Ada apa di balik mundurnya Todung dan Saleh?
Rabu, 07 November 2012 - 23:32 WIB
Ada apa di balik mundurnya Todung dan Saleh?
A
A
A
Sindonews.com - Ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin menilai rencana mundurnya Saleh Mukadar dari anggota Joint Committee (JC) karena kecewa. Saleh pun menjadi anggota JC dari pihak PSSI yang mundur, setelah Todung Mulya Lubis. Dengan mundurnya kedua anggota tersebut, wakil PSSI di JC pun menyisakan Catur Agus Saptono dan Widjajanto.
Mundurnya Todung dan diikuti Saleh, menurut Djohar karena keduanya merasa kecewa atas kinerja JC. Tidak adanya kata sepakat atas beberapa poin yang ingin diselesaikan sampai sejauh ini, memang membuat proses penyelesaian konflik di persepak bolaan Indonesia menjadi terlarut-larut.
"Tiap hari saya bertemu dengan Saleh, tapi dia tidak ada bicara apa-apa. Mungkin proses mundurnya baru akan, belum pasti. Tapi saya melihat adanya keinginan tersebut, karena adanya kekecewaan atas kinerja JC yang belum bisa menyelesaikan permasalahan yang ada," ungkap Djohar.
Ditanya apakah PSSI akan meminta kepada Task Force atau AFC, terkait pengganti Todung dan Saleh, Djohar belum bisa menjawabnya dengan pasti. Pria yang menjadi suksesor Nurdin Halid dikepengurusan PSSI ini pun menjelaskan, rencana mengganti keduanya masih belum terpikirkan sampai saat ini.
"Kami akan coba konsultasikan dengan AFC. Tapi sepertinya belum ada semangat agar kinerja JC bisa berjalan dengan baik. Karena saya melihat dari kubu sebelah, sebenarnya mereka berkeinginan agar kinerja JC mandek. Untuk itu, sampai saat ini kami belum terpikir untuk mengajukan siapa pengganti Todung dan Saleh," papar Djohar.
Dengan mundurnya Todung dan Saleh, apakah JC bisa terus berjalan seolah menjadi pertanyaan besar. Karena mundurnya kedua anggota JC perwakilan PSSI tersebut, membuat keanggotaan JC menjadi timpang. Jika PSSI tinggal menyisakan dua wakilnya, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) tetap dengan jumlah awal.
KPSI tetap dengan empat anggota awal seperti Djamal Aziz, Joko Driyono, Hinca Panjaitan, dan juga Togar Manahan Nero. Dan, mundurnya Todung dan Saleh pun seolah dipertanyakan Djamal. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI seolah mempertanyakan, ada apa di balik mundurnya Todung dan Saleh di tengah proses kerja JC sedang berjalan.
"Ada apa? Sekarang kok mundur semua? Ada apa ini? Kalau saya melihat, mereka sepertinya ingin membatalkan MoU yang sudah disepakati bersama antara PSSI, KPSI, dan PT Liga Indonesia atas prakarsa Task Force AFC," tegasnya.
Djamal pun mengindikasikan mundurnya Todung dan Saleh dari keanggotaan JC, sebagai suatu usaha lepas dari JC karena sudah dalam posisi terpojok. Dirinya pun menilai, jika PSSI sudah tidak ada niat baik lagi untuk menyelesaikan permasalahan yang saat ini membelit persepakbolaan Indonesia.
"Mereka sudah terpojok, makanya mengambil langkah mundur dari JC. Mereka ingin batalkan MoU sepertinya. Kenapa sekarang tiba-tiba mundur? Kenapa awalnya mereka mau menempati jabatan tersebut, padahal dari awal mereka sudah sama-sama mengetahui jika kerja JC bukanlah pekerjaan yang mudah," tandas Djamal.
Mundurnya Todung dan diikuti Saleh, menurut Djohar karena keduanya merasa kecewa atas kinerja JC. Tidak adanya kata sepakat atas beberapa poin yang ingin diselesaikan sampai sejauh ini, memang membuat proses penyelesaian konflik di persepak bolaan Indonesia menjadi terlarut-larut.
"Tiap hari saya bertemu dengan Saleh, tapi dia tidak ada bicara apa-apa. Mungkin proses mundurnya baru akan, belum pasti. Tapi saya melihat adanya keinginan tersebut, karena adanya kekecewaan atas kinerja JC yang belum bisa menyelesaikan permasalahan yang ada," ungkap Djohar.
Ditanya apakah PSSI akan meminta kepada Task Force atau AFC, terkait pengganti Todung dan Saleh, Djohar belum bisa menjawabnya dengan pasti. Pria yang menjadi suksesor Nurdin Halid dikepengurusan PSSI ini pun menjelaskan, rencana mengganti keduanya masih belum terpikirkan sampai saat ini.
"Kami akan coba konsultasikan dengan AFC. Tapi sepertinya belum ada semangat agar kinerja JC bisa berjalan dengan baik. Karena saya melihat dari kubu sebelah, sebenarnya mereka berkeinginan agar kinerja JC mandek. Untuk itu, sampai saat ini kami belum terpikir untuk mengajukan siapa pengganti Todung dan Saleh," papar Djohar.
Dengan mundurnya Todung dan Saleh, apakah JC bisa terus berjalan seolah menjadi pertanyaan besar. Karena mundurnya kedua anggota JC perwakilan PSSI tersebut, membuat keanggotaan JC menjadi timpang. Jika PSSI tinggal menyisakan dua wakilnya, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) tetap dengan jumlah awal.
KPSI tetap dengan empat anggota awal seperti Djamal Aziz, Joko Driyono, Hinca Panjaitan, dan juga Togar Manahan Nero. Dan, mundurnya Todung dan Saleh pun seolah dipertanyakan Djamal. Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI seolah mempertanyakan, ada apa di balik mundurnya Todung dan Saleh di tengah proses kerja JC sedang berjalan.
"Ada apa? Sekarang kok mundur semua? Ada apa ini? Kalau saya melihat, mereka sepertinya ingin membatalkan MoU yang sudah disepakati bersama antara PSSI, KPSI, dan PT Liga Indonesia atas prakarsa Task Force AFC," tegasnya.
Djamal pun mengindikasikan mundurnya Todung dan Saleh dari keanggotaan JC, sebagai suatu usaha lepas dari JC karena sudah dalam posisi terpojok. Dirinya pun menilai, jika PSSI sudah tidak ada niat baik lagi untuk menyelesaikan permasalahan yang saat ini membelit persepakbolaan Indonesia.
"Mereka sudah terpojok, makanya mengambil langkah mundur dari JC. Mereka ingin batalkan MoU sepertinya. Kenapa sekarang tiba-tiba mundur? Kenapa awalnya mereka mau menempati jabatan tersebut, padahal dari awal mereka sudah sama-sama mengetahui jika kerja JC bukanlah pekerjaan yang mudah," tandas Djamal.
(aww)