Honda berupaya mencari alternatif pengganti ECU
Sabtu, 03 November 2012 - 09:20 WIB
Honda berupaya mencari alternatif pengganti ECU
A
A
A
Sindonews.com - Rencana Dorna sebagai pemegang hak komersial MotoGP untuk melakukan Electronic Control Unit (ECU) dan rev-limit terus mendapatkan kecaman dari sejumlah tim, salah satunya Presiden Honda Racing Corporation (HRC), Shuhei Nakamoto. Dia bersikeras akan terus menentang penerapan tersebut sampai benar-benar masalah itu di 2014 mendatang dihapus.
Kendati demikian, Nakamoto sedang membuat sebuah proposal kepada Dorna untuk membantu menurunkan biaya pengeluaran tersebut. "Kami sedang membuat proposal, tapi ini merupakan masalah rahasia dan saya berjanji kalian (media serta publik) akan segera mengetahuinya. Sekarang kami sedang melakukan ini langkah demi langkah," kata Nakamoto, yang bergabung dengan HRC pada tahun 1983 dan merupakan tokoh senior di tim F1 Honda 2000-2008, seperti dilansir Crash, Sabtu (3/11/2012).
”Tim dari pabrikan lain tertarik dengan pengembangan ini. Karenanya, jika seseorang memutuskan akan menerapkan satu ECU saja, maka kami tidak akan punya kesempatan untuk berkembang,” sambungnya.
Presiden asal Jepang ini bersikeras bahwa pemangkasan biaya bukan menjadi prioritas, tetpi bagaimana HRC memaksimalkan kondisi keuangan tim untuk melakukan perbaikan di dalam motor. "Kami akan menggunakan uang dengan menggunakan anggaran tetap, tetapi saya merasa ini lebih baik digunakan disini (MotoGP) daripada harus dikeluarkan yang bukan kepentingan olahraga ini," pungkasnya.
Kendati demikian, Nakamoto sedang membuat sebuah proposal kepada Dorna untuk membantu menurunkan biaya pengeluaran tersebut. "Kami sedang membuat proposal, tapi ini merupakan masalah rahasia dan saya berjanji kalian (media serta publik) akan segera mengetahuinya. Sekarang kami sedang melakukan ini langkah demi langkah," kata Nakamoto, yang bergabung dengan HRC pada tahun 1983 dan merupakan tokoh senior di tim F1 Honda 2000-2008, seperti dilansir Crash, Sabtu (3/11/2012).
”Tim dari pabrikan lain tertarik dengan pengembangan ini. Karenanya, jika seseorang memutuskan akan menerapkan satu ECU saja, maka kami tidak akan punya kesempatan untuk berkembang,” sambungnya.
Presiden asal Jepang ini bersikeras bahwa pemangkasan biaya bukan menjadi prioritas, tetpi bagaimana HRC memaksimalkan kondisi keuangan tim untuk melakukan perbaikan di dalam motor. "Kami akan menggunakan uang dengan menggunakan anggaran tetap, tetapi saya merasa ini lebih baik digunakan disini (MotoGP) daripada harus dikeluarkan yang bukan kepentingan olahraga ini," pungkasnya.
(aww)