Diego Michiels terancam dicoret dari Timnas
Kamis, 08 November 2012 - 15:09 WIB
Diego Michiels terancam dicoret dari Timnas
A
A
A
Sindonews.com- Mef Paripurna melaporkan Diego Michiels Ke polsek Tanah Abang Jakarta Pusat dengan tuduhan penganiayaan dalam keadaan mabuk. Pesepak bola ini, terlibat perkelahian, pada Kamis dini hari, sekitar pukul 02.30 di Domain Café, Senayan City, Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, Diego Mischel dilaporkan ke polsek Tanah Abang, dini hari tadi, sekira pukul 05.00 WIB, oleh korbannya Mef Paripurna.
"Pagi tadi, sekitar pukul 05.00, korban melapor ke Polsek Tanah Abang terkait pemukulan oleh DM," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Akibat pemukulan itu, korban menderita memar di bagian mata, hidung, dan dahi. Setelah melapor, Mef melakukan visum disebuah rumah sakit, namun dia tidak datang lagi untuk melanjutkan laporan terkait penganiayaan tersebut.
"Saat ini polisi masih mencari korban untuk meminta konfirmasi, apakah laporan ini akan diteruskan atau tidak," tandasnya.
Diego terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun dan kalau nanti semua itu sudah terbukti, pesepak bola timnas tersebut, terancam akan dicoret dari Timnas.
Sementara itu, Kanit Reskim Polsek Tanah Abang Kompol Widarto membenarkan masalah pemukulan tersebut.
"Iya benar, telah terjadi keributan antara pengunjung dari kelompok Diego Michiels dengan korban bernama Mef Paripurna," kata Widarto, Ketika dihubungi Sindonews.
Korban yang tinggal di Bukit Cimanggu Villa Blok S II No. 23 RT 05/14, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, mengalami luka di mata kanan dan kiri, dagu, hidung, serta dahi.
Dari kejadian tersebut polisi sudah mengantongi dua orang saksi dalam kasus tersebut. "Ada dua orang saksi, yaitu Anggah dan Chalid," terang Widarto.
Dua saksi yang mengetahui kejadian tersebut yaitu, Anggah warga jalan Sendra Tari, Lengkong, Bogor, dan Chalid warga Petojo Sabangan, Petojo, Gambir.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, Diego Mischel dilaporkan ke polsek Tanah Abang, dini hari tadi, sekira pukul 05.00 WIB, oleh korbannya Mef Paripurna.
"Pagi tadi, sekitar pukul 05.00, korban melapor ke Polsek Tanah Abang terkait pemukulan oleh DM," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Akibat pemukulan itu, korban menderita memar di bagian mata, hidung, dan dahi. Setelah melapor, Mef melakukan visum disebuah rumah sakit, namun dia tidak datang lagi untuk melanjutkan laporan terkait penganiayaan tersebut.
"Saat ini polisi masih mencari korban untuk meminta konfirmasi, apakah laporan ini akan diteruskan atau tidak," tandasnya.
Diego terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun dan kalau nanti semua itu sudah terbukti, pesepak bola timnas tersebut, terancam akan dicoret dari Timnas.
Sementara itu, Kanit Reskim Polsek Tanah Abang Kompol Widarto membenarkan masalah pemukulan tersebut.
"Iya benar, telah terjadi keributan antara pengunjung dari kelompok Diego Michiels dengan korban bernama Mef Paripurna," kata Widarto, Ketika dihubungi Sindonews.
Korban yang tinggal di Bukit Cimanggu Villa Blok S II No. 23 RT 05/14, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, mengalami luka di mata kanan dan kiri, dagu, hidung, serta dahi.
Dari kejadian tersebut polisi sudah mengantongi dua orang saksi dalam kasus tersebut. "Ada dua orang saksi, yaitu Anggah dan Chalid," terang Widarto.
Dua saksi yang mengetahui kejadian tersebut yaitu, Anggah warga jalan Sendra Tari, Lengkong, Bogor, dan Chalid warga Petojo Sabangan, Petojo, Gambir.
(wbs)