Atlet biliar Sumsel raup bonus terbanyak
Kamis, 08 November 2012 - 20:52 WIB
Atlet biliar Sumsel raup bonus terbanyak
A
A
A
Sindonews.com - Pebiliar Hekta Ahmad menjadi atlet penerima bonus terbesar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel. Hekta mendulang tiga medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, Riau, lalu.
Satu medali emas diraih Hekta dari nomor english man single, satu perak di nomor double snooker dan satu perunggu di nomor single snooker. Atas pencapaian ini, Hekta berhak menerima besaran bonus sebesar Rp175 Juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari ketiga medali yang berhasil diraihnya. Satu medali emas dihargai Rp100 Juta, perak Rp50 Juta dan perunggu Rp25 Juta.
Sementara untuk peroleh bonus terbesar kedua adalah atlet anggar Rully Maulidhani, yang meraih 1 medali emas di nomor sabel perorangan putra dan 1 medali emas di nomor sabel beregu putra.
Dengan ini, Rully berhak atas bonus sekitar Rp150 Juta. Dengan rincian 1 medali emas perorangan sebesar Rp100 Juta, sedangkan 1 medali emas beregu yang beranggotakan dua sampai lima orang memperoleh Rp200 Juta.
Karena pada cabor anggar beranggotakan empat orang, maka jika bonus tersebut akan dibagi rata pada empat atlet tersebut, rata-rata satu atlet akan memperoleh Rp50 Juta. Tetapi untuk pastinya, kewenangan pembagian besaran bonus itu akan diberikan sepenuhnya kepada pengurus cabor tersebut. Apakah akan dibagi rata atau ada penghitungan tersendiri.
''Rencananya uang bonus itu akan saya gunakan untuk membiayai pernikahan saya, kalau ada lebihnya untuk modal usaha. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemprov Sumsel dan KONI Sumsel atas perhatian yang telah diberikan,” ungkap Hekta.
Wakil Ketua Umum KONI Sumsel Dhennie Zainal menjelaskan, total dana yang telah disiapkan untuk membayar bonus atlet peraih medali pada kedua even olahraga nasional tersebut yakni sebesar Rp7.235.000.00.
Jumlah tersebut terdiri dari Rp 4.285.000.000 untuk atlet dan pelatih PON, yang terbagi atas Rp3.270.000.000 untuk atlet, sedangkan Rp1.015.000.000 sebagai bonus untuk pelatih.
Sementara untuk Peparnas, total bonus yang akan dicairkan sebesar Rp2.950.000.000 yang terdiri dari Rp2.095.000.000 untuk atlet dan Rp 855.000.000 untuk pelatih. Dengan rincian satu medali emas untuk atlet sebesar Rp100 Juta, perak Rp50 Juta dan perunggu Rp25 Juta. Sedangkan untuk pelatih, satu medali emas memperoleh Rp40 Juta, perak Rp25 Juta dan perunggu Rp15 Juta.
Pemberian bonus dengan besaran yang sama antara peraih medali PON dan Peparnas ini merupakan bentuk perharian Gubernur Sumsel dan Ketua Umum KONI Sumsel terhadap para atlet yang telah berprestasi.
''Mereka tidak membeda-bedakan meskipun dari segi gengsi dan tingkat persaingan kedua even itu berbeda. Karena itulah, kita berharap para atlet yang mendapatkan bonus bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya uang bonus yang diberikan tersebut dan mengunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat seperti modal berdagang maupun membeli rumah dan lainnya,” ungkapnya saat ditemui diruangannya kemarin.
Dengan adanya pemberian bonus ini, Dhennie juga ingin menyampaikan jika saat ini menjadi seorang atlet bukan hanya sekedar mengejar prestasi tetapi juga bisa menunjang prestise. Kedepan dia berharap para atlet yang belum berprestasi agar tidak mudah menyerah dan terus berusaha melakukan yang terbaik sehingga dikemudian hari dapat memperoleh hasil yang maksimal dan membanggakan nama daerah.
''Untuk acara pemberian bonus, sepertinya tidak ada perubahan lagi dan akan dibagikan secara simbolis pada 13 November mendatang di Griya Agung. Insya Allah pada tanggal 14 November seluruh bonus sudah bisa ditransfer ke rekening masing-masing. Sedangkan untuk cabang olahraga yang beregu, akan kita konsultasikan kepada pengurus masing-masing cabor bagaimana tehnisnya,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, untuk atlet beregu hitungan bonus sedikit berbeda dengan atlet perorangan. Jika perorangan masing-masing mendapatkan Rp100 Juta, maka untuk atlet beregu dengan anggota dua sampai lima orang seperti cabor anggar akan dikalikan dua, sehingga mereka akan mendapatkan bonus sebesar Rp200 Juta. Sementara untuk beregu yang anggotanya lebih dari lima orang seperti polo air, maka akan dikalikan tiga. Sehingga bonus yang mereka terima menjadi Rp300 Juta.
