Wasit Mark Clattenburg 'banjir' dukungan
Kamis, 01 November 2012 - 11:40 WIB
Wasit Mark Clattenburg 'banjir' dukungan
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Wasit Profesional Liga Inggris (Professional Game Match Officials Board/ PGMO) percaya wasit Mark Clattenburg tidak bersalah. Manuver mereka ke depannya kini menunggu hasil keputusan FA. Membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan kasus Terry dan Luis Suarez,organisasi sepakbola Inggris tersebut dilaporkan berniat menuntaskan sengketa ini secepat mungkin. FA enggan membiarkan tudingan Chelsea bertele-tele sehingga berpotensi membuat keadaan bertambah runyam.
“Kami menyambut baik rencana FA segera menyudahi permasalahan.Mereka patut belajar dari kasus Terry dan Suarez yang memakan waktu lama dan terlalu meletihkan,” tutur Presiden Asosiasi Pemain Profesional Gordon Taylor.
Sampai semuanya selesai, PGMO terus mendukung Clattenburg yang menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Wasit kelahiran Consett itu bahkan ingin segera kembali bertugas. Namun PGMO untuk sementara mengistirahatkannya pada pekerjaan akhir pekan ini.
Clattenburg juga mendapat dukungan dari beberapa pelatih. Mantan nakhoda Tottenham Hotspur Harry Redknapp memuji kredibilitas sosok yang pertama kali bertugas di Liga Primer pada 2004 tersebut. Redknapp menilai, Clattenburg tidak akan berbuat bodoh seperti mengejek warna kulit pemain karena perilaku ini dapat merusak kariernya.
“Saya selalu berpikir Clattenburg ofisial berkualitas. Peristiwa ini sulit dipercaya. Saya tidak mengerti mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Saya kira Clattenburg tidak sedungu itu. Namun,semua tergantung waktu apakah tuduhan Chelsea benar atau tidak,” ungkap Redknapp.
Tak hanya Redknapp, arsitek Leeds United Neil Warnock juga turut angkat bicara. Mengaku 100 persen berada di belakang Clattenburg, sosok yang sempat beberapa kali berseteru dengan wasit itu justru mengkritik Chelsea.Warnock menganggap The Blues mencoba mematikan karier Clattenburg.
Menurut Warnock,Clattenburg sudah melakukan tugasnya mengatasi panasnya situasi. Walau mengakui Clattenburg salah mengusir Torres, itu bukan berarti Chelsea bisa mencari kesalahan agar dia dihukum. “Saya muak melihat apa yang berlangsung. Saya yakin Clattenburg mengucapkan kata-kata kasar. Namun, apakah Chelsea akan mengajukan keluhan ini jika mereka memenangkan pertandingan?” kata Warnock.
“Saya kira tidak. Clattenburg semestinya tidak mengusir Torres. Masalahnya, kini Chelsea berusaha membunuhnya. Kita lihat bagaimana hasil investigasi. Semoga semua yang bersalah dihukum sepantasnya,” sambung sosok yang sempat menangani Queens Park Rangers tersebut.
Clattenburg saat ini dalam sorotan investigasi Kepolisian Metropolitan. Aparat hukum memutuskan ikut ambil bagian karena setelah menerima laporan Society of Black Lawyers. Kepolisian sebelumnya tidak menerima laporan dari FA dan Chelsea. “Kami mendapat kesan industri sepakbola tidak memiliki peralatan untuk menyingkirkan rasisme. Tindakan kami berpaling ke polisi merupakan bagian kebijakan kami yang tidak menoleransi rasisme. Harus ada tindakan berat,” ungkap perwakilan Society of Black Lawyers, Peter Herbert.
“Kasus besar sebelumnya tidak mencerminkan itu.Hukuman yang dijatuhkan pada Terry (denda 200.000 pounds dan larangan tampil empat laga karena rasis pada Anton Ferdinand) sangat ringan,” tandasnya.
“Kami menyambut baik rencana FA segera menyudahi permasalahan.Mereka patut belajar dari kasus Terry dan Suarez yang memakan waktu lama dan terlalu meletihkan,” tutur Presiden Asosiasi Pemain Profesional Gordon Taylor.
Sampai semuanya selesai, PGMO terus mendukung Clattenburg yang menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Wasit kelahiran Consett itu bahkan ingin segera kembali bertugas. Namun PGMO untuk sementara mengistirahatkannya pada pekerjaan akhir pekan ini.
Clattenburg juga mendapat dukungan dari beberapa pelatih. Mantan nakhoda Tottenham Hotspur Harry Redknapp memuji kredibilitas sosok yang pertama kali bertugas di Liga Primer pada 2004 tersebut. Redknapp menilai, Clattenburg tidak akan berbuat bodoh seperti mengejek warna kulit pemain karena perilaku ini dapat merusak kariernya.
“Saya selalu berpikir Clattenburg ofisial berkualitas. Peristiwa ini sulit dipercaya. Saya tidak mengerti mengapa hal seperti ini bisa terjadi. Saya kira Clattenburg tidak sedungu itu. Namun,semua tergantung waktu apakah tuduhan Chelsea benar atau tidak,” ungkap Redknapp.
Tak hanya Redknapp, arsitek Leeds United Neil Warnock juga turut angkat bicara. Mengaku 100 persen berada di belakang Clattenburg, sosok yang sempat beberapa kali berseteru dengan wasit itu justru mengkritik Chelsea.Warnock menganggap The Blues mencoba mematikan karier Clattenburg.
Menurut Warnock,Clattenburg sudah melakukan tugasnya mengatasi panasnya situasi. Walau mengakui Clattenburg salah mengusir Torres, itu bukan berarti Chelsea bisa mencari kesalahan agar dia dihukum. “Saya muak melihat apa yang berlangsung. Saya yakin Clattenburg mengucapkan kata-kata kasar. Namun, apakah Chelsea akan mengajukan keluhan ini jika mereka memenangkan pertandingan?” kata Warnock.
“Saya kira tidak. Clattenburg semestinya tidak mengusir Torres. Masalahnya, kini Chelsea berusaha membunuhnya. Kita lihat bagaimana hasil investigasi. Semoga semua yang bersalah dihukum sepantasnya,” sambung sosok yang sempat menangani Queens Park Rangers tersebut.
Clattenburg saat ini dalam sorotan investigasi Kepolisian Metropolitan. Aparat hukum memutuskan ikut ambil bagian karena setelah menerima laporan Society of Black Lawyers. Kepolisian sebelumnya tidak menerima laporan dari FA dan Chelsea. “Kami mendapat kesan industri sepakbola tidak memiliki peralatan untuk menyingkirkan rasisme. Tindakan kami berpaling ke polisi merupakan bagian kebijakan kami yang tidak menoleransi rasisme. Harus ada tindakan berat,” ungkap perwakilan Society of Black Lawyers, Peter Herbert.
“Kasus besar sebelumnya tidak mencerminkan itu.Hukuman yang dijatuhkan pada Terry (denda 200.000 pounds dan larangan tampil empat laga karena rasis pada Anton Ferdinand) sangat ringan,” tandasnya.
(akr)