Kans Murray rebut sabuk WBA
Kamis, 08 November 2012 - 20:27 WIB
Kans Murray rebut sabuk WBA
A
A
A
Sindonews.com - Petinju kelas menengah, Martin Murray, akhirnya kembali mendapatkan pertarungan untuk sabuk juara dunia WBA interim kelas menengah. Pada akhir tahun lalu, Murray sempat memperoleh kesempatan untuk meraih gelar kelas menengah super versi WBA, namun ia gagal merebutnya. Pasalnya, duel menghadapi Felix Sturm berakhir imbang.
Rasa kecewa petinju asal Inggris segera menghilang setelah dia dipastikan bertarung dengan Jorge Navarro dari Venezuela untuk perebutan gelar WBA yang kosong. Duel dua petinju itu akan mewarnai show pertarungan antara Ricky Hatton-Vyacheslav Senchenko di Manchester Arena pada 24 November.
Selama karirnya, baik Murray maupun Navarro, belum pernah menderita kekalahan. Navarro, yang kini berusia 27 tahun, mencatatkan 12 kali kemenangan (10KO). Sementara, Murray, yang lebih tua tiga tahun dari lawannya, telah membukukan 24 kemenangan dan 10 diantaranya diakhirinya dengan kemenangan KO. "Ini adalah pertarungan yang berbahaya," kata Murray, dikutip Sky Sports, Kamis (8/11).
"Sangat sulit untuk mendapatkan lawan, tapi Navarro adalah satu-satunya petinju peringkat sepuluh besar yang bersedia untuk bertarung denganku," imbuhnya.
Hampir senada dengannya, manajer Neil Marsh, mengungkapkan bahwa timnya tidak bisa bekerja lebih keras untuk mengamankan kontes yang sangat penting melawan seorang petinju tak terkalahkan peringkat tujuh versi WBA. "Kami sudah mencoba nama-nama besar dan untuk alasan apapun, apakah itu Martin yang dihindari ataukah itu adalah salah satu politik dalam tinju. Kami tidak bisa membuat pertarungan untuk Martin dan yang diinginkan masyarakat," keluhnya.
"Pada akhirnya Navarro adalah satu-satunya lawan yang bersedia untuk menghadapi Martin pada 24 November."
Rasa kecewa petinju asal Inggris segera menghilang setelah dia dipastikan bertarung dengan Jorge Navarro dari Venezuela untuk perebutan gelar WBA yang kosong. Duel dua petinju itu akan mewarnai show pertarungan antara Ricky Hatton-Vyacheslav Senchenko di Manchester Arena pada 24 November.
Selama karirnya, baik Murray maupun Navarro, belum pernah menderita kekalahan. Navarro, yang kini berusia 27 tahun, mencatatkan 12 kali kemenangan (10KO). Sementara, Murray, yang lebih tua tiga tahun dari lawannya, telah membukukan 24 kemenangan dan 10 diantaranya diakhirinya dengan kemenangan KO. "Ini adalah pertarungan yang berbahaya," kata Murray, dikutip Sky Sports, Kamis (8/11).
"Sangat sulit untuk mendapatkan lawan, tapi Navarro adalah satu-satunya petinju peringkat sepuluh besar yang bersedia untuk bertarung denganku," imbuhnya.
Hampir senada dengannya, manajer Neil Marsh, mengungkapkan bahwa timnya tidak bisa bekerja lebih keras untuk mengamankan kontes yang sangat penting melawan seorang petinju tak terkalahkan peringkat tujuh versi WBA. "Kami sudah mencoba nama-nama besar dan untuk alasan apapun, apakah itu Martin yang dihindari ataukah itu adalah salah satu politik dalam tinju. Kami tidak bisa membuat pertarungan untuk Martin dan yang diinginkan masyarakat," keluhnya.
"Pada akhirnya Navarro adalah satu-satunya lawan yang bersedia untuk menghadapi Martin pada 24 November."
(nug)