Surabaya rajai Kejurprov bulu tangkis
Rabu, 31 Oktober 2012 - 19:54 WIB
Surabaya rajai Kejurprov bulu tangkis
A
A
A
Sindonews.com - Keperkasaan pebulutangkis Surabaya belum terbendung dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulu Tangkis Jawa Timur 2012. Seluruh gelar juara disapu bersih dalam partai final yang digelar di GOR Sudirman, Rabu (31/10).
Pesta juara Surabaya diawali di sektor tunggal putra setelah Agi Hariawan menumbangkan rekan sekotanya, Roy Danu yang menempati unggulan pertama. Sempat tertinggal pada set pertama kalah 15-21, Agiakhirnya bangkit di set kedua dengan kemenangan 21-8. Di set penentuan, lewat pertarungan ketat Agi menyudahi perlawanan Roy Danu, 21-17.
Di nomor tunggal putri juga terjadi all Surabaya Final, mempertemukan Meirisa Cindy Sahputri dengan Gladys Virgina Sumitro. Pertandingan juga berlangsung tiga set yang akhirnya dimenangkan Meirisa, 21-7, 19-21 dan 21-12.
Di sektor ganda putra, pasangan Surabaya Khrishna Adi Nugraha/Richard Kuncoro keluar sebagai juara. Di partai puncak pasangan ini mengandaskan pasangan Surabaya lainnya, Agung Marwoto/Kevin Bonny, 21-16, 18-21 dan 28-26.
Kebahigan Surabaya dilengkapi dengan gelar juara ganda putri. Pasangan Ila Alvionita/Meirisa Cindy harus berjuang keras saat meladeni perwakilan Gresik Berliyan Sudrajat/Marshella Giska Islami. Bahkan Ila/Meirisa sempat kalah di set pertama dengan skor 20-22.
Tak ingin menyerah begitu saja,Ila/Meirisa mencoba bangkit sampai akhirnya sukses merebut set kedua dengan skor tipis 24-22. Pada set penentuan, pasangan Ila/Meirisa yang unggul postur tubuh dan teknis berhasil menyudahi pertandingan dengan skor 21-14.
Pertandingan kemarin cukup menguras setamina pemain. Sebab, dalam satu hari digelar babak semifinal kemudain berlanjut ke babak final. Adabeberapa pemain yang harus bermain sebanyak empat kali. Sebab, selain bermain di nomor tunggal, ada yang bermain lagi di nomor ganda. Salah satunya, Meirisa Cindy Sahputri.
Akibatnya, Meirisa sempat mengalami beberapa kram otot saat turun di nomor ganda putri. “Saya sangat kelelahan, makanya sering kram. Tapi untung hasilnya ada, bisa juara,” katanya usai pertandingan.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkot Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Surabaya, Abdul Qodir mengatakan sapu bersih juara sudah ditargetkan dari awal. "Target kita bisa terealisasi. Ke depan, Pengkot PBSI Surabaya akan membidik prestasi di ajang kejuaraan yang
lebih tinggi," ungkapnya.
Pesta juara Surabaya diawali di sektor tunggal putra setelah Agi Hariawan menumbangkan rekan sekotanya, Roy Danu yang menempati unggulan pertama. Sempat tertinggal pada set pertama kalah 15-21, Agiakhirnya bangkit di set kedua dengan kemenangan 21-8. Di set penentuan, lewat pertarungan ketat Agi menyudahi perlawanan Roy Danu, 21-17.
Di nomor tunggal putri juga terjadi all Surabaya Final, mempertemukan Meirisa Cindy Sahputri dengan Gladys Virgina Sumitro. Pertandingan juga berlangsung tiga set yang akhirnya dimenangkan Meirisa, 21-7, 19-21 dan 21-12.
Di sektor ganda putra, pasangan Surabaya Khrishna Adi Nugraha/Richard Kuncoro keluar sebagai juara. Di partai puncak pasangan ini mengandaskan pasangan Surabaya lainnya, Agung Marwoto/Kevin Bonny, 21-16, 18-21 dan 28-26.
Kebahigan Surabaya dilengkapi dengan gelar juara ganda putri. Pasangan Ila Alvionita/Meirisa Cindy harus berjuang keras saat meladeni perwakilan Gresik Berliyan Sudrajat/Marshella Giska Islami. Bahkan Ila/Meirisa sempat kalah di set pertama dengan skor 20-22.
Tak ingin menyerah begitu saja,Ila/Meirisa mencoba bangkit sampai akhirnya sukses merebut set kedua dengan skor tipis 24-22. Pada set penentuan, pasangan Ila/Meirisa yang unggul postur tubuh dan teknis berhasil menyudahi pertandingan dengan skor 21-14.
Pertandingan kemarin cukup menguras setamina pemain. Sebab, dalam satu hari digelar babak semifinal kemudain berlanjut ke babak final. Adabeberapa pemain yang harus bermain sebanyak empat kali. Sebab, selain bermain di nomor tunggal, ada yang bermain lagi di nomor ganda. Salah satunya, Meirisa Cindy Sahputri.
Akibatnya, Meirisa sempat mengalami beberapa kram otot saat turun di nomor ganda putri. “Saya sangat kelelahan, makanya sering kram. Tapi untung hasilnya ada, bisa juara,” katanya usai pertandingan.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkot Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Surabaya, Abdul Qodir mengatakan sapu bersih juara sudah ditargetkan dari awal. "Target kita bisa terealisasi. Ke depan, Pengkot PBSI Surabaya akan membidik prestasi di ajang kejuaraan yang
lebih tinggi," ungkapnya.
(aww)