Pelatih Korsel latih 12 Cabor di Jabar
Selasa, 30 Oktober 2012 - 19:26 WIB
Pelatih Korsel latih 12 Cabor di Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Momentum kerja sama di bidang olahraga antara Jawa Barat dengan Provinsi Gyongsanbuk-Do, Korea Selatan (Korsel), semakin kuat. Kabarnya, pada awal Desember mendatang, Jabar akan menambah kuota cabang olahraga, untuk dilatih langsung pelatih asal Negeri Ginseng itu.
''Untuk lebih mematangkan pembinaan, kami ke depan akan menambah jumlah cabor yang akan ditangani pelatih Korea, dari 9 cabor menjadi 12 cabor. Tambahan pelatih Korsel itu untuk cabor ski air, sepatu roda dan senam," ungkap Ketua Umum KONI Jabar AZis Syarif kepada SINDO, Selasa (30/10).
Azis menilai, kerja sama kali ini sedikit berbeda dengan yang sudah dilakukan Jabar dan Korsel, kala mempersiapkan tim Pelatda Jabar. Untuk Desember mendatang, pihak pelatih Korsel, akan dilibatkan langsung dalam proses seleksi atlet. ''Nantinya pelatih asal Korsel ini juga akan terlibat untuk menyeleksi atlet,”singkatnya.
Jadi, ke depan, penilaian untuk siapa saja atlet yang akan lolos untuk Pelatda bukan hanya dari pelatih lokal abar saja. Namun, masukan dari pelatih asal Korsel pun bisa menentukan atlet tersebut untuk masuk tim Pelatda jangka panjang untuk PON XIX di Jabar 2016 mendatang.
"Tentunya sebagai tuan rumah di PON XIX nanti, kami persiapkan program Pelatda Jangka Panjang. Kemarin saja dengan persiapan hanya dua tahun, Jabar bisa melesatkan prestasi. Apalagi dengan program jangka panjang lebih dari dua tahun, kami semakin yakin Jabar Kahiji bisa kita raih,” tegas Azis.
Selain itu, untuk menciptakan atlet berprestasi dan membawa Jabar menjadi kahiji, KONI Jabar mempersiapkan program yang mengejutkan. Bukan hanya program Pelatda jangka panjang yang dilakukan, namun KONI Jabar juga akan mencoba untuk melakukan pertukaran pembinaan atlet dengan Korsel seperti layaknya pertukaran pelajar keluar negeri.
Atlet muda potensial yang memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk mengembangkan kemampuannya di negeri ginseng, begitu juga atlet yang kini duduk di kelas PPLP Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ilmu olahraga dari salah satu kiblat olahraga di Asia itu.
"Kami sudah komunikasikan dengan Disorda dan Dinas Pendidikan Jabar, terkait program tersebut, sehingga nanti tercapai sinergitas dari semua pihak insan olahraga prestasi" ujarnya.
Hubungan olahraga antara Jabar dengan Korea Selatan ini, sebenarnya sudah terjalin sejak tahun pertengahan 2011 lalu. Kala itu, negara yang berada di peringkat lima besar saat Olimpiade London itu, membantu Jabar dengan mengirimkan 11 pelatih dari 9 cabor.
Bahkan, kurang lebih 3 bulan sebelum PON Riau lalu, 101 atlet diberangkatkan ke Gyongsanbuk-Do, untuk dilatih secara khusus. Hasilnya, dengan program ini berpengaruh pada pencapaian Jabar di PON, yang berhasil mendongkrak peringkat PON dari keempat (PON Kaltim) menjadi kedua (PON Riau).
Azis mengaku, program pertukaran atlet Jabar dan Korsel tersebut sangat menguntungkan pihak Jabar. pasalnya semua biaya yang diperlukan untuk belajar di Korsel tersebut tiga kali lipat lebih mahal dibanding di Indonesia. Sehingga dengan kerja sama tersebut merupakan keuntungan besar untuk Jabar untuk menciptakan atlet potensial yang bisa membela jabar dan membawa Jabar meraih jabar Kahiji.
''Untuk lebih mematangkan pembinaan, kami ke depan akan menambah jumlah cabor yang akan ditangani pelatih Korea, dari 9 cabor menjadi 12 cabor. Tambahan pelatih Korsel itu untuk cabor ski air, sepatu roda dan senam," ungkap Ketua Umum KONI Jabar AZis Syarif kepada SINDO, Selasa (30/10).
Azis menilai, kerja sama kali ini sedikit berbeda dengan yang sudah dilakukan Jabar dan Korsel, kala mempersiapkan tim Pelatda Jabar. Untuk Desember mendatang, pihak pelatih Korsel, akan dilibatkan langsung dalam proses seleksi atlet. ''Nantinya pelatih asal Korsel ini juga akan terlibat untuk menyeleksi atlet,”singkatnya.
Jadi, ke depan, penilaian untuk siapa saja atlet yang akan lolos untuk Pelatda bukan hanya dari pelatih lokal abar saja. Namun, masukan dari pelatih asal Korsel pun bisa menentukan atlet tersebut untuk masuk tim Pelatda jangka panjang untuk PON XIX di Jabar 2016 mendatang.
"Tentunya sebagai tuan rumah di PON XIX nanti, kami persiapkan program Pelatda Jangka Panjang. Kemarin saja dengan persiapan hanya dua tahun, Jabar bisa melesatkan prestasi. Apalagi dengan program jangka panjang lebih dari dua tahun, kami semakin yakin Jabar Kahiji bisa kita raih,” tegas Azis.
Selain itu, untuk menciptakan atlet berprestasi dan membawa Jabar menjadi kahiji, KONI Jabar mempersiapkan program yang mengejutkan. Bukan hanya program Pelatda jangka panjang yang dilakukan, namun KONI Jabar juga akan mencoba untuk melakukan pertukaran pembinaan atlet dengan Korsel seperti layaknya pertukaran pelajar keluar negeri.
Atlet muda potensial yang memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk mengembangkan kemampuannya di negeri ginseng, begitu juga atlet yang kini duduk di kelas PPLP Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, mempunyai kesempatan untuk mendapatkan ilmu olahraga dari salah satu kiblat olahraga di Asia itu.
"Kami sudah komunikasikan dengan Disorda dan Dinas Pendidikan Jabar, terkait program tersebut, sehingga nanti tercapai sinergitas dari semua pihak insan olahraga prestasi" ujarnya.
Hubungan olahraga antara Jabar dengan Korea Selatan ini, sebenarnya sudah terjalin sejak tahun pertengahan 2011 lalu. Kala itu, negara yang berada di peringkat lima besar saat Olimpiade London itu, membantu Jabar dengan mengirimkan 11 pelatih dari 9 cabor.
Bahkan, kurang lebih 3 bulan sebelum PON Riau lalu, 101 atlet diberangkatkan ke Gyongsanbuk-Do, untuk dilatih secara khusus. Hasilnya, dengan program ini berpengaruh pada pencapaian Jabar di PON, yang berhasil mendongkrak peringkat PON dari keempat (PON Kaltim) menjadi kedua (PON Riau).
Azis mengaku, program pertukaran atlet Jabar dan Korsel tersebut sangat menguntungkan pihak Jabar. pasalnya semua biaya yang diperlukan untuk belajar di Korsel tersebut tiga kali lipat lebih mahal dibanding di Indonesia. Sehingga dengan kerja sama tersebut merupakan keuntungan besar untuk Jabar untuk menciptakan atlet potensial yang bisa membela jabar dan membawa Jabar meraih jabar Kahiji.
(aww)