Buset, PSSI tak tahu jumlah SSB se-Indonesia
Senin, 05 November 2012 - 13:23 WIB
Buset, PSSI tak tahu jumlah SSB se-Indonesia
A
A
A
Sindonews.com -Sebagai induk federasi sepakbola tentunya sangat ironis jika PSSI tidak tahu jumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia. Kondisi tersebut diakui oleh Sekjend PSSI Halim Mahfudz.
"Pengurus PSSI sendiri tidak tahu berapa jumlah SSB se-Indonesia. Bahkan kabarnya
mereka juga sudah membuat asosiasi. Berapa jumlah asosiasinya juga tidak tahu," kata pria yang akrab disapa Gus Iim di Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/11/2012) malam.
Saat ini sejumlah SSB itu kesulitan akses ke sejumlah klub-klub sepakbola di Indonesia. Padahal dari SSB inilah banyak diperoleh bibit-bibit unggul untuk sepakbola nasional. Selama ini, SSB itu
berdiri sendiri dan selalu kesulitan untuk berkoneksi dengan klub sepakbola profesional.
Ia mengajak agar dalam memanajeman sepakbola dalam negeri mencotoh apa yang dilakukan oleh negara Jepang. PSSI pernah menerima persentanasi dari negara matahari terbit itu. Bahkan, kedepan masih dalam penjajakan untuk kerjasama dalam pembinaan SSB demi kemajuan sepak bola nasional.
Di Jepang, lanjut pria asal Jombang, Jawa Timur ini, pembinaan usia dini adalah milik klub-klub. Seperti klub sepakbola Jepang yang bermain di J-League Yakohama, juga punya sepak bola U23, U14 dan usia dini lainnya.
"Kondisi kita sama dengan jepang, disana juga banyak klub-klub yang bangkrut namun sepak bola Jepang mampu merajai di kancah Asia. Untuk kerjasama dengan Jepang sudah da penjajakan dan akan segera terealisasikan," ujarnya.
Bahkan, SAF (PSSI-nya Jepang) pernah menawarkan agar anak-anak Indonesia ini bermain di Jepang. "Ditawari juga agar anak-anak Indonesia bermain di Jepang. Kita sambut baik tawaran itu," ujar mantan Juru Bicara Gerakan Nasional Reformasi Sepakbola Indonesia
(GNRSI) ini.
Saat ini yang sudah berlangusung kerjasama adalah dengan Barcelona. Kerjasama ini adalah mengembangkan pelatihan team sea games. "Kita sudah sepakat dan kontraknya sudah disetujui tinggal pelaksanaan teknis. Teknis itu mengatur jadwal pertandingan, penggunaan fasilitas dan segela macam," tukasnya.
"Pengurus PSSI sendiri tidak tahu berapa jumlah SSB se-Indonesia. Bahkan kabarnya
mereka juga sudah membuat asosiasi. Berapa jumlah asosiasinya juga tidak tahu," kata pria yang akrab disapa Gus Iim di Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/11/2012) malam.
Saat ini sejumlah SSB itu kesulitan akses ke sejumlah klub-klub sepakbola di Indonesia. Padahal dari SSB inilah banyak diperoleh bibit-bibit unggul untuk sepakbola nasional. Selama ini, SSB itu
berdiri sendiri dan selalu kesulitan untuk berkoneksi dengan klub sepakbola profesional.
Ia mengajak agar dalam memanajeman sepakbola dalam negeri mencotoh apa yang dilakukan oleh negara Jepang. PSSI pernah menerima persentanasi dari negara matahari terbit itu. Bahkan, kedepan masih dalam penjajakan untuk kerjasama dalam pembinaan SSB demi kemajuan sepak bola nasional.
Di Jepang, lanjut pria asal Jombang, Jawa Timur ini, pembinaan usia dini adalah milik klub-klub. Seperti klub sepakbola Jepang yang bermain di J-League Yakohama, juga punya sepak bola U23, U14 dan usia dini lainnya.
"Kondisi kita sama dengan jepang, disana juga banyak klub-klub yang bangkrut namun sepak bola Jepang mampu merajai di kancah Asia. Untuk kerjasama dengan Jepang sudah da penjajakan dan akan segera terealisasikan," ujarnya.
Bahkan, SAF (PSSI-nya Jepang) pernah menawarkan agar anak-anak Indonesia ini bermain di Jepang. "Ditawari juga agar anak-anak Indonesia bermain di Jepang. Kita sambut baik tawaran itu," ujar mantan Juru Bicara Gerakan Nasional Reformasi Sepakbola Indonesia
(GNRSI) ini.
Saat ini yang sudah berlangusung kerjasama adalah dengan Barcelona. Kerjasama ini adalah mengembangkan pelatihan team sea games. "Kita sudah sepakat dan kontraknya sudah disetujui tinggal pelaksanaan teknis. Teknis itu mengatur jadwal pertandingan, penggunaan fasilitas dan segela macam," tukasnya.
(wbs)