7 pesepakbola Afrika diperiksa pihak imigrasi
Sabtu, 03 November 2012 - 19:55 WIB
7 pesepakbola Afrika diperiksa pihak imigrasi
A
A
A
Sindonews.com - Diduga tersandung masalah dokumen resmi dan izin tinggal, tujuh pesepakbola Afrika Selection terpaksa menjalani pemeriksaan di Kantor Keimigrasian Kelas II Pemalang, kemarin (2/11).
Kasie Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Pemalang, Kantor Keimigrasian Kelas II Pemalang, Acan Hitulis, mengatakan, pihaknya tengah memeriksa tujuh orang pemain Africa Selection di kantor Keimigrasian. Pemeriksaan dilakukan mulai Sabtu (3/11) sekitar pukul 11.00 WIB. "Kami tidak menahan, tapi hanya memeriksa dokumen mereka," katanya di Kantor Keimigrasian Pemalang, Sabtu.
Mereka menjalani pemeriksaan usai bertanding melawan Persip Pekalongan di Stadion Pekalongan. Pertandingan sendiri berlangsung kemarin. Pihak Kantor Keimigrasian memeriksa mereka setelah pertandingan selesai. Dari pemeriksaan sementara, tiga di antara mereka hanya bisa menunjukkan visa kunjungan. Padahal mereka di Indonesia untuk bekerja. Idealnya, mereka harus mengantongi visa kerja dan bukan visa kunjungan. "Mereka kan dapat uang dari Indonesia. Mereka kerja," terangnya.
Tidak satupun dari ketujuh pesepakbola ini bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Bahkan, mereka marah saat kamera wartawan mengambil gambar proses pemeriksaannya.
Kasie Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Pemalang, Kantor Keimigrasian Kelas II Pemalang, Acan Hitulis, mengatakan, pihaknya tengah memeriksa tujuh orang pemain Africa Selection di kantor Keimigrasian. Pemeriksaan dilakukan mulai Sabtu (3/11) sekitar pukul 11.00 WIB. "Kami tidak menahan, tapi hanya memeriksa dokumen mereka," katanya di Kantor Keimigrasian Pemalang, Sabtu.
Mereka menjalani pemeriksaan usai bertanding melawan Persip Pekalongan di Stadion Pekalongan. Pertandingan sendiri berlangsung kemarin. Pihak Kantor Keimigrasian memeriksa mereka setelah pertandingan selesai. Dari pemeriksaan sementara, tiga di antara mereka hanya bisa menunjukkan visa kunjungan. Padahal mereka di Indonesia untuk bekerja. Idealnya, mereka harus mengantongi visa kerja dan bukan visa kunjungan. "Mereka kan dapat uang dari Indonesia. Mereka kerja," terangnya.
Tidak satupun dari ketujuh pesepakbola ini bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Bahkan, mereka marah saat kamera wartawan mengambil gambar proses pemeriksaannya.
(nug)