Julio Cesar: Moratti tak butuh saya lagi
Sabtu, 03 November 2012 - 14:20 WIB
Julio Cesar: Moratti tak butuh saya lagi
A
A
A
Sindonews.com – Kiper Queens Park Rangers (QPR), Julio Cesar, akhirnya mengungkapkan penyebab kepergian dirinya dari Inter Milan musim panas ini. Menurut kiper berkebangsaan Brasil itu, dirinya merasa sudah tidak lagi dibutuhkan Presiden Massimo Moratti dan telah dipersilahkan untuk meninggalkan Giuseppe Meazza.
"Terus terang, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya pergi ke (Presiden Inter) Massimo Moratti, dan kami berbicara selama 15 menit. Ketika pergi, saya menyadari bahwa ia telah meninggalkan pintu yang terbuka bagi saya untuk meninggalkan klub,” kata Julio Cesar dikutip Sky Sport Italia, Sabtu (3/11/2012).
Meskipun sudah memulai lembaran baru bersama QPR di Liga Inggris, namun kenangan selama tujuh musim memperkuat “I Nerazzurri” tak mudah dilupakan Julio Cesar. Karena baginya seluruh mantan staff dan rekan setimnya di Inter sudah bagaikan sebuah keluarga.
“Untuk meninggalkan Inter sulit bagi saya. Klub ini seperti keluarga bagi saya. Presiden, rekan tim saya dan terutama para fans. Di Inter saya memiliki beberapa momen terbaik dalam karier saya. Para fans selalu dekat dengan saya, baik saat senang maupun sedih,” terangnya.
Kiper berusia 33 tahun itu juga mengomentari perihal klub barunya dan tantangan yang ia hadapi di Inggris. Ketika ditanya apakah dirinya menyesal memilih QPR, Julio Cesar menjawab, "Saya membuat pilihan yang tepat untuk datang ke sini. Sekarang saya punya motivasi baru. Saya ingin melihat dari dekat seperti apa sepak bola Inggris. Saya pikir masih banyak tujuan yang belum tercapai saat ini,” imbuhnya.
"Terus terang, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya pergi ke (Presiden Inter) Massimo Moratti, dan kami berbicara selama 15 menit. Ketika pergi, saya menyadari bahwa ia telah meninggalkan pintu yang terbuka bagi saya untuk meninggalkan klub,” kata Julio Cesar dikutip Sky Sport Italia, Sabtu (3/11/2012).
Meskipun sudah memulai lembaran baru bersama QPR di Liga Inggris, namun kenangan selama tujuh musim memperkuat “I Nerazzurri” tak mudah dilupakan Julio Cesar. Karena baginya seluruh mantan staff dan rekan setimnya di Inter sudah bagaikan sebuah keluarga.
“Untuk meninggalkan Inter sulit bagi saya. Klub ini seperti keluarga bagi saya. Presiden, rekan tim saya dan terutama para fans. Di Inter saya memiliki beberapa momen terbaik dalam karier saya. Para fans selalu dekat dengan saya, baik saat senang maupun sedih,” terangnya.
Kiper berusia 33 tahun itu juga mengomentari perihal klub barunya dan tantangan yang ia hadapi di Inggris. Ketika ditanya apakah dirinya menyesal memilih QPR, Julio Cesar menjawab, "Saya membuat pilihan yang tepat untuk datang ke sini. Sekarang saya punya motivasi baru. Saya ingin melihat dari dekat seperti apa sepak bola Inggris. Saya pikir masih banyak tujuan yang belum tercapai saat ini,” imbuhnya.
(aww)