KONI Kulonprogo minim konsep pembinaan
Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:35 WIB
KONI Kulonprogo minim konsep pembinaan
A
A
A
Sindonews.com –Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kulonprogo dinilai setengah hati menjalankan tugasnya. KONI diangga tidak memiliki konsep jelas dan upaya nyata dalam pembinaan olahraga.
Salah satu contohnya, KONI Kulonprogo tidak mengagendakan pemusatan latihan usai gelaran Porkab 2012. Padahal, porkab bertujuan menjaring atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2013.
“Atet yang sudah terjaring ini mau di kemana kan. Seharusnya kan digembleng dalam program pelatda. Tapi sayang, KONIi tidak punya program itu. KONI seperti tidak serius dalama pembinaan,” kata Pelaksana Harian Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kulonprogo, Ferry Kuahaty, Kamis (25/10/2012).
Menurut dia, selama ini penanganan yang dilakukan KONI dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait masih terkesan setengah-setengah. Pembinaan justru ada di tingkat cabor masing-masing, dan bukan dari atas. “Padahal kalau terbangun kekuatan dan keharmonisan serta terkonsep dengan baik tentu akan bermuara pada prestasi,” katanya.
Belum adanya keselarasan antara KONI dengan cabor, kata Ferry, menimbulkan keprihatinan. Dia tak ingin kondisi ini terus berlanjut agar tidak merugikan masa depan olahraga di Kulonprogo. “Pemkab seharusnya ikut turun tangan, mengimbau KONI lebih serius. KONI juga perlu mengevaluasi gelaran porkab,” kata dia.
Ketua KONI Kulonprogo, Sardal mengaku setuju menggelar pelatda guna menyiapkan para atlet menghadapi Porprov 2013. Hanya saja, untuk penyelenggaraannya perlu dana yang besar dan harus diusulkan terlebih dulu agar bisa dialokasikan oleh Pemkab. Adapun terkait evaluasi Porkab, pihaknya berencana menyelenggarakan awal November mendatang.
“Saya sangat setuju ada pelatda. Cuma nanti, ketika dana sudah dapat akan dialokasikan ke sana. Karena usulannya belum ada, rencananya akan kami usulkan melalui musrenbang di awal 2013. Akan kami kaji dan godog dulu terkait waktu, tempat, biaya, dan pelatihnya, akan disesuaikan dengan kemampuan dana,” katanya.
Salah satu contohnya, KONI Kulonprogo tidak mengagendakan pemusatan latihan usai gelaran Porkab 2012. Padahal, porkab bertujuan menjaring atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2013.
“Atet yang sudah terjaring ini mau di kemana kan. Seharusnya kan digembleng dalam program pelatda. Tapi sayang, KONIi tidak punya program itu. KONI seperti tidak serius dalama pembinaan,” kata Pelaksana Harian Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kulonprogo, Ferry Kuahaty, Kamis (25/10/2012).
Menurut dia, selama ini penanganan yang dilakukan KONI dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait masih terkesan setengah-setengah. Pembinaan justru ada di tingkat cabor masing-masing, dan bukan dari atas. “Padahal kalau terbangun kekuatan dan keharmonisan serta terkonsep dengan baik tentu akan bermuara pada prestasi,” katanya.
Belum adanya keselarasan antara KONI dengan cabor, kata Ferry, menimbulkan keprihatinan. Dia tak ingin kondisi ini terus berlanjut agar tidak merugikan masa depan olahraga di Kulonprogo. “Pemkab seharusnya ikut turun tangan, mengimbau KONI lebih serius. KONI juga perlu mengevaluasi gelaran porkab,” kata dia.
Ketua KONI Kulonprogo, Sardal mengaku setuju menggelar pelatda guna menyiapkan para atlet menghadapi Porprov 2013. Hanya saja, untuk penyelenggaraannya perlu dana yang besar dan harus diusulkan terlebih dulu agar bisa dialokasikan oleh Pemkab. Adapun terkait evaluasi Porkab, pihaknya berencana menyelenggarakan awal November mendatang.
“Saya sangat setuju ada pelatda. Cuma nanti, ketika dana sudah dapat akan dialokasikan ke sana. Karena usulannya belum ada, rencananya akan kami usulkan melalui musrenbang di awal 2013. Akan kami kaji dan godog dulu terkait waktu, tempat, biaya, dan pelatihnya, akan disesuaikan dengan kemampuan dana,” katanya.
(wbs)