KONI Jatim ambil-alih Puslatda PON 2016
Senin, 29 Oktober 2012 - 19:50 WIB
KONI Jatim ambil-alih Puslatda PON 2016
A
A
A
Sindonews.com - Terpuruknya prestasi Jatim di PON XVIII, membuat KONI Jatim meradang. Tahun depan, induk organisasi olahraga tertinggi di Jatim itu akan mengambil alih pelaksanaan Puslatda. Sebuah solusi atau arogansi KONI?
Rencana takeover program Puslatda proyeksi PON XIX/2016 diungkapkan Plt Ketua Umum KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung, setelah melakukan evaluasi terkait kegagalan Jatim mempertahankan gelar juara umum di PON XVIII/Riau, September lalu. "Ke depan kita akan mengubah pelaksanaan Puslatda, KONI akan lebih banyak berperan,"ujarnya di sela-sela pembagian bonus, belum lama ini.
Selama dua kali pelaksanaan Pusltada, masing-masing cabang olahraga diberikan kewenangan sebagai pelaksana. Sementara KONI Jatim hanya sebatas melakukan monitoring dan evaluasi, "Seperti atlet, pelatih dan manager nanti KONI Jawa Timur sendiri yang nanti akan memilih,” tandas pria yang masa jabatannya akan habis Desember mendatang.
Ditambahkan Erlangga, tantangan Jawa Timur di PON XIX akan lebih berat. Sebab, Jawa Barat selaku tuan rumah merupakan salah satu pesaing berat Jawa Timur di ajang PON. Bahkan, di PON XVIII/ Kaltim Jabar menyalip Jatim dengan menduduki peringkat kedua dengan perolehan 100 medali emas. Sedangkan Jatim melorot di posisi ketiga dengan 86 emas. ''Tantangan kita
lebih berat, Jabar merupakan pesaing Jatim dan akan menjadi tuan rumah," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhimam Abror juga mengatakan perlunya penataan kembali program Puslatda. ''Kalau saya setuju kelembagaan puslatda yang harus ditata. Jangan sampai terjadi lagi atlet sudah di Puslatda dengan biaya ratusan juta, tinggal satu minggu mau bertanding tiba-tiba diskorsing, seperti kasusnya judo,” paparnya
Rencana takeover program Puslatda proyeksi PON XIX/2016 diungkapkan Plt Ketua Umum KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung, setelah melakukan evaluasi terkait kegagalan Jatim mempertahankan gelar juara umum di PON XVIII/Riau, September lalu. "Ke depan kita akan mengubah pelaksanaan Puslatda, KONI akan lebih banyak berperan,"ujarnya di sela-sela pembagian bonus, belum lama ini.
Selama dua kali pelaksanaan Pusltada, masing-masing cabang olahraga diberikan kewenangan sebagai pelaksana. Sementara KONI Jatim hanya sebatas melakukan monitoring dan evaluasi, "Seperti atlet, pelatih dan manager nanti KONI Jawa Timur sendiri yang nanti akan memilih,” tandas pria yang masa jabatannya akan habis Desember mendatang.
Ditambahkan Erlangga, tantangan Jawa Timur di PON XIX akan lebih berat. Sebab, Jawa Barat selaku tuan rumah merupakan salah satu pesaing berat Jawa Timur di ajang PON. Bahkan, di PON XVIII/ Kaltim Jabar menyalip Jatim dengan menduduki peringkat kedua dengan perolehan 100 medali emas. Sedangkan Jatim melorot di posisi ketiga dengan 86 emas. ''Tantangan kita
lebih berat, Jabar merupakan pesaing Jatim dan akan menjadi tuan rumah," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian KONI Jawa Timur, Dhimam Abror juga mengatakan perlunya penataan kembali program Puslatda. ''Kalau saya setuju kelembagaan puslatda yang harus ditata. Jangan sampai terjadi lagi atlet sudah di Puslatda dengan biaya ratusan juta, tinggal satu minggu mau bertanding tiba-tiba diskorsing, seperti kasusnya judo,” paparnya
(aww)