Kabul gelar tinju profesional pertama
Rabu, 31 Oktober 2012 - 13:17 WIB
Kabul gelar tinju profesional pertama
A
A
A
Sindonews.com - Afghanistan untuk pertama kalinya menggelar pertandingan tinju profesional di ibukota Kabul, hari Selasa (30/10), di tengah pengamanan yang sangat ketat. Laga di kelas menengah tersebut diberi nama Pertarungan untuk Perdamaian, Fight 4 Peace, dan disiarkan langsung oleh televisi swasta setempat.
Pertandingan tinju antara atlet tuan rumah, Hamid Rahimi, dan lawannya dari Tanzania, Said Mbelwa, memperebutkan sabuk juara versi WBO Intercontinental yang lowong. Rahimi, petinju berusia 29 tahun yang lahir di Jerman, mengatakan dirinya berharap laga ini akan membantu mewujudkan perdamaian di Afghanistan.
"Saya seorang atlet dan meyakini bahwa olahraga bisa menyatukan rakyat," kata Rahimi seperti dilansir bbcsport.com Rabu (31/10/2012).
Mbelwa mengatakan laga tinju ini memiliki makna khusus bagi rakyat Afghanistan. "Namun begitu laga dimulai, pertarungan ini tak ubahnya pertandingan tinju lainnya. Saya yakin bisa menang. Saya menyiapkan diri dengan baik dan saya yakin bisa menjatuhkan Rahimi di ronde keempat," kata Mbelwa sebelum laga digelar.
Diperkirakan jutaan warga Afghanistan menonton laga Rahimi-Mbelwa melalui layar televisi. Pertandingan tinju dilarang ketika Taliban berkuasa di Afghanistan. Penyelenggara mengatakan pertandingan tinju ini sengaja digelar untuk menunjukkan bahwa ada kebebasan berolahraga di negara yang tercabik perang selama beberapa dekade.
Pertandingan tinju antara atlet tuan rumah, Hamid Rahimi, dan lawannya dari Tanzania, Said Mbelwa, memperebutkan sabuk juara versi WBO Intercontinental yang lowong. Rahimi, petinju berusia 29 tahun yang lahir di Jerman, mengatakan dirinya berharap laga ini akan membantu mewujudkan perdamaian di Afghanistan.
"Saya seorang atlet dan meyakini bahwa olahraga bisa menyatukan rakyat," kata Rahimi seperti dilansir bbcsport.com Rabu (31/10/2012).
Mbelwa mengatakan laga tinju ini memiliki makna khusus bagi rakyat Afghanistan. "Namun begitu laga dimulai, pertarungan ini tak ubahnya pertandingan tinju lainnya. Saya yakin bisa menang. Saya menyiapkan diri dengan baik dan saya yakin bisa menjatuhkan Rahimi di ronde keempat," kata Mbelwa sebelum laga digelar.
Diperkirakan jutaan warga Afghanistan menonton laga Rahimi-Mbelwa melalui layar televisi. Pertandingan tinju dilarang ketika Taliban berkuasa di Afghanistan. Penyelenggara mengatakan pertandingan tinju ini sengaja digelar untuk menunjukkan bahwa ada kebebasan berolahraga di negara yang tercabik perang selama beberapa dekade.
(wbs)