Bojan ikhlas Milan raih hasil imbang
Rabu, 07 November 2012 - 10:54 WIB
Bojan ikhlas Milan raih hasil imbang
A
A
A
Sindonews.com - Pemain depan AC Milan, Bojan Krkic, memandang hasil imbang 1-1 dengan Malaga di matchday keempat Liga Champions, Rabu dini hari (7/11), merupakan hasil yang harus bisa diterima, dan ia menyatakan merasa cocok dengan taktik yang diterapkan oleh sang allenatore, Massimiliano Allegri.
Mantan pemain Barcelona itu mengatakan jika laga tersebut adalah pertandingan yang sulit. "Kami bermain bagus di babak pertama dan Malaga menciptakan gol yang entah bagaimana bisa terjadi sesaat sebelum babak pertama berakhir," kata Krkic, dikutip Football Italia, Rabu.
"Kami tidak bisa mengatakan imbang adalah hasil yang bagus, karena kami harus selalu menang, tapi saya hanya bisa berkata bahwa hasil itu harus diterima," tandas pemain yang musim kemarin membela AS Roma itu.
Di tangan Allegri, Rossoneri terus mengembangkan sistem 4-2-3-1 dengan posisi Bojan mendukung antara dua striker Alexandre Pato atau Giampaolo Pazzini. "Sistem ini bekerja dan kami bermain tiga game yang cukup baik dengan sistem itu, jadi saya pikir kita harus yakin dengan penuh dan terus berjalan," jelasnya.
"Anda bisa melihat rasa lapar para pemain untuk mendapatkan bola dan mendorong penyerangan. Tentu saja kita harus menjaga organisasi permainan tim, tapi sangat menyenangkan melihat semua pemain bergerak ke dalam kotak penalti (lawan)," terang Krkic.
Pemain blasteran Spanyol-Serbia itu mengakui jika dirinya senang bisa bermain di belakang striker, namun ia juga bahagia jika diturunkan sebagai penyerang tengah. "Tapi saya pikir, filosofi saya seorang penyerang tengah selalu berbeda dengan cara yang saya lihat di Italia."
"Saya tidak memiliki karakteristik fisik dari seorang pemain depan yang tinggi besar, sehingga di Italia saya memiliki karakteristik lebih untuk bermain di belakang penyerang."
Mantan pemain Barcelona itu mengatakan jika laga tersebut adalah pertandingan yang sulit. "Kami bermain bagus di babak pertama dan Malaga menciptakan gol yang entah bagaimana bisa terjadi sesaat sebelum babak pertama berakhir," kata Krkic, dikutip Football Italia, Rabu.
"Kami tidak bisa mengatakan imbang adalah hasil yang bagus, karena kami harus selalu menang, tapi saya hanya bisa berkata bahwa hasil itu harus diterima," tandas pemain yang musim kemarin membela AS Roma itu.
Di tangan Allegri, Rossoneri terus mengembangkan sistem 4-2-3-1 dengan posisi Bojan mendukung antara dua striker Alexandre Pato atau Giampaolo Pazzini. "Sistem ini bekerja dan kami bermain tiga game yang cukup baik dengan sistem itu, jadi saya pikir kita harus yakin dengan penuh dan terus berjalan," jelasnya.
"Anda bisa melihat rasa lapar para pemain untuk mendapatkan bola dan mendorong penyerangan. Tentu saja kita harus menjaga organisasi permainan tim, tapi sangat menyenangkan melihat semua pemain bergerak ke dalam kotak penalti (lawan)," terang Krkic.
Pemain blasteran Spanyol-Serbia itu mengakui jika dirinya senang bisa bermain di belakang striker, namun ia juga bahagia jika diturunkan sebagai penyerang tengah. "Tapi saya pikir, filosofi saya seorang penyerang tengah selalu berbeda dengan cara yang saya lihat di Italia."
"Saya tidak memiliki karakteristik fisik dari seorang pemain depan yang tinggi besar, sehingga di Italia saya memiliki karakteristik lebih untuk bermain di belakang penyerang."
(nug)