Imigrasi masih periksa enam pesepakbola Afrika
Senin, 05 November 2012 - 17:06 WIB
Imigrasi masih periksa enam pesepakbola Afrika
A
A
A
Sindonews.com - Kantor Keimigrasian Kelas II Pemalang sampai saat ini masih terus menyelidiki enam orang pesepakbola asal Afrika yang diduga ilegal karena bermasalah pada soal dokumen izinnya berada di Indonesia.
Kepala Kantor Keimigrasian Kelas II Pemalang Ibnu Ismoyo kepada wartawan di kantornya mengatakan, memasuki hari ketiga pemeriksaan pesepakbola asing asal tim Afrika Selection, pihaknya kian gencar melakukan penyelidikan. "Pastinya mereka sedang dimintai keterangan untuk melengkapi hasil pengawasan keimigrasian yang dilakukan sejak Jumat (2/11)," terang Ibnu, Senin (05/11/2012).
Sebelumnya ada tujuh orang yang masuk dalam pemeriksaan keimigrasian setempat. Satu di antaranya telah berhasil menunjukan bukti dokumen resmi dari dokumen perjalanan, hingga dokumen resmi. Sehingga menyisakan enam orang. Berdasarkan catatan Keimigrasian Pemalang, enam orang itu terdiri atas 4 orang warga negara Kamerun, satu orang asal Nigeria dan satu orang lainnya adalah warga Maroko.
Ibnu menambahkan, pihaknya telah meminta paspor dan izin tinggal mereka selama di Indonesia. Namun, rupanya para pemain asing itu tetap tidak bisa menunjukan dokumen resmi. "Mereka tetap tidak bisa menunjukan dokumen yang dimiliki," tandasnya.
Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah meminta penjamin mereka di Indonesia, agar bisa menunjukan dan melengkapi dokumen perjalanan dan izin tinggal. Disinggung soal sanksi yang nanti diberikan bila mereka terbukti ilegal, Ibnu hanya mengatakan, sanksi akan diberikan usai pemeriksaan selesai. "Tergantung nanti hasil pemeriksaan," pungkasnya.
Para pemain Africa Selection itu tertangkap usai bermain dengan Persip Pekalongan di Stadion Kota Batik Pekalongan pada Jumat (2/11).
Kepala Kantor Keimigrasian Kelas II Pemalang Ibnu Ismoyo kepada wartawan di kantornya mengatakan, memasuki hari ketiga pemeriksaan pesepakbola asing asal tim Afrika Selection, pihaknya kian gencar melakukan penyelidikan. "Pastinya mereka sedang dimintai keterangan untuk melengkapi hasil pengawasan keimigrasian yang dilakukan sejak Jumat (2/11)," terang Ibnu, Senin (05/11/2012).
Sebelumnya ada tujuh orang yang masuk dalam pemeriksaan keimigrasian setempat. Satu di antaranya telah berhasil menunjukan bukti dokumen resmi dari dokumen perjalanan, hingga dokumen resmi. Sehingga menyisakan enam orang. Berdasarkan catatan Keimigrasian Pemalang, enam orang itu terdiri atas 4 orang warga negara Kamerun, satu orang asal Nigeria dan satu orang lainnya adalah warga Maroko.
Ibnu menambahkan, pihaknya telah meminta paspor dan izin tinggal mereka selama di Indonesia. Namun, rupanya para pemain asing itu tetap tidak bisa menunjukan dokumen resmi. "Mereka tetap tidak bisa menunjukan dokumen yang dimiliki," tandasnya.
Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah meminta penjamin mereka di Indonesia, agar bisa menunjukan dan melengkapi dokumen perjalanan dan izin tinggal. Disinggung soal sanksi yang nanti diberikan bila mereka terbukti ilegal, Ibnu hanya mengatakan, sanksi akan diberikan usai pemeriksaan selesai. "Tergantung nanti hasil pemeriksaan," pungkasnya.
Para pemain Africa Selection itu tertangkap usai bermain dengan Persip Pekalongan di Stadion Kota Batik Pekalongan pada Jumat (2/11).
(wbs)