Kembangkan F1, Presiden FIA butuh dana segar
Selasa, 23 Oktober 2012 - 10:17 WIB
Kembangkan F1, Presiden FIA butuh dana segar
A
A
A
Sindonews.com - Jelang pertemuan antara Federation Internationale de l'Automobile (FIA), FOM dan 12 tim Formula One (F1) yang akan berlangsung di Paris, Presiden FIA Jean Todt mengaku optimis pertemuan itu akan berjalan lancar.
Todt yakin pemegang hak komersial F1 yang diwakili oleh kepala eksekutif Bernie Ecclestone, dan perwakilan 12 tim bisa menyelesaikan permasalahan untuk mencapai kesepakatan berbagai masalah termasuk peran FIA dalam mengatur olahraga. " Bagi saya, FIA harus memiliki dampak yang lebih besar, tidak erosi," katanya kepada Financial Times, seperti dilansir AutoSport, Selasa (23/10/2012).
"Saya mencoba untuk mengontrol dan memberikan kontribusi kepada kemajuan olahraga F1. Jadi, peran FIA harus dilindungi serta dihormati."
Sebelum pertemuan itu berlangsung sejumlah isu sempat mengeruak salah satunya masalah pendapatan yang akan menjadi topik menarik. Pasalnya, hal itu akan menjadi persyaratan atau perjanjian baru FIA yang harus disetujui pihak penyelenggara F1 serta 12 tim pada 2013 hingga 2020 mendatang.
Todt membenarkan hal tersebut dan dia mengaku bahwa olahraga ini membutuhkan pendapatan yang besar untuk mendorong mengembangkan F1. Karena itu, FIA dapat mengarahkan olahraga ke posisi yang lebih bertanggung jawab, baik secara finansial maupun lingkungan.
"FIA merupakan sebuah organisasi non-profit, tapi kami perlu menjalankan organisasi ini untuk mendorong pengembangan olahraga Fi ke depannya. Jadi, kami tidak bisa menjadi sebuah payung tanpa pendapatan apapun. Maka kami membutuhkan dana segar sebesar USD2 juta," tutur Todt.
Kendati demikian, Todt mengakui saat ini kesehatan keuangan tim masih sangat rentan akibat iklim ekonomi sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, dia mengatakan akan melakukan pemotongan biaya untuk para pembalap. "Saya berharap proposal yang diajukan oleh 12 tim nanti, lebih kurang dari yang kami harapkan untuk mengurangi biaya," pungkasnya.
Todt yakin pemegang hak komersial F1 yang diwakili oleh kepala eksekutif Bernie Ecclestone, dan perwakilan 12 tim bisa menyelesaikan permasalahan untuk mencapai kesepakatan berbagai masalah termasuk peran FIA dalam mengatur olahraga. " Bagi saya, FIA harus memiliki dampak yang lebih besar, tidak erosi," katanya kepada Financial Times, seperti dilansir AutoSport, Selasa (23/10/2012).
"Saya mencoba untuk mengontrol dan memberikan kontribusi kepada kemajuan olahraga F1. Jadi, peran FIA harus dilindungi serta dihormati."
Sebelum pertemuan itu berlangsung sejumlah isu sempat mengeruak salah satunya masalah pendapatan yang akan menjadi topik menarik. Pasalnya, hal itu akan menjadi persyaratan atau perjanjian baru FIA yang harus disetujui pihak penyelenggara F1 serta 12 tim pada 2013 hingga 2020 mendatang.
Todt membenarkan hal tersebut dan dia mengaku bahwa olahraga ini membutuhkan pendapatan yang besar untuk mendorong mengembangkan F1. Karena itu, FIA dapat mengarahkan olahraga ke posisi yang lebih bertanggung jawab, baik secara finansial maupun lingkungan.
"FIA merupakan sebuah organisasi non-profit, tapi kami perlu menjalankan organisasi ini untuk mendorong pengembangan olahraga Fi ke depannya. Jadi, kami tidak bisa menjadi sebuah payung tanpa pendapatan apapun. Maka kami membutuhkan dana segar sebesar USD2 juta," tutur Todt.
Kendati demikian, Todt mengakui saat ini kesehatan keuangan tim masih sangat rentan akibat iklim ekonomi sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, dia mengatakan akan melakukan pemotongan biaya untuk para pembalap. "Saya berharap proposal yang diajukan oleh 12 tim nanti, lebih kurang dari yang kami harapkan untuk mengurangi biaya," pungkasnya.
(aww)