Daud janji KO Choi sebelum 12 ronde
Jum'at, 09 November 2012 - 00:26 WIB
Daud janji KO Choi sebelum 12 ronde
A
A
A
Sindonews.com - Petinju Indonesia Daud Yordan siap tempur menghadapi Choijiljavyn Tseveenpurev dalam pertarungan perebutan gelar kelas bulu dunia versi IBO. Bahkan, pemuda 25 tahun itu sesumbar bakal memukul jatuh penantangnya asal Mongolia di Marina Bay Sands, Singapura, Jumat malam (9/11).
"Yang pasti, saya tidak menargetkan di bawah lima ronde. Tapi, saya yakin bisa menyelesaikan duel ini sebelum 12 ronde. Saya akan menerapkan permainan agresif setiap rondenya untuk mencari kesempatan menjatuhkan dia," cetus Daud saat timbang badan, Kamis (8/11).
Sehari sebelum timbang badan, sesumbar Daud sempat membuat murka Choi, sapaan Choijiljavyn Tseveenpurev, saat keduanya bertemu dalam jumpa pers, Rabu (7/11). "Ya dia sangat marah, bahkan pelatihnya sempat merampas mikrofon dan mengatakan bahwa Choi akan mengalahkan saya, dan mengambil gelar saya," papar Daud.
Daud sadar mempertahankan gelar akan lebih sulit ketimbang meraihnya. Karena bebannya pasti akan lebih berat. Namun, dia mencoba mengubah mindset-nya untuk tetap tampil nothing to lose.
"Saya melupakan bahwa ini adalah duel mempertahankan gelar. Saya hanya berpikir untuk selalu menang dan menang. Saya tak mau terbebani," tukasnya.
Lima bulan belakangan, Daud telah mempersiapkan diri secara maksimal di Kayung Utara, Kalimantan Barat. Menurut pelatihnya, Damianus Yordan, Daud mengalami perkembangan pesat sejauh ini.
"Kini, Daud lebih matang. Dia bisa lebih cerdas membaca permainan. Dia pandai mengatur stamina agar tak cepat habis sebelum laga usai," ucap pelatih yang juga kakak kandung Daud tersebut.
"Yang pasti, saya tidak menargetkan di bawah lima ronde. Tapi, saya yakin bisa menyelesaikan duel ini sebelum 12 ronde. Saya akan menerapkan permainan agresif setiap rondenya untuk mencari kesempatan menjatuhkan dia," cetus Daud saat timbang badan, Kamis (8/11).
Sehari sebelum timbang badan, sesumbar Daud sempat membuat murka Choi, sapaan Choijiljavyn Tseveenpurev, saat keduanya bertemu dalam jumpa pers, Rabu (7/11). "Ya dia sangat marah, bahkan pelatihnya sempat merampas mikrofon dan mengatakan bahwa Choi akan mengalahkan saya, dan mengambil gelar saya," papar Daud.
Daud sadar mempertahankan gelar akan lebih sulit ketimbang meraihnya. Karena bebannya pasti akan lebih berat. Namun, dia mencoba mengubah mindset-nya untuk tetap tampil nothing to lose.
"Saya melupakan bahwa ini adalah duel mempertahankan gelar. Saya hanya berpikir untuk selalu menang dan menang. Saya tak mau terbebani," tukasnya.
Lima bulan belakangan, Daud telah mempersiapkan diri secara maksimal di Kayung Utara, Kalimantan Barat. Menurut pelatihnya, Damianus Yordan, Daud mengalami perkembangan pesat sejauh ini.
"Kini, Daud lebih matang. Dia bisa lebih cerdas membaca permainan. Dia pandai mengatur stamina agar tak cepat habis sebelum laga usai," ucap pelatih yang juga kakak kandung Daud tersebut.
(aww)