Allegri: Malaga adalah lawan tersulit
Rabu, 07 November 2012 - 09:48 WIB
Allegri: Malaga adalah lawan tersulit
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan mengapa ia membuat beberapa perubahan yang mengejutkan dan bagaimana ia mendekati Malaga, sehingga Milan tetap fight sampai akhir dalam matchday keempat Liga Champions Grup C yang berakhir imbang 1-1, Rabu dini hari (7/11).
"Pertandingan Liga Champions selalu sulit, terutama melawan Malaga," kata Allegri, dikutip Football-Italia, Rabu (7/11). "Ini adalah pertempuran untuk dua pertandingan terakhir. Sebenarnya, laga puncaknya saat menghadapi Zenit, semuanya akan berjalan dengan seimbang, tapi itu tetap akan menjadi masalah terlepas dari hasil malam ini."
Menurut pelatih yang memberikan gelar scudetto kepada Milan musim 2010-2011 itu, timnya harus menjaga tempo tinggi permainan, seperti yang dilakukan anak asuhnya di babak kedua. "Meskipun paradoks ketika bermain dengan intensitas yang kurang, kami tetap menciptakan banyak peluang," tandasnya.
"Anak-anak melakukan permainan yang bagus dan kami membuat beberapa kesalahan dalam passing setelah jeda permainan, yang itu biasa terjadi. Kami seharusnya bisa lebih tepat. Pada babak pertama kami melakukan dengan sangat baik lewat sisi kanan, sementara di kiri Stephan El-Shaarawy terlalu statis dan memberi lawan poin referensi yang lebih," urai pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Milan, kata Allegri, memiliki tren yang terus membaik dan dirinya sangat senang melihat intensitas permainan di babak kedua melawan Malaga di San Siro dini hari tadi. "Jangan lupa kami memiliki empat pemain muda yang saat ini berusia di bawah 24 tahun, sehingga merupakan fase perkembangan dan pematangan," tukasnya.
"Secara fisik kami berada dalam kondisi yang bagus dan sayangnya Ignazio Abate cedera, itu berarti kami menyia-nyiakan pergantian pemain."
Allegri juga sempat mengakui bahwa Malaga merupakan tim dengan teknik yang hebat dalam penyerangan, apabila Milan tidak terus menekan tim asal Spanyol itu, maka Rossonerri bisa dibenamkannya.
"Pertandingan Liga Champions selalu sulit, terutama melawan Malaga," kata Allegri, dikutip Football-Italia, Rabu (7/11). "Ini adalah pertempuran untuk dua pertandingan terakhir. Sebenarnya, laga puncaknya saat menghadapi Zenit, semuanya akan berjalan dengan seimbang, tapi itu tetap akan menjadi masalah terlepas dari hasil malam ini."
Menurut pelatih yang memberikan gelar scudetto kepada Milan musim 2010-2011 itu, timnya harus menjaga tempo tinggi permainan, seperti yang dilakukan anak asuhnya di babak kedua. "Meskipun paradoks ketika bermain dengan intensitas yang kurang, kami tetap menciptakan banyak peluang," tandasnya.
"Anak-anak melakukan permainan yang bagus dan kami membuat beberapa kesalahan dalam passing setelah jeda permainan, yang itu biasa terjadi. Kami seharusnya bisa lebih tepat. Pada babak pertama kami melakukan dengan sangat baik lewat sisi kanan, sementara di kiri Stephan El-Shaarawy terlalu statis dan memberi lawan poin referensi yang lebih," urai pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Milan, kata Allegri, memiliki tren yang terus membaik dan dirinya sangat senang melihat intensitas permainan di babak kedua melawan Malaga di San Siro dini hari tadi. "Jangan lupa kami memiliki empat pemain muda yang saat ini berusia di bawah 24 tahun, sehingga merupakan fase perkembangan dan pematangan," tukasnya.
"Secara fisik kami berada dalam kondisi yang bagus dan sayangnya Ignazio Abate cedera, itu berarti kami menyia-nyiakan pergantian pemain."
Allegri juga sempat mengakui bahwa Malaga merupakan tim dengan teknik yang hebat dalam penyerangan, apabila Milan tidak terus menekan tim asal Spanyol itu, maka Rossonerri bisa dibenamkannya.
(nug)