Bruno Casmir diperebutkan Persiba-Persibangga
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 21:34 WIB
Bruno Casmir diperebutkan Persiba-Persibangga
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul dan Persibangga Purbalingga saling bersaing mendapatkan servis mantan pemain PSS Sleman Bruno Casmir untuk musim depan. Meski keduanya beda kasta, Persiba di level tertinggi Indonesian Primier League (IPL) sedangkan Persibangga baru promosi ke Divisi Utama, namun tidak mudah bagi Persiba bisa mendapatkannya.
Yang jelas kedua tim terlihat serius mengamankan tanda tangan pemain asal Kamerun itu. Misalnya, Persiba mengikutsertakan pemain berbadan tinggi gempal ini dalam Batik Cup 2012 di Solo. Sedangkan Persibangga juga tidak kalah gertak, salah satunya dengan iming-iming gaji tinggi.
Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengatakan, tim kebanggaan publik Bantul ini sudah kehilangan dua stopper andalnya, yakni pemain timnas Wahyu Wijiastanto dan legiun asing Eduardo Bizzaro. Kekosongan pada posisi stoper ini membuat Persiba harus cepat mengisinya dengan pemain yang kualitasnya sepadan. "Dia (Bruno Casmir) bisa menjadi stopper untuk Persiba musim depan," katanya, Sabtu (20/10/2012).
Keseriusan Persiba juga didasari pada laga Batik Cup 2012. Pada laga itu, pemain bernama lengkap Bruno Casmir Koutou Kounjouenko ini langsung diturunkan sebagai starting line up berduet dengan calon pemain Persiba dari Sriwijaya FC, Nova Arianto. Duet Bruno dan Nova tampak kokoh di barian pertahanan, seolah bisa menggantikan duet Wahyu WIjiastanto - Eduardo Bizzaro. "Keduanya (Bruno-Nova) mahir menghalau bola-bola atas," imbuh Sajuri.
Namun yang menjadi kekawatiran Sajuri seputar Bruno adalah riwayat cedera yang pernah dialaminya. "Kami mengakui, Bruno ini sebenarnya bagus. Dia dapat menjadi benteng pertahanan sekaligus bisa juga menjadi pengontrol ritmen permainan. Tapi dia pernah cedera pada lutut yang sewaktu-waktu bisa kambuh," jelasnya.
Sementara itu, General Manager Persibangga Rohman Supriyadi mengatakan, klub kebanggaan Kota Perwira sangat berminat mendatangkan Bruno Casmir. Keberadaan pemain kelahiran Kamerun 7 Februari 1981 ini dianggap bisa memperkuat skuad Persibangga mengarungi Divisi Utama yang baru pertama kali dalam sejarah klub. "Kami tidak ingin hanya numpang lewat (di Divisi Utama), jadi kami berharap bisa mendatangkan sosok Bruno Casmir," ungkapnya.
Dia mengakui, salah satu kelemahan Persibangga musim lalu berada di sektor pertahanan. Sosok Bruno Casmir dianggap bisa menjawab kelemahan tersebut. "Kelemahan kami di sektor belakang. Dia (Bruno) cocok untuk mengisi skuad kami," imbuhnya.
Yang jelas kedua tim terlihat serius mengamankan tanda tangan pemain asal Kamerun itu. Misalnya, Persiba mengikutsertakan pemain berbadan tinggi gempal ini dalam Batik Cup 2012 di Solo. Sedangkan Persibangga juga tidak kalah gertak, salah satunya dengan iming-iming gaji tinggi.
Asisten Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengatakan, tim kebanggaan publik Bantul ini sudah kehilangan dua stopper andalnya, yakni pemain timnas Wahyu Wijiastanto dan legiun asing Eduardo Bizzaro. Kekosongan pada posisi stoper ini membuat Persiba harus cepat mengisinya dengan pemain yang kualitasnya sepadan. "Dia (Bruno Casmir) bisa menjadi stopper untuk Persiba musim depan," katanya, Sabtu (20/10/2012).
Keseriusan Persiba juga didasari pada laga Batik Cup 2012. Pada laga itu, pemain bernama lengkap Bruno Casmir Koutou Kounjouenko ini langsung diturunkan sebagai starting line up berduet dengan calon pemain Persiba dari Sriwijaya FC, Nova Arianto. Duet Bruno dan Nova tampak kokoh di barian pertahanan, seolah bisa menggantikan duet Wahyu WIjiastanto - Eduardo Bizzaro. "Keduanya (Bruno-Nova) mahir menghalau bola-bola atas," imbuh Sajuri.
Namun yang menjadi kekawatiran Sajuri seputar Bruno adalah riwayat cedera yang pernah dialaminya. "Kami mengakui, Bruno ini sebenarnya bagus. Dia dapat menjadi benteng pertahanan sekaligus bisa juga menjadi pengontrol ritmen permainan. Tapi dia pernah cedera pada lutut yang sewaktu-waktu bisa kambuh," jelasnya.
Sementara itu, General Manager Persibangga Rohman Supriyadi mengatakan, klub kebanggaan Kota Perwira sangat berminat mendatangkan Bruno Casmir. Keberadaan pemain kelahiran Kamerun 7 Februari 1981 ini dianggap bisa memperkuat skuad Persibangga mengarungi Divisi Utama yang baru pertama kali dalam sejarah klub. "Kami tidak ingin hanya numpang lewat (di Divisi Utama), jadi kami berharap bisa mendatangkan sosok Bruno Casmir," ungkapnya.
Dia mengakui, salah satu kelemahan Persibangga musim lalu berada di sektor pertahanan. Sosok Bruno Casmir dianggap bisa menjawab kelemahan tersebut. "Kelemahan kami di sektor belakang. Dia (Bruno) cocok untuk mengisi skuad kami," imbuhnya.
(aww)