Bikin tim tangguh, Persiba butuh Rp15 Miliar
Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:52 WIB
Bikin tim tangguh, Persiba butuh Rp15 Miliar
A
A
A
Sindonews.com – Perkiraan anggaran yang dibutuhkan Persiba Bantul selama mengarungi musim 2012-2013 mendatang sebesar Rp15 miliar. Anggaran itu untuk kebutuhan belanja pemain sekitar Rp8 miliar, sisanya untuk biaya operasional dan lainnya selama semusim.
Bendara Persiba Yulianto mengatakan, untuk membentuk skuad yang tangguh, anggaran yang dibutuhkan tim Laskar Sultan Agung berkisar Rp12-15 miliar. "Setidaknya kita harus memiliki uang Rp12-15 miliar untuk membentuk tim yang tangguh, yang kompetitif di kasta tertinggi," katanya, Kamis (25/10/2012).
Sampai saat ini, Persiba masih belum memiliki uang sebanyak itu. Piutang Persiba di konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI) selama season 2011-2012 lalu sampai sekarang belum dibayar. Sementara kick of Indonesia Primier League (IPL) pada 9 Februari, second league (Divisi Utama) 1 Maret dan Copa Indonesia 12 April.
Artinya, dalam waktu 3 bulan lagi dari sekarang, Persiba harus bisa mengumpulkan dana Rp12-15 miliar tersebut. Namun, meski perhelatan IPL sudah diketahui pelaksanaannya, namun secara rinci seperti jumlah kontestan belum ada gambaran pasti. Ini yang membuat managemen mengalami kendala dalam menentukan kebutuhan riil anggaran.
"Gambaran kebutuhan dana akan lebih riil jika kita sudah tahu bentuk kompetisi nanti seperti apa. Misalnya berapa klub yang akan ikut, strategi apa yang harus kita mainkan dan kekuatan pemain yang bagaimana yang kita siapkan,” kata Yulianto.
Yulianto mengatakan, untuk menopang kebutuhan selama satu musim penuh, pihak sponsor sangat penting. Namun, sejauh ini proses negoisasi antara managemen dengan sponsor belum ada kemajuan yang signifikan. "“Sponsor terus kita cari, tapi sampai saat ini sepertinya belum ada perkembangan yang berarti,” katanya.
Beruntung managemen Persiba menerapkan strategi penghematan anggaran dalam hal gaji pemain. Program yang diberi nama 'fair and solidarity finance' ini terbukti ampuh bisa menekan biaya pengeluaran. Managemen Persiba tidak ingin menggaji pemain setinggi langit, namun bisa memberi garansi bonus kemenangan langsung bisa dicairkan usai laga.
Manager Persiba Briyanto mengakui, Persiba bukan tim yang kaya raya, yang sanggup menggaji pemain sampai ratusan juta rupiah. Namun, kata dia, Persiba mempunyai 'senjata' yang tidak dimiliki klub lain, yakni kepastian dan ketepatan waktu dalam hal bonus kemenangan kepada pemain.
"Kita menganut fair and solidarity finance. Tidak ada pemain yang bergaji tinggi, yang berbeda jauh dengan pemain Persiba lainnya. Namun kami punya garansi, setiap kemenangan di sebuh laga, bonus langsung diberikan. Ternyata ketepatan waktu ini membuat pemain merasa nyaman bersama Persiba," jelas mantan manager Timnas U-17 PSSI.
Bendara Persiba Yulianto mengatakan, untuk membentuk skuad yang tangguh, anggaran yang dibutuhkan tim Laskar Sultan Agung berkisar Rp12-15 miliar. "Setidaknya kita harus memiliki uang Rp12-15 miliar untuk membentuk tim yang tangguh, yang kompetitif di kasta tertinggi," katanya, Kamis (25/10/2012).
Sampai saat ini, Persiba masih belum memiliki uang sebanyak itu. Piutang Persiba di konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI) selama season 2011-2012 lalu sampai sekarang belum dibayar. Sementara kick of Indonesia Primier League (IPL) pada 9 Februari, second league (Divisi Utama) 1 Maret dan Copa Indonesia 12 April.
Artinya, dalam waktu 3 bulan lagi dari sekarang, Persiba harus bisa mengumpulkan dana Rp12-15 miliar tersebut. Namun, meski perhelatan IPL sudah diketahui pelaksanaannya, namun secara rinci seperti jumlah kontestan belum ada gambaran pasti. Ini yang membuat managemen mengalami kendala dalam menentukan kebutuhan riil anggaran.
"Gambaran kebutuhan dana akan lebih riil jika kita sudah tahu bentuk kompetisi nanti seperti apa. Misalnya berapa klub yang akan ikut, strategi apa yang harus kita mainkan dan kekuatan pemain yang bagaimana yang kita siapkan,” kata Yulianto.
Yulianto mengatakan, untuk menopang kebutuhan selama satu musim penuh, pihak sponsor sangat penting. Namun, sejauh ini proses negoisasi antara managemen dengan sponsor belum ada kemajuan yang signifikan. "“Sponsor terus kita cari, tapi sampai saat ini sepertinya belum ada perkembangan yang berarti,” katanya.
Beruntung managemen Persiba menerapkan strategi penghematan anggaran dalam hal gaji pemain. Program yang diberi nama 'fair and solidarity finance' ini terbukti ampuh bisa menekan biaya pengeluaran. Managemen Persiba tidak ingin menggaji pemain setinggi langit, namun bisa memberi garansi bonus kemenangan langsung bisa dicairkan usai laga.
Manager Persiba Briyanto mengakui, Persiba bukan tim yang kaya raya, yang sanggup menggaji pemain sampai ratusan juta rupiah. Namun, kata dia, Persiba mempunyai 'senjata' yang tidak dimiliki klub lain, yakni kepastian dan ketepatan waktu dalam hal bonus kemenangan kepada pemain.
"Kita menganut fair and solidarity finance. Tidak ada pemain yang bergaji tinggi, yang berbeda jauh dengan pemain Persiba lainnya. Namun kami punya garansi, setiap kemenangan di sebuh laga, bonus langsung diberikan. Ternyata ketepatan waktu ini membuat pemain merasa nyaman bersama Persiba," jelas mantan manager Timnas U-17 PSSI.
(wbs)