Perbakin Sumsel matangkan petembak junior
Selasa, 23 Oktober 2012 - 21:50 WIB
Perbakin Sumsel matangkan petembak junior
A
A
A
Sindonews.com - Pengprov Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Sumsel mematangkan beberapa petembak junior. Pelatih menembak Sumsel Kuncung Sudiono mengaku kecewa dengan hasil yang diraih pada gelaran PON XVIII Riau lalu. Meski memiliki atlet berpengalaman, namun faktor x membuat prestasi Sumsel tidak sesuai harapan.
''PON lalu memang banyak masalah terutama venue dan regulasi pertandingan yang tidak seperti biasanya. Namun itu sudah lewat. Lebih baik energi kita fokus ke depan bagaimana menyiapkan atlet junior sehingga mereka bisa muncul dan mulai menggantikan posisi para seniornya saat ini,” ujar Kuncung beberapa waktu lalu.
Salah satu yang disiapkan saat ini adalah jelang even PON Remaja yang akan dilaksanakan tahun 2014 mendatang. Meski masih lama, namun persiapan untuk mematangkan para atlet yang disiapkan turun di ajang yang baru pertama dihelat itu tidak bisa instan.
''Untuk meraih hasil maksimal, harus dari sekarang mulai disiapkan. Latihan rutin dan ikut kompetisi nasional maupun internasional. Sehingga harapan mereka berprestasi di masa depan lebih menjanjikan,” tutur Kuncung.
Diterangkan pelatih nasional menembak ini, Sumsel memiliki beberapa atlet junior potensial. Sehingga pihaknya tidak terlalu khawatir mengenai bahan baku atlet yang akan dibina lebih lanjut.
''Kalau di level junior sebenarnya ada beberapa nama. Namun yang masih memenuhi syarat tampil di PON Remaja yaitu usia 13-17 tahun, Sumsel punya Wilia Ponda Saputri dan Hasto Mulyo Nugroho di nomor air rifle putra dan putri. Bukan tidak mungkin akan muncul lagi nama-nama lain selama persiapan nantinya,” katanya.
Meski Perbakin Sumsel membina beberapa atlet menembak junior, namun nantinya akan ada seleksi terbuka bagi atlet-atlet binaan klub menembak di seluruh Sumsel. Hal itu untuk menjaring potensi-potensi atlet junior di daerah. ''Pastinya bakal ada seleksi untuk membentuk tim. Kalau tidak dengan kejuaraan daerah, penilaian juga akan dilihat dari hasil Kejurnas yang diikuti atlet tersebut,” terang Kuncung.
Berdasarkan hasil rapat dari perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se-Indonesia. PON Remaja akan digelar di Jawa Timur 2014 mendatang dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga seperti atletik, aquatik, panahan, bulu tangkis, basket, tinju, kano, balap sepeda. Kemudian, berkuda, anggar, sepak bola, senam, bola tangan, hoki, judo, dayung, layar, menembak, tenis meja, taekwondo, tenis lapangan, triatlon, voli pantai, angkat berat, gulat dan golf.
Namun, cabang olahraga modern pentatlon dan rugbi yang dipertandingkan di Youth Olympic Games (YOG) tidak dimainkan di PON Remaja. Karena keduanya masih minim peminat dan induk organisasinya di Indonesia belum ada.
''PON lalu memang banyak masalah terutama venue dan regulasi pertandingan yang tidak seperti biasanya. Namun itu sudah lewat. Lebih baik energi kita fokus ke depan bagaimana menyiapkan atlet junior sehingga mereka bisa muncul dan mulai menggantikan posisi para seniornya saat ini,” ujar Kuncung beberapa waktu lalu.
Salah satu yang disiapkan saat ini adalah jelang even PON Remaja yang akan dilaksanakan tahun 2014 mendatang. Meski masih lama, namun persiapan untuk mematangkan para atlet yang disiapkan turun di ajang yang baru pertama dihelat itu tidak bisa instan.
''Untuk meraih hasil maksimal, harus dari sekarang mulai disiapkan. Latihan rutin dan ikut kompetisi nasional maupun internasional. Sehingga harapan mereka berprestasi di masa depan lebih menjanjikan,” tutur Kuncung.
Diterangkan pelatih nasional menembak ini, Sumsel memiliki beberapa atlet junior potensial. Sehingga pihaknya tidak terlalu khawatir mengenai bahan baku atlet yang akan dibina lebih lanjut.
''Kalau di level junior sebenarnya ada beberapa nama. Namun yang masih memenuhi syarat tampil di PON Remaja yaitu usia 13-17 tahun, Sumsel punya Wilia Ponda Saputri dan Hasto Mulyo Nugroho di nomor air rifle putra dan putri. Bukan tidak mungkin akan muncul lagi nama-nama lain selama persiapan nantinya,” katanya.
Meski Perbakin Sumsel membina beberapa atlet menembak junior, namun nantinya akan ada seleksi terbuka bagi atlet-atlet binaan klub menembak di seluruh Sumsel. Hal itu untuk menjaring potensi-potensi atlet junior di daerah. ''Pastinya bakal ada seleksi untuk membentuk tim. Kalau tidak dengan kejuaraan daerah, penilaian juga akan dilihat dari hasil Kejurnas yang diikuti atlet tersebut,” terang Kuncung.
Berdasarkan hasil rapat dari perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se-Indonesia. PON Remaja akan digelar di Jawa Timur 2014 mendatang dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga seperti atletik, aquatik, panahan, bulu tangkis, basket, tinju, kano, balap sepeda. Kemudian, berkuda, anggar, sepak bola, senam, bola tangan, hoki, judo, dayung, layar, menembak, tenis meja, taekwondo, tenis lapangan, triatlon, voli pantai, angkat berat, gulat dan golf.
Namun, cabang olahraga modern pentatlon dan rugbi yang dipertandingkan di Youth Olympic Games (YOG) tidak dimainkan di PON Remaja. Karena keduanya masih minim peminat dan induk organisasinya di Indonesia belum ada.
(aww)