Wasit lain bela Clattenburg
Kamis, 01 November 2012 - 10:19 WIB
Wasit lain bela Clattenburg
A
A
A
Sindonews.com - Wasit liga Skotlandia Steve Conroy mengatakan sangat kecil kemungkinan wasit menghina warna kulit pemain. Hal ini lantaran ofisial pertandingan dididik untuk tidak menggunakan bahasa tersebut. Komentar Conroy terkait membela apa yang telah dituduhkan kepada pemimpin laga Chelsea kontra Manchester United di Liga Premier Inggris Mark Clattenburg.
“Jika bersalah,Clattenburg wajib dihukum.Tapi,saya tidak pernah melihat atau mendengar wasit bertindak seperti yang dituduhkan Chelsea,” tutur Steve Conroy seperti dikutip BBC.
Ia juga menambahkan mengerti perasaan yang sedang dialami Clattenburg. Seperti koleganya, Conroy juga pernah dituduh bertindak rasial terhadap pemain. Kasus ini berlangsung lima tahun lalu. Conroy dianggap melakukan diskriminasi oleh punggawa Hearts Laryea Kingston pada laga melawan Aberdeen, Maret 2007. Kecewa mendapat dua kartu kuning, Kingston menyebut Conroy rasial. Ketika itu, pernyataan gelandang asal Ghana tersebut didengar beberapa pemain.
“Saya tidak pernah mengalami peristiwa seperti itu. Dia berkali-kali menilai saya rasial setelah mengeluarkan kartu merah baginya. Saya tidak terima dan kecewa berat. Saya menganggap tuduhan itu personal,” kata Conroy.
Kemudian tuduhan tersebut hanya salah kaprah. Kingston,yang sempat melaporkan Conroy ke Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA), mengungkapkan penyesalan sudah mengucapkan tudingan serius beberapa hari selepas insiden. SFA pun mengambil tindakan tegas. Selain menjatuhkan hukuman larangan bermain dua kali akibat kartu merah, mereka turut menjeratnya sanksi tiga pertandingan ekstra karena memberikan tuduhan palsu.
“Kingston menulis permintaan maaf melalui surat. Sejak peristiwa ini, dia selalu menghormati keputusan setiap saya memimpin pertandingannya. Mungkin, Kingston mengerti bahwa saya tidak rasial,” ungkap Conroy, yang menikah dengan perempuan berkulit hitam.
Conroy berharap peristiwa serupa tidak menimpa Clattenburg. Chelsea menuding Clattenburg berperilaku rasial terhadap John Obi Mikel dan Juan Mata pada duel kontra Manchester United di Stamford Bridge, akhir pekan lalu. Kasus ini sendiri sudah diselidiki Football Association dan pihak kepolisian.
“Jika bersalah,Clattenburg wajib dihukum.Tapi,saya tidak pernah melihat atau mendengar wasit bertindak seperti yang dituduhkan Chelsea,” tutur Steve Conroy seperti dikutip BBC.
Ia juga menambahkan mengerti perasaan yang sedang dialami Clattenburg. Seperti koleganya, Conroy juga pernah dituduh bertindak rasial terhadap pemain. Kasus ini berlangsung lima tahun lalu. Conroy dianggap melakukan diskriminasi oleh punggawa Hearts Laryea Kingston pada laga melawan Aberdeen, Maret 2007. Kecewa mendapat dua kartu kuning, Kingston menyebut Conroy rasial. Ketika itu, pernyataan gelandang asal Ghana tersebut didengar beberapa pemain.
“Saya tidak pernah mengalami peristiwa seperti itu. Dia berkali-kali menilai saya rasial setelah mengeluarkan kartu merah baginya. Saya tidak terima dan kecewa berat. Saya menganggap tuduhan itu personal,” kata Conroy.
Kemudian tuduhan tersebut hanya salah kaprah. Kingston,yang sempat melaporkan Conroy ke Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA), mengungkapkan penyesalan sudah mengucapkan tudingan serius beberapa hari selepas insiden. SFA pun mengambil tindakan tegas. Selain menjatuhkan hukuman larangan bermain dua kali akibat kartu merah, mereka turut menjeratnya sanksi tiga pertandingan ekstra karena memberikan tuduhan palsu.
“Kingston menulis permintaan maaf melalui surat. Sejak peristiwa ini, dia selalu menghormati keputusan setiap saya memimpin pertandingannya. Mungkin, Kingston mengerti bahwa saya tidak rasial,” ungkap Conroy, yang menikah dengan perempuan berkulit hitam.
Conroy berharap peristiwa serupa tidak menimpa Clattenburg. Chelsea menuding Clattenburg berperilaku rasial terhadap John Obi Mikel dan Juan Mata pada duel kontra Manchester United di Stamford Bridge, akhir pekan lalu. Kasus ini sendiri sudah diselidiki Football Association dan pihak kepolisian.
(akr)