Atlet Jatim ramai-ramai protes bonus

Kamis, 25 Oktober 2012 - 19:18 WIB
Atlet Jatim ramai-ramai...
Atlet Jatim ramai-ramai protes bonus
A A A
Sindonews.com - Setelah ditunggu-tunggu, bonus atlet Jawa Timur peraih medali di PON XVIII akhirnya Jatim cair, Kamis (26/10). Sayangnya, hanya peraih medali emas yang bisa tersenyum puas.

Sebaliknya, peraih medali perak harus tersenyum kecut lantaran nilai bonus turun drastis dibandingkan PON XVII/2008. Sesuai SK Ketua Umum KONI Jatim No 900 SK 88/601.1/2012 Tentang Bonus Atlet, pelatih, manajer, mekanik dan cabang olahraga pada PON XVIII/Riau, peraih medali perak perorangan hanya diberikan bonus Rp35 juta.

Sedangkan perunggu perorangan mendapatkan Rp 25 juta. Dibandingkan PON XVII/2008, bonus medali perak turun drastis. Sebab, empat tahun lalu, peraih medali perak perorangan mendapatkan bonus senilai Rp75 juta. "KONI Jatim sudah ingkar janji, katanya tetap sama seperti PON sebelumnya, Rp75 juta ternyata cuma Rp35 juta, " ujar Amrullah, atlet pencak silat Jatim yang menyumbang medali perak di PON XVIII/2012.

Protes keras juga diungkapkan pelari Jatim Serafi Unani didepan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf setelah penyerahan bonus secara simbolis di Aula KONI Jatim. "Saya di PON mendapatkan emas, tapi ikut lemas melihat nilai bonus teman-teman yang dapat perak dan perunggu. Gapnya terlalu jauh. Padahal kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan emas di sana, kami tidak minta sama. Tapi jangan beda jauh," ujarnya disambut tepuk tangan ratusan atlet yang hadir di ruangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bonus medali emas perorangan diguyur bonus Rp150 juta. Medali emas beregu (dua orang), masing-masing Rp90 juta, beregu (tiga orang), masing-masing Rp75 juta. Sedangkan untuk emas beregu yang beranggotakan lebih dari lima orang, diganjar Rp65 juta.

Serafi yang dijuluki sebagai wanita tercepat Indonesia itu berharap, ke depan KONI Jatim lebih adil dalam memberikan apresiasi pada peraih emas. "Tidak harus merata, yang penting seimbang. Ini bukan keluhan saya sendiri, tapi aspirasi teman-teman saya semuanya," lanjutnya.

Tak hanya mengeritik perbedaan bonus yang mencolok, Serafi juga keberatan karena bonus masih harus dipotong pajak. Memang, bonus yang diterima atlet masih akan dipotong oleh pajak penghasilan (PPH) senilai 5 persen untuk nilai bonus di bawah Rp50 juta dan 15 persen untuk bonus di atas Rp100 juta.

Menjawab keluhan atlet, Saifullah Yusuf berjanji akan memperhatikan dan mempertimbangkan usulan atlet, baik mengenai bonus dan pajak. "Menyangkut pajak memang keputusan pemerintah. Ini kewajiban penerima pajak. Ke depan akan kita perhatikan. Ini usulan yang baik," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini.

Ditambahkan Gus Ipul, bila pajak PON XVIII ditanggung KONI, maka KONI Jatim bakal mengeluarkan kocek kurang lebih Rp10 M hanya untuk pajak. "Kita syukuri apa yang sudah kita dapat sekarang. Ke depan usalan para atlet akan menjadi pertimbangan dalam memutuskan nilai bonus," janjinya.
(aww)
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
6 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
6 jam yang lalu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
6 jam yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
8 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
12 jam yang lalu
Infografis
Polisi Israel Gunakan...
Polisi Israel Gunakan Kekerasan Bubarkan Protes Yahudi Ortodoks
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved