Rp 600 juta untuk pilih ketum KONI Jatim!
Senin, 22 Oktober 2012 - 18:33 WIB
Rp 600 juta untuk pilih ketum KONI Jatim!
A
A
A
Sindonews.com - Memilih ketua umum baru KONI Jawa Timur ternyata butuh biaya tidak sedikit. Buktinya, induk organisasi olahraga tertinggi di Jatim itu sudah menyiapkan dana sebesar Rp 600 juta untuk menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub), pertengahan Desember mendatang.
Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhimam Abror mengatakan anggaran Musprovlub memang cukup besar. Sebab, akan melibatkan banyak kalangan. Mulai dari pengurus cabang olahraga (cabor) hingga pengurus KONI daerah yang tersebar di 38 wilayah. ''Dari Musprov ke Musprov anggarannya memang selalu tinggi. Sekarang yang sudah kita siapkan Rp 600 juta,” katanya.
Agenda Musprovlub harus digelar KONI Jatim sebelum tanggal 25 Desember untuk mencari ketua umum definitif mengantikan Syaifullah Yusuf. Eakil gubernur Jatim ini sudah non aktif pasca terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri No. 800/148/sj, pada Januari 2012.
Dalam surat edaran itu secara spesifik melarang kepala/wakil daerah tingkat I dan tingkat II, pejabat publik, termasuk wakil rakyat, merangkap jabatan pada organisasi olahraga seperti KONI. Setelah non aktif, posisi Saifullah Yusuf digantikan Erlangga Satriaagung sebagai Ketua Umum (Plt) KONI Jatim yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum.
Soal waktu pelaksanannya Musprovlub, lanjut Abror, berdasarkan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (SK Plt) Ketua Umum KONI Jawa Timur, Musprovlub harus digelar paling lambat tiga bulan setelah berakhirnya PON XVIII/2012 Riau, September lalu. "Belum kita tentukan tanggalnya, yang pasti sebelum tanggal 21 Desember, "tandas Abror.
Sebab, jika digelar setelah 21 Desember, maka KONI Jawa Timur harus memperpanjang lagi SK Plt Ketua Umum KONI Jawa Timur yang dijabat Erlangga Satriagung. ''Sudah kita sepakati Desember. Agar tidak perlu memperpanjang SK Plt lagi,” ungkapnya.
Ditambahkan Abror, pelaksanaan Musprovlub ini sudah dibicarakan bersama dengan Erlangga Satriagung maupun dengan Wakil Ketua KONI Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti. "Selain itu ada beberapa pihak terkait sudah kita ajak bicara. Hasil rapat dengan pak Erlangga sudah saya laporkan ke pak Nyalla. Ini tentatif karena mereka para wakil ketua,” paparnya.
Disinggung siapa bakal calon ketua umum KONI Jatim mendatang, Dhimam Abror, masih tutup mulut. Sebab, pihaknya mengaku hanya hanya mengurusi persoalan teknis pelaksanaan Musprovlub. ''Kita hanya masalah teknis. Urusan calon nanti, biar sharing committee yang membuat target,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Plt KONI Jatim Erlangga Satriagung sudah mengatakan akan mundur setelah gagal membawa Jatim mempertahankan gelar juara umum PON XVIII/Riau. "KONI Jatim butuh orang yang lebih punya waktu, saya sudah sampaikan ke gubernur, " ujarnya belum lama ini.
Prestasi Jatim di PON XVIII/Riau memang menurun drastis. Bukan hanya gagal mempertahankan gelar juara umum, tapi juga terpuruk di peringkat ketiga kalah dari Jawa Barat yang menjadi runner-up di bawah DKI Jakarta. Bahkan dari target 133 medali emas, Jatim hanya bisa merealisasikan 86 emas.
Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhimam Abror mengatakan anggaran Musprovlub memang cukup besar. Sebab, akan melibatkan banyak kalangan. Mulai dari pengurus cabang olahraga (cabor) hingga pengurus KONI daerah yang tersebar di 38 wilayah. ''Dari Musprov ke Musprov anggarannya memang selalu tinggi. Sekarang yang sudah kita siapkan Rp 600 juta,” katanya.
Agenda Musprovlub harus digelar KONI Jatim sebelum tanggal 25 Desember untuk mencari ketua umum definitif mengantikan Syaifullah Yusuf. Eakil gubernur Jatim ini sudah non aktif pasca terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri No. 800/148/sj, pada Januari 2012.
Dalam surat edaran itu secara spesifik melarang kepala/wakil daerah tingkat I dan tingkat II, pejabat publik, termasuk wakil rakyat, merangkap jabatan pada organisasi olahraga seperti KONI. Setelah non aktif, posisi Saifullah Yusuf digantikan Erlangga Satriaagung sebagai Ketua Umum (Plt) KONI Jatim yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum.
Soal waktu pelaksanannya Musprovlub, lanjut Abror, berdasarkan Surat Keputusan Pelaksana Tugas (SK Plt) Ketua Umum KONI Jawa Timur, Musprovlub harus digelar paling lambat tiga bulan setelah berakhirnya PON XVIII/2012 Riau, September lalu. "Belum kita tentukan tanggalnya, yang pasti sebelum tanggal 21 Desember, "tandas Abror.
Sebab, jika digelar setelah 21 Desember, maka KONI Jawa Timur harus memperpanjang lagi SK Plt Ketua Umum KONI Jawa Timur yang dijabat Erlangga Satriagung. ''Sudah kita sepakati Desember. Agar tidak perlu memperpanjang SK Plt lagi,” ungkapnya.
Ditambahkan Abror, pelaksanaan Musprovlub ini sudah dibicarakan bersama dengan Erlangga Satriagung maupun dengan Wakil Ketua KONI Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti. "Selain itu ada beberapa pihak terkait sudah kita ajak bicara. Hasil rapat dengan pak Erlangga sudah saya laporkan ke pak Nyalla. Ini tentatif karena mereka para wakil ketua,” paparnya.
Disinggung siapa bakal calon ketua umum KONI Jatim mendatang, Dhimam Abror, masih tutup mulut. Sebab, pihaknya mengaku hanya hanya mengurusi persoalan teknis pelaksanaan Musprovlub. ''Kita hanya masalah teknis. Urusan calon nanti, biar sharing committee yang membuat target,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Plt KONI Jatim Erlangga Satriagung sudah mengatakan akan mundur setelah gagal membawa Jatim mempertahankan gelar juara umum PON XVIII/Riau. "KONI Jatim butuh orang yang lebih punya waktu, saya sudah sampaikan ke gubernur, " ujarnya belum lama ini.
Prestasi Jatim di PON XVIII/Riau memang menurun drastis. Bukan hanya gagal mempertahankan gelar juara umum, tapi juga terpuruk di peringkat ketiga kalah dari Jawa Barat yang menjadi runner-up di bawah DKI Jakarta. Bahkan dari target 133 medali emas, Jatim hanya bisa merealisasikan 86 emas.
(aww)