KONI Sumsel akan bina cabor unggulan
Rabu, 07 November 2012 - 22:02 WIB
KONI Sumsel akan bina cabor unggulan
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan akan melakukan evaluasi terhadap pencapaian prestasi sepanjang 2012. Terutama terkait hasil kurang memuaskan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau lalu. Evaluasi itu akan dipaparkan dalam rapat koordinasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan 28-30 November nanti.
Ketua Harian KONI Sumsel Aidit Aziz mengatakan, evaluasi prestasi itu diharapkan bisa lebih mengoptimalkan kualitas para atlet sehingga dapat mengharumkan nama Sumsel. Selain hasil PON, ajang lainnya seperti kejuaraan nasional, Porwil serta pra PON yang telah dicapai selama empat tahun ke depan juga akan dievaluasi. Sehingga nantinya dapat diperoleh formula yang tepat untuk menghadapi PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 mendatang.
''Untuk mensukseskan rencana itu, kita tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik itu pengurus masing-masing cabang olahraga maupun pelatih dan atlet yang merupakan ujung tombak dari keberhasilan program ke depan itu,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya akan melibatkan peran serta dinas pendidikan (Diknas) dan juga dinas pemuda dan olahraga (Dispora) mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dengan cara ini diharapkan dapat mulai bermunculan para atlet lokal yang memiliki potensi untuk dibina dan dimaksimalkan kemampuannya.
Agar rencana itu berjalan dengan baik, maka KONI Sumsel akan meminta partisipasi dari kabupaten/kota yang ada di Sumsel untuk meningkatkan sarana dan prasarana cabang olahraga agar bisa dipergunakan untuk pengembangan atlet.
”Karena itu, kita berencana agar ke depannya nanti setiap kabupaten/kota masing-masing dapat membina cabor unggulan. Namun, untuk merealisasikannya kita juga berharap adanya dukungan dari APBD daerah masing-masing sehingga program ini sudah bisa dimulai pada 2013 nanti,” harapnya.
Jadi, ke depannya, jika satu kabupaten / kota bisa fokus memenang satu cabor unggulan dengan dukungan fasilitas, maka pihaknya optimistis pada PON XIX Jabar mendatang, Sumsel bisa berprestasi lebih baik lagi dari PON XVIII Riau sebelumnya. Meskipun diakuinya tidak mudah untuk mencetak seorang atlet dan dibutuhkan waktu lama.
Ketua Panitia Pelaksana Rakor, Musni Wijaya menambahkan dalam rapat tahunan itu selain membahas evaluasi prestasi atlet selama ini juga akan dibahas langkah strategis untuk meningkatkas prestasi atlet ke depan.
''Ya rapat sudah dipastikan akan digelar, dalam materi nanti tentunya yang akan kita bahas mengenai evaluasi dan kita berharap dalam Rakor nanti kendala pencapaian prestasi di ajang sebelumnya dapat dicarikan solusi untuk meningkatkan prestasi ke depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan dalam Rakor nanti juga akan membahas optimalisasi peran dari pengprov cabor di setiap kabupaten kota. Pasalnya, selama ini sejumlah di daerah sudah banyak memiliki infrastruktur olahraga yang cukup memadai, tetapi belum terprogram dengan baik.
''Optimalisasi peran dari pengprov cabor di daerah memang menjadi tema kita dalam rakor kali ini karena dalam rakor ini kita juga akan membahas peranan penting pengprov di daerah dalam meningkatkan prestasi,” jelasnya.
Ketua Harian KONI Sumsel Aidit Aziz mengatakan, evaluasi prestasi itu diharapkan bisa lebih mengoptimalkan kualitas para atlet sehingga dapat mengharumkan nama Sumsel. Selain hasil PON, ajang lainnya seperti kejuaraan nasional, Porwil serta pra PON yang telah dicapai selama empat tahun ke depan juga akan dievaluasi. Sehingga nantinya dapat diperoleh formula yang tepat untuk menghadapi PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 mendatang.
''Untuk mensukseskan rencana itu, kita tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik itu pengurus masing-masing cabang olahraga maupun pelatih dan atlet yang merupakan ujung tombak dari keberhasilan program ke depan itu,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya akan melibatkan peran serta dinas pendidikan (Diknas) dan juga dinas pemuda dan olahraga (Dispora) mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dengan cara ini diharapkan dapat mulai bermunculan para atlet lokal yang memiliki potensi untuk dibina dan dimaksimalkan kemampuannya.
Agar rencana itu berjalan dengan baik, maka KONI Sumsel akan meminta partisipasi dari kabupaten/kota yang ada di Sumsel untuk meningkatkan sarana dan prasarana cabang olahraga agar bisa dipergunakan untuk pengembangan atlet.
”Karena itu, kita berencana agar ke depannya nanti setiap kabupaten/kota masing-masing dapat membina cabor unggulan. Namun, untuk merealisasikannya kita juga berharap adanya dukungan dari APBD daerah masing-masing sehingga program ini sudah bisa dimulai pada 2013 nanti,” harapnya.
Jadi, ke depannya, jika satu kabupaten / kota bisa fokus memenang satu cabor unggulan dengan dukungan fasilitas, maka pihaknya optimistis pada PON XIX Jabar mendatang, Sumsel bisa berprestasi lebih baik lagi dari PON XVIII Riau sebelumnya. Meskipun diakuinya tidak mudah untuk mencetak seorang atlet dan dibutuhkan waktu lama.
Ketua Panitia Pelaksana Rakor, Musni Wijaya menambahkan dalam rapat tahunan itu selain membahas evaluasi prestasi atlet selama ini juga akan dibahas langkah strategis untuk meningkatkas prestasi atlet ke depan.
''Ya rapat sudah dipastikan akan digelar, dalam materi nanti tentunya yang akan kita bahas mengenai evaluasi dan kita berharap dalam Rakor nanti kendala pencapaian prestasi di ajang sebelumnya dapat dicarikan solusi untuk meningkatkan prestasi ke depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan dalam Rakor nanti juga akan membahas optimalisasi peran dari pengprov cabor di setiap kabupaten kota. Pasalnya, selama ini sejumlah di daerah sudah banyak memiliki infrastruktur olahraga yang cukup memadai, tetapi belum terprogram dengan baik.
''Optimalisasi peran dari pengprov cabor di daerah memang menjadi tema kita dalam rakor kali ini karena dalam rakor ini kita juga akan membahas peranan penting pengprov di daerah dalam meningkatkan prestasi,” jelasnya.
(aww)