluang besar jadi pesaing Jambi setelah menggunduli Sumut dengan kedudukan, 10-2, pada partai perdana.
Aceh dan Jambi jadi dua kandidat utama yang akan jadi perwakilan Grup A di babak delapan besar nantinya. Kedua tim sendiri akan saling ‘bunuh’ untuk keluar sebagai yang terbaik, pada pertandingan terakhir, Jum’at (19/10).
“Saat bertemu Aceh, kami akan berusaha mencari celah. Kami melihat tim Aceh mempunyai pemain-pemain yang bagus baik sisi kanan ataupun kiri. Kemampuan itu semakin berbahaya, karena Aceh memiliki penyerang berpostur tinggi,” papar Karno.
“Untuk berbicara peluang, saya rasa kami memiliki peluang yang sama. Secara kualitas kami juga melihat Aceh memiliki kualitas yang lebih baik. Tapi kami akan tetap optimis, karena kami juga layak untuk melaju kebabak selanjutnya,” lanjutnya.
Sementara Sumut, terpaksa menjadi tim pertama yang sudah memastikan diri tersingkir. Selain tidak mampu melanjutkan perjalanan kebabak selanjutnya, Sumut menjadi tim terburuk dalam jumlah kemasukan. Dari dua laga yang telah dimainkan, gawang Sumut sudah kemasukan 12 gol.
(aww)