Upaya banding Mohamed bin Hammam gagal
Jum'at, 02 November 2012 - 02:38 WIB
Upaya banding Mohamed bin Hammam gagal
A
A
A
Sindonews.com - Mantan calon presiden FIFA Mohamed bin Hammam gagal dalam upaya banding di Mahkamah Arbitrase Olahraga, CAS, atas larangan terjun dalam sepak bola selama 90 hari.
Seperti dilansir bbcsport, Bin Hammam yang mencalonkan diri sebagai presiden FIFA untuk bersaing dengan Sepp Blatter bulan Mei 2011- mengatakan larangan itu bermotif politik. Ia sebelumnya berhasil dalam banding untuk mencabut larangan seumur hidup karena tuduhan suap bulan Juli lalu.
Namun setelah larangan itu dicabut oleh CAS, FIFA kembali mengenakan sanksi satu minggu kemudian dengan jangka waktu 90 hari terkait tuduhan penyalahgunaan keuangan.
Badan etika FIFA - yang dipimpin oleh mantan jaksa agung Amerika Serikat Michael J Garcia- saat ini menyelidiki transaksi keuangan Bin Hammam saat ia menjadi presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC.
Bin Hammam mencalonkan diri sebagai presiden FIFA tahun lalu namun menarik diri setelah ia dituduh membeli suara untuk pencalonannya dari para pejabat Karibia. Ia dituduh menyuap sekitar USD40.000 setiap orang dalam pertemuan di Port of Spain satu bulan sebelum ia menantang Sepp Blatter dalam pemilihan presiden FIFA.
Namun Bin Hammam kemudian menarik pencalonannya dan dikenakan larangan seumur hidup. Blatter kemudian terpilih kembali sebagai presiden FIFA tanpa ada saingan.
Seperti dilansir bbcsport, Bin Hammam yang mencalonkan diri sebagai presiden FIFA untuk bersaing dengan Sepp Blatter bulan Mei 2011- mengatakan larangan itu bermotif politik. Ia sebelumnya berhasil dalam banding untuk mencabut larangan seumur hidup karena tuduhan suap bulan Juli lalu.
Namun setelah larangan itu dicabut oleh CAS, FIFA kembali mengenakan sanksi satu minggu kemudian dengan jangka waktu 90 hari terkait tuduhan penyalahgunaan keuangan.
Badan etika FIFA - yang dipimpin oleh mantan jaksa agung Amerika Serikat Michael J Garcia- saat ini menyelidiki transaksi keuangan Bin Hammam saat ia menjadi presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC.
Bin Hammam mencalonkan diri sebagai presiden FIFA tahun lalu namun menarik diri setelah ia dituduh membeli suara untuk pencalonannya dari para pejabat Karibia. Ia dituduh menyuap sekitar USD40.000 setiap orang dalam pertemuan di Port of Spain satu bulan sebelum ia menantang Sepp Blatter dalam pemilihan presiden FIFA.
Namun Bin Hammam kemudian menarik pencalonannya dan dikenakan larangan seumur hidup. Blatter kemudian terpilih kembali sebagai presiden FIFA tanpa ada saingan.
(wbs)