3.688 pelajar berlomba di Popda Jatim
Jum'at, 02 November 2012 - 20:19 WIB
3.688 pelajar berlomba di Popda Jatim
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 14 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) IX di Surabaya dan Sidoarjo, 6-11 November mendatang. Sebanyak 14 cabor itu di antaranya, atletik, renang, sepak bola, voli, basket, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, takraw, senam, silat, panahan, gulat serta karate.
"Ajang ini merupakan salah satu mencari bibit atlet berbakat. Popda ini sebagai tolok ukur prestasi," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, Sugeng Riyono, Jumat (2/11).
Dari 14 cabang olahraga itu, sebagian besar akan digelar di Surabaya. Seperti atletik lapangan Unesa. Renang digelar di kolam renang KONI Jatim. Bola voli di Dinas P dan K Jatim. Basket dimainkan di ST Agnes. Sedangkan Bulutangkis di GOR Sudirman dan tenis di lapangan Kodam V Brawijaya.
Sedangkan Sidoarjo hanya kebagian menggelar satu cabang olahraga yaitu, sepak bola. Sebab, di Surabaya lapangan sudah tidak ada karena Gelora 10 November selain sewa terlalu mahal juga digunakan kegiatan lain. "Sebagian besar kegiatan akan dipusatkan di Surabaya termasuk pembukaan dan Sidoarjo membantu untuk untuk cabang sepakbola yang cukup banyak peminatnya, " ucapnya.
Ajang dua tahunan ini akan diikuti seluruh Kabupaten dan Kota di Jatim dengan total perserta sebanyak 3.688 atlet pelajar. "Untuk pesertanya meliputi 38 Kab dan Kota di Jatim. Sebanyak 3.688 siswa SD, SMP. dan SMA serta 700 pendamping akan terlibat dalam Popda tahun ini," jelasnya.
Ditambahkan Sugeng Riyono, ajang ini juga akan dijadikan evaluasi terhadap prestasi atlet yang masih berstatus pelajar. "Selain mencari bibit juga akan kita evaluasi sejauh mana perkembangan atlet pelajar Jatim. Ini perlu agar Jatim tidak kekurangan bibit atlet di masa depan, " ujarnya.
Rencananya, pembukaan Popda akan digelar di gedung futsal ITS, 6 November. Total ada 208 medali emas yang bakal diperebutkan. "Kita berharap semua atlet yang tampil benar-benar menunjukkan sportivitas dan prestasi di cabor masing-masing, " ucapnya.
Terkait pemilihan Surabaya dan Sidoarjo, Sugeng mengatakan terpaksa karena Banyuwangi yang sebelumnya menjadi kandidat tuan rumah ternyata tidak siap. Sebelumnya Popda 2010 digelar di Nganjuk. "Kita akhirnya memilih Surabaya, meski Surabaya ternyata juga tidak membantu dari sisi pendanaan, " keluhnya.
"Ajang ini merupakan salah satu mencari bibit atlet berbakat. Popda ini sebagai tolok ukur prestasi," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, Sugeng Riyono, Jumat (2/11).
Dari 14 cabang olahraga itu, sebagian besar akan digelar di Surabaya. Seperti atletik lapangan Unesa. Renang digelar di kolam renang KONI Jatim. Bola voli di Dinas P dan K Jatim. Basket dimainkan di ST Agnes. Sedangkan Bulutangkis di GOR Sudirman dan tenis di lapangan Kodam V Brawijaya.
Sedangkan Sidoarjo hanya kebagian menggelar satu cabang olahraga yaitu, sepak bola. Sebab, di Surabaya lapangan sudah tidak ada karena Gelora 10 November selain sewa terlalu mahal juga digunakan kegiatan lain. "Sebagian besar kegiatan akan dipusatkan di Surabaya termasuk pembukaan dan Sidoarjo membantu untuk untuk cabang sepakbola yang cukup banyak peminatnya, " ucapnya.
Ajang dua tahunan ini akan diikuti seluruh Kabupaten dan Kota di Jatim dengan total perserta sebanyak 3.688 atlet pelajar. "Untuk pesertanya meliputi 38 Kab dan Kota di Jatim. Sebanyak 3.688 siswa SD, SMP. dan SMA serta 700 pendamping akan terlibat dalam Popda tahun ini," jelasnya.
Ditambahkan Sugeng Riyono, ajang ini juga akan dijadikan evaluasi terhadap prestasi atlet yang masih berstatus pelajar. "Selain mencari bibit juga akan kita evaluasi sejauh mana perkembangan atlet pelajar Jatim. Ini perlu agar Jatim tidak kekurangan bibit atlet di masa depan, " ujarnya.
Rencananya, pembukaan Popda akan digelar di gedung futsal ITS, 6 November. Total ada 208 medali emas yang bakal diperebutkan. "Kita berharap semua atlet yang tampil benar-benar menunjukkan sportivitas dan prestasi di cabor masing-masing, " ucapnya.
Terkait pemilihan Surabaya dan Sidoarjo, Sugeng mengatakan terpaksa karena Banyuwangi yang sebelumnya menjadi kandidat tuan rumah ternyata tidak siap. Sebelumnya Popda 2010 digelar di Nganjuk. "Kita akhirnya memilih Surabaya, meski Surabaya ternyata juga tidak membantu dari sisi pendanaan, " keluhnya.
(aww)