''Bonus ini sendiri baru dibagikan bukan karena kita sengaja memperlambatnya, tetapi lantaran menunggu pencairan dana dari ABT dan adanya perubahan pengajuan untuk atlet Peparnas serta karena kesibukan dari bapak gubernur,” pungkasnya.
Satu medali emas diraih Hekta dari nomor english man single, satu perak di nomor double snooker dan satu perunggu di nomor single snooker. Atas pencapaian ini, Hekta berhak menerima besaran bonus sebesar Rp175 Juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari ketiga medali yang berhasil diraihnya. Satu medali emas dihargai Rp100 Juta, perak Rp50 Juta dan perunggu Rp25 Juta.
Sementara untuk peroleh bonus terbesar kedua adalah atlet anggar Rully Maulidhani, yang meraih 1 medali emas di nomor sabel perorangan putra dan 1 medali emas di nomor sabel beregu putra.
Dengan ini, Rully berhak atas bonus sekitar Rp150 Juta. Dengan rincian 1 medali emas perorangan sebesar Rp100 Juta, sedangkan 1 medali emas beregu yang beranggotakan dua sampai lima orang memperoleh Rp200 Juta.
Karena pada cabor anggar beranggotakan empat orang, maka jika bonus tersebut akan dibagi rata pada empat atlet tersebut, rata-rata satu atlet akan memperoleh Rp50 Juta. Tetapi untuk pastinya, kewenangan pembagian besaran bonus itu akan diberikan sepenuhnya kepada pengurus cabor tersebut. Apakah akan dibagi rata atau ada penghitungan tersendiri.
''Rencananya uang bonus itu akan saya gunakan untuk membiayai pernikahan saya, kalau ada lebihnya untuk modal usaha. Saya sangat bersyukur dan mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemprov Sumsel dan KONI Sumsel atas perhatian yang telah diberikan,” ungkap Hekta.
Wakil Ketua Umum KONI Sumsel Dhennie Zainal menjelaskan, total dana yang telah disiapkan untuk membayar bonus atlet peraih medali pada kedua even olahraga nasional tersebut yakni sebesar Rp7.235.000.00.
Jumlah tersebut terdiri dari Rp 4.285.000.000 untuk atlet dan pelatih PON, yang terbagi atas Rp3.270.000.000 untuk atlet, sedangkan Rp1.015.000.000 sebagai bonus untuk pelatih.
Sementara untuk Peparnas, total bonus yang akan dicairkan sebesar Rp2.950.000.000 yang terdiri dari Rp2.095.000.000 untuk atlet dan Rp 855.000.000 untuk pelatih. Dengan rincian satu medali emas untuk atlet sebesar Rp100 Juta, perak Rp50 Juta dan perunggu Rp25 Juta. Sedangkan untuk pelatih, satu medali emas memperoleh Rp40 Juta, perak Rp25 Juta dan perunggu Rp15 Juta.
Pemberian bonus dengan besaran yang sama antara peraih medali PON dan Peparnas ini merupakan bentuk perharian Gubernur Sumsel dan Ketua Umum KONI Sumsel terhadap para atlet yang telah berprestasi.
''Mereka tidak membeda-bedakan meskipun dari segi gengsi dan tingkat persaingan kedua even itu berbeda. Karena itulah, kita berharap para atlet yang mendapatkan bonus bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya uang bonus yang diberikan tersebut dan mengunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat seperti modal berdagang maupun membeli rumah dan lainnya,” ungkapnya saat ditemui diruangannya kemarin.
Dengan adanya pemberian bonus ini, Dhennie juga ingin menyampaikan jika saat ini menjadi seorang atlet bukan hanya sekedar mengejar prestasi tetapi juga bisa menunjang prestise. Kedepan dia berharap para atlet yang belum berprestasi agar tidak mudah menyerah dan terus berusaha melakukan yang terbaik sehingga dikemudian hari dapat memperoleh hasil yang maksimal dan membanggakan nama daerah.
''Untuk acara pemberian bonus, sepertinya tidak ada perubahan lagi dan akan dibagikan secara simbolis pada 13 November mendatang di Griya Agung. Insya Allah pada tanggal 14 November seluruh bonus sudah bisa ditransfer ke rekening masing-masing. Sedangkan untuk cabang olahraga yang beregu, akan kita konsultasikan kepada pengurus masing-masing cabor bagaimana tehnisnya,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, untuk atlet beregu hitungan bonus sedikit berbeda dengan atlet perorangan. Jika perorangan masing-masing mendapatkan Rp100 Juta, maka untuk atlet beregu dengan anggota dua sampai lima orang seperti cabor anggar akan dikalikan dua, sehingga mereka akan mendapatkan bonus sebesar Rp200 Juta. Sementara untuk beregu yang anggotanya lebih dari lima orang seperti polo air, maka akan dikalikan tiga. Sehingga bonus yang mereka terima menjadi Rp300 Juta.
''Bonus ini sendiri baru dibagikan bukan karena kita sengaja memperlambatnya, tetapi lantaran menunggu pencairan dana dari ABT dan adanya perubahan pengajuan untuk atlet Peparnas serta karena kesibukan dari bapak gubernur,” pungkasnya.
(aww)