Skema bonus bermasalah, atlet Jatim ancam hijrah

Rabu, 24 Oktober 2012 - 20:45 WIB
Skema bonus bermasalah,...
Skema bonus bermasalah, atlet Jatim ancam hijrah
A A A
Sindonews.com - Formulasi nilai bonus atlet PON XVIII Jawa Timur menuai masalah. Bukan hanya lamban dalam proses pencairan, namun skema nilai bonus juga memantik amarah atlet. Bahkan, sejumlah atlet mengancam akan hengkang dari Jawa Timur.

Ancaman bakal meninggalkan Jatim itu dipicu keputusan KONI Jatim dalam menentukan nilai bonus bagi atlet peraih medali di PON XVIII/Riau. Formulasi nilai bonus dianggap tidak adil lantaran hanya memprioritaskan peraih emas di nomor perorangan. Sedangkan emas beregu terkesan
diabaikan. "Kita sama-sama mendapatkan emas, tapi dianaktirikan," protes atlet menembak Jawa Timur, Firtian Judhi Swandarta.

Sekilas memang nilai bonus atlet Jatim yang berlaga di PON XVIII Jatim meningkat jika dibandingkan PON XVII 2008. Sebab, emas perorangan diberikan bonus senilai Rp 150 juta. Mengalami kenaikan 50 persen jika dibandingkan bonus emas perorangan PON XVII 2008. Saat itu emas perorangan diberikan bonus Rp 100 juta.

Masalahnya, di kategori emas beregu tidak mengalami kenaikan, jutru turun. Untuk medali emas nomor beregu dua/tiga orang misalnya, bonus yang diberikan hanya Rp 90 juta/orang. Padahal di PON XVII empat tahun lalu, dihargai Rp 95 juta/orang, "Bukan hanya turun tapi terpaut jauh dari
emas perorangan, kita tidak minta sama. Tapi jangan seperti ini, bedanya jauh dan malah turun, " ujar Judhi.

Bahkan, pria yang menyumbang medali emas dari nomor 100 meter air pistol beregu itu mengancam akan hengkang dari Jatim, karena KONI Jawa Timur dinilai tidak punya kominten “Kalau begini caranya, tahun depan pindah Papua saja,” katanya disela-sela acara pembukaan Porseni KORPRI di Kampus Unesa Lidah Wetan Surabaya.

Bukan skema bonus tidak hanya adil, proses pencairan bonus juga kisruh. Pemicunya hingga kemarin, puluhan atlet yang datang ke KONI Jatim terpaksa harus kembali gigit jari karena bonus belum bisa diambil," Belum bisa diambil, katanya baru besok," ujar Made Astika Oye, atlet selancar Jatim.

Made yang mendulang emas di nomor mistral ringan, berharap bonus seegara bisa cepat cair. Sebab, uang itu akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Bali. "Kalau yang tinggal di Surabaya mungkin bisa sabar, tapi saya tinggal di Bali. Tunggu bonus dulu baru bisa pulang, karena setelah ini tidak ada kegiatan, " harapnya.

Sehari sebelumnya, rombongan atlet loncat Indah juga mengalami kejadian serupa. Husaini Noor dan teman-temannya juga pulang dengan tangan hampa. “Ceknya katanya sudah ada, janjinya sebelum lebaran haji. Masih dihitung potongan pajaknya, ” cetusnya.

Ruwetnya pencairan bonus juga membuat Ketua Umum non aktif KONI Jawa Timur,Syaifullah Yusuf turun tangan. "Segera berikan hak atlet, agar mereka tidak putus asa dan bisa gembira. Saya sudah melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus KONI Jawa Timur dan menyanggupi untuk segera melakukan pencairan.” tegas wagub Jatim ini.

Jika diruntut, ruwenya pencairan bonus karena pengurus KONI Jatim terkesan lempar tanggung jawab. Bendahara KONI Jawa Timur tidak mau disalahkan karena masih menunggu rekapan data atlet peraih medali dari Bidang Pembinaan dan Prestasi. “Tugas bendahara hanya menghitung dan memberikan bonus,” kilahnya.

Anehnya, Bagian Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Timur Irmantara Subagya menyatakan sudah melakukan klasifikasi data atlet peraih medali berdasarkan data yang diterima dari Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON). Hasil klasifikasi datanya pun sudah diserahkan kepada bagian keuangan. ''Sudah saya klasifikasi, kalau pengkalian dengan nominal itu bagian keuangan,” elaknya.
(aww)
Berita Terkini
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
1 jam yang lalu
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
3 jam yang lalu
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
3 jam yang lalu
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
7 jam yang lalu
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
8 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
11 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved