Mourinho tak punya rencana setelah melatih Madrid
Jum'at, 02 November 2012 - 19:18 WIB
Mourinho tak punya rencana setelah melatih Madrid
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengaku belum mempunyai rencana jika akhirnya meninggalkan klub berjuluk Los Blancos. Setelah memberikan Los Merengues trofi juara La Liga musim lalu, pelatih beradarah Portugal itu menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang memenangi gelar domestik di Italia, Inggris, dan Spanyol.
Mourinho mengungkapkan rahasia suksesnya adalah rasa lapar untuk terus berkembang adalah kunci sukses buatnya di dalam dunia sepak bola. "Sejak usia muda saya tahu harus berkembang dalam karier saya untuk pergi ke negara lain. Saya mengetahui perlu pindah untuk memenuhi tantangan baru demi terus tumbuh dan berkembang," jelas Mourinho seperti dilansir Soccerway, Jumat (2/11/2012).
"Ketika mulai hijrah saya memutuskan untuk memilih Inggris, Italia, dan Spanyol. Ketika selesai di Real Madrid, saya belum mengetahui karir di mana yang harus saya ambil," sambungnya.
"Saya terus berjuang untuk diriku sendiri. Saya selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik. Lebih dan lebih, tapi saya berpikir tentang melayani dengan baik. Melatih sekarang lebih sulit. Pelatih di zaman sekarang tak bisa sama seperti 10, 20 atau 30 tahun lalu," terang pelatih yang dijuluki The Special One itu,
"Ini adalah profesi yang harus terus berkembang. Kewajiban dari pelatih adalah lebih besar dari memilih 11 orang pemain, mengajarkan taktik serta membuat perubahan," tandasnya.
Mourinho mengungkapkan rahasia suksesnya adalah rasa lapar untuk terus berkembang adalah kunci sukses buatnya di dalam dunia sepak bola. "Sejak usia muda saya tahu harus berkembang dalam karier saya untuk pergi ke negara lain. Saya mengetahui perlu pindah untuk memenuhi tantangan baru demi terus tumbuh dan berkembang," jelas Mourinho seperti dilansir Soccerway, Jumat (2/11/2012).
"Ketika mulai hijrah saya memutuskan untuk memilih Inggris, Italia, dan Spanyol. Ketika selesai di Real Madrid, saya belum mengetahui karir di mana yang harus saya ambil," sambungnya.
"Saya terus berjuang untuk diriku sendiri. Saya selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik. Lebih dan lebih, tapi saya berpikir tentang melayani dengan baik. Melatih sekarang lebih sulit. Pelatih di zaman sekarang tak bisa sama seperti 10, 20 atau 30 tahun lalu," terang pelatih yang dijuluki The Special One itu,
"Ini adalah profesi yang harus terus berkembang. Kewajiban dari pelatih adalah lebih besar dari memilih 11 orang pemain, mengajarkan taktik serta membuat perubahan," tandasnya.
(akr)