Mourinho enggan pikirkan masa depan
Jum'at, 02 November 2012 - 13:47 WIB
Mourinho enggan pikirkan masa depan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menuturkan belum memikirkan mengenai masa depan apabila memutuskan pergi dari Santiago Bernabeu suatu saat nanti. Namun begitu ia mengungkapkan hasrat besar untuk selalu menjadi pemenang adalah kunci sukses di dunia sepakbola yang membesarkan namanya tersebut.
Dalam karir kepelatihan The Spesial One menorehkan catatan mengagumkan setelah berhasil membawa Los Blancos meraih titel juara La Liga musim lalu, ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang memenangi gelar domestik di Italia, Inggris dan Spanyol.
Pelatih berusia 49 tahun itu menilai pengalaman menjalani tantangan melatih di berbagai negara berbeda secara tidak langsung membuat berkembang dan menerpa mental menjadi hebat dunia saat ini.
“Pada usia muda saya tahu untuk berkembang dalam karier saya harus pergi ke negara lain. Saya tahu saya harus pergi, menemui tantangan baru demi bisa tumbuh. Ketika memulai perjalanan saya bertujuan ke Inggris, Italia dan Spanyol. Ketika finis di sini di Real Madrid, saya tak tahu tujuan mana yang akan saya ambil," ujar Mourinho kepada Ronda Ibera Magazine, Jumat (2/11/2012)
"Saya berjuang dengan diri sendiri. Saya selalu mencoba menjadi yang terbaik. Lebih dan lebih, namun saya memikirkan hal lainnya dan ini melayani saya dengan baik. Hal ini semakin sulit untuk menjadi pelatih saat ini. seorang pelatih di era ini tidak sama seperti 10, 20 atau 30 tahun yang lalu,”imbuhnya.
Dalam karir kepelatihan The Spesial One menorehkan catatan mengagumkan setelah berhasil membawa Los Blancos meraih titel juara La Liga musim lalu, ia menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang memenangi gelar domestik di Italia, Inggris dan Spanyol.
Pelatih berusia 49 tahun itu menilai pengalaman menjalani tantangan melatih di berbagai negara berbeda secara tidak langsung membuat berkembang dan menerpa mental menjadi hebat dunia saat ini.
“Pada usia muda saya tahu untuk berkembang dalam karier saya harus pergi ke negara lain. Saya tahu saya harus pergi, menemui tantangan baru demi bisa tumbuh. Ketika memulai perjalanan saya bertujuan ke Inggris, Italia dan Spanyol. Ketika finis di sini di Real Madrid, saya tak tahu tujuan mana yang akan saya ambil," ujar Mourinho kepada Ronda Ibera Magazine, Jumat (2/11/2012)
"Saya berjuang dengan diri sendiri. Saya selalu mencoba menjadi yang terbaik. Lebih dan lebih, namun saya memikirkan hal lainnya dan ini melayani saya dengan baik. Hal ini semakin sulit untuk menjadi pelatih saat ini. seorang pelatih di era ini tidak sama seperti 10, 20 atau 30 tahun yang lalu,”imbuhnya.
(aww)