Jambi sontek kunci sukses Jabar
Selasa, 06 November 2012 - 20:45 WIB
Jambi sontek kunci sukses Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Prestasi atlet terpuruk, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jambi berguru sekaligus menyontek kunci sukses Jawa Barat menembus "Dua Besar" pada
PON XVIII/2012 di Riau.
Pengurus KONI Jambi yang datang yaitu Ali Lubis (Sekum KONI Jambi), Ismet Kahar (Bendahara Umum), Ronald (Kabid Binpres) dan Eppi Herman (Kabid Dana). Mereka diterima langsung Wakil Ketua 1 KONI Jabar, Djumara Frasad dan pengurus KONI lainnya.
Jawa Barat menjadi tujuan utama KONI Jambi karena Jabar dipandang sudah berhasil melakukan pembinaan terlebih di PON Riau lalu bisa memperbaiki prestasi hingga melampaui juara umum di PON Kaltim lalu, yaitu Jatim.
"Kami KONI Jambi sangat penasaran dengan kunci sukses KONI Jabar, kami mencoba untuk belajar dan menyerap strategi dari Jabar untuk persiapan PON XIX/2016," kata Sekretaris KONI
Jambi, Ali Lubis kepada wartawan.
Ali bersama beberapa pengurus KONI Jambi lainnya secara khusus melakukan audiensi dengan Komandan Satlak PON XVIII Jabar Djumara Frassad. "Jambi sebelumnya selalu berada di 10 besar, namun dalam dua PON terakhir tercecer di papan tengah, terakhir di Riau di peringkat 24 dengan 3 emas, delapan perak dan 20 perunggu," kata Ali.
Menurut Ali, Jambi butuh waktu dan strategi untuk bisa kembali masuk di jajaran 10 besar, sehingga ia dan jajaran pengurus lainnya tidak tinggal diam melakukan sharing dengan daerah lain. "Apa yang dilakukan Jabar sebenarnya juga sudah menjadi strategi kami, namun hasilnya berbeda dan jelas ini perlu ada kesungguhan dan ketegasan lagi," katanya.
Dalam pertemuan, itu, KONI Jawa Barat memaparkan langkah-langkah yang dilakukan sebelum pelaksanaan PON hingga pertandingan di ajang olahraga nasional empat tahunan itu.
selain studi banding ke KONI Jabar, pihaknya juga menjadwalkan akan melakukan kunjungan KONI Jatim, Jateng dan DKI Jakarta.
"Tujuan kami sementara tidak untuk bersaing dengan empat kekuatan raksasa di PON, tapi mencari celah peluang untuk bisa mematangkan cabang prioritas yang menjadi andalan Jambi," kata Ali Lubis.
Menurut Ali, setelah mendapat "pelajaran" dari KONI Jabar, pihaknya akan segera menyusun program hingga bisa diterapkan untuk kesiapan pon XIX Jabar 2016. "Dengan begitu kita berharap bisa meningkatkan prestasi. Apalagi kalau melihat SDM yang kita punya, tidak jauh beda dengan Jabar. Jadi kita tinggal optimalkan saja SDM nya. Mudah-mudahan di PON Jabar, kita bisa kembali ke posisi 10 besar seperti pada PON-PON sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengaku selain KONI Jambi, masih banyak KONI-KONI provinsi lain yang ingin Study Banding ke KONI Jabar. Begitu juga dengan Jatim, pihaknya tertarik untuk study banding ke Jabar.
"Bukan hanya Jambi, KONI lain pun banyak yang ingin study banding termasuk Jatim. Mungkin mereka menganggap Jabar berhasil dalam membina atletnya," katanya.
Dengan pandangan provinsi lain bahwa Jabar berhasil dalam PON Riau, Azis mengaku hal itu tidak menjadi beban bagi KONI Jabar untuk bisa meraih juara umum di PON Jabar. Bahkan ini menjadi motivasi bagi KONI Jabar untuk menunjukkan prestasi yang lebih baik dengan menyabet juara umum di PON XIX 2016 mendatang.
"Buat kami itu bukan menjadi beban, justru kami semakin termotivasi agar bisa meraih juara umum dalam PON mendatang," katanya.
PON XVIII/2012 di Riau.
Pengurus KONI Jambi yang datang yaitu Ali Lubis (Sekum KONI Jambi), Ismet Kahar (Bendahara Umum), Ronald (Kabid Binpres) dan Eppi Herman (Kabid Dana). Mereka diterima langsung Wakil Ketua 1 KONI Jabar, Djumara Frasad dan pengurus KONI lainnya.
Jawa Barat menjadi tujuan utama KONI Jambi karena Jabar dipandang sudah berhasil melakukan pembinaan terlebih di PON Riau lalu bisa memperbaiki prestasi hingga melampaui juara umum di PON Kaltim lalu, yaitu Jatim.
"Kami KONI Jambi sangat penasaran dengan kunci sukses KONI Jabar, kami mencoba untuk belajar dan menyerap strategi dari Jabar untuk persiapan PON XIX/2016," kata Sekretaris KONI
Jambi, Ali Lubis kepada wartawan.
Ali bersama beberapa pengurus KONI Jambi lainnya secara khusus melakukan audiensi dengan Komandan Satlak PON XVIII Jabar Djumara Frassad. "Jambi sebelumnya selalu berada di 10 besar, namun dalam dua PON terakhir tercecer di papan tengah, terakhir di Riau di peringkat 24 dengan 3 emas, delapan perak dan 20 perunggu," kata Ali.
Menurut Ali, Jambi butuh waktu dan strategi untuk bisa kembali masuk di jajaran 10 besar, sehingga ia dan jajaran pengurus lainnya tidak tinggal diam melakukan sharing dengan daerah lain. "Apa yang dilakukan Jabar sebenarnya juga sudah menjadi strategi kami, namun hasilnya berbeda dan jelas ini perlu ada kesungguhan dan ketegasan lagi," katanya.
Dalam pertemuan, itu, KONI Jawa Barat memaparkan langkah-langkah yang dilakukan sebelum pelaksanaan PON hingga pertandingan di ajang olahraga nasional empat tahunan itu.
selain studi banding ke KONI Jabar, pihaknya juga menjadwalkan akan melakukan kunjungan KONI Jatim, Jateng dan DKI Jakarta.
"Tujuan kami sementara tidak untuk bersaing dengan empat kekuatan raksasa di PON, tapi mencari celah peluang untuk bisa mematangkan cabang prioritas yang menjadi andalan Jambi," kata Ali Lubis.
Menurut Ali, setelah mendapat "pelajaran" dari KONI Jabar, pihaknya akan segera menyusun program hingga bisa diterapkan untuk kesiapan pon XIX Jabar 2016. "Dengan begitu kita berharap bisa meningkatkan prestasi. Apalagi kalau melihat SDM yang kita punya, tidak jauh beda dengan Jabar. Jadi kita tinggal optimalkan saja SDM nya. Mudah-mudahan di PON Jabar, kita bisa kembali ke posisi 10 besar seperti pada PON-PON sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Jabar, Azis Syarif mengaku selain KONI Jambi, masih banyak KONI-KONI provinsi lain yang ingin Study Banding ke KONI Jabar. Begitu juga dengan Jatim, pihaknya tertarik untuk study banding ke Jabar.
"Bukan hanya Jambi, KONI lain pun banyak yang ingin study banding termasuk Jatim. Mungkin mereka menganggap Jabar berhasil dalam membina atletnya," katanya.
Dengan pandangan provinsi lain bahwa Jabar berhasil dalam PON Riau, Azis mengaku hal itu tidak menjadi beban bagi KONI Jabar untuk bisa meraih juara umum di PON Jabar. Bahkan ini menjadi motivasi bagi KONI Jabar untuk menunjukkan prestasi yang lebih baik dengan menyabet juara umum di PON XIX 2016 mendatang.
"Buat kami itu bukan menjadi beban, justru kami semakin termotivasi agar bisa meraih juara umum dalam PON mendatang," katanya.
(aww